Saat Wibawa Jokowi Runtuh Diacuhkan Kepala Daerah yang Peduli Rakyat

 


 

Foto riautrust

Jakarta, – Wibawa Presiden Joko Widodo seperti tengah runtuh di hadapan pemerintah daerah. Ini lantaran banyak kepala daerah yang tetap melakukan lockdown tanpa memperhatikan instruksi pemerintah pusat.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengurai bahwa banyak daerah yang mulai melakukan lockdown lokal, mereka mencegah masuknya orang yang berpotensi membawa virus corona baru atau Covid-19 ke wilayahnya.

Keputusan tanpa memikirkan instruksi pemerintah pusat itu menunjukkan bahwa rezim ini cenderung buruk.

“Ketika daerah lakukan lockdown tanpa melihat instruksi pusat, maka saat itulah wibawa pemerintah pusat runtuh, pemerintahan semacam ini cenderung buruk,” ujarnya, Minggu (29/3).

Tidak hanya pemerintah kabupaten/kota yang melakukan lockdown, sejumlah desa dan kampung juga melakukan hal serupa. Salah satunya Kampung Jaha di Kota Bekasi yang turut melakukan lockdown lokal untuk mencegah penyebaran Covid-19 di kampung mereka.

Singkatnya, Presiden Joko Widodo harus benar-benar merenungkan apa yang dilakukan pusat. Terlebih kini daerah mulai mencari jalan sendiri-sendiri untuk menyelamatkan warganya.

Baca juga : IPW: Hajatan Warga Dibubarkan, tetapi TKA China Masuk Dibiarkan?

“Presiden seharusnya menatap cermin sungguh-sungguh membayangkan rakyatnya mencari jalan keselamatan sendiri. Ini bukan soal mencipta kepanikan, tapi soal bagaimana pemerintah pusat mampu mengelola serta menangani kondisi darurat,” pungkas Dedi. (rmol.id).

(Annisa\Editor)

 

law-justice.co, Senin, 30/03/2020 08:20 WIB

***

Negeri ini para penguasa pusatnya seolah tidak doyan petunjuk terbaik

Negeri ini para penguasa pusatnya seolah tidak doyan petunjuk terbaik, hingga manusia2 dari negeri munculnya virus wuhan corona di China Komunis yang telah jadi pandemi sedunia pun, tetap manusia2 komunis itu dipersilakan berbondong-bondong ke Indonesia.

Bahkan tenaga2 dari Komunis China juga sengaja didatangkan ke Indonesia di antaranya ke Kendari sampai kapoldanya menutup-nutupi dengan berbohong segala. Maka pantaslah masyarakat marah, hingga di Kalbar, tenaga komunis china yang datang, langsung digeruduk massa dan agar diusir.

https://www.nahimunkar.org/beredar-di-medos-di-kalbar-rakyat-bergerak-sendiri-secara-massal-untuk-hadapi-tka-china-dan-para-aparat-yang-melindungi-tka/

Petunjuk yang terbaik di antaranya ini:

Untuk menghadapi wabah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam hadits dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

إِذَا سَمِعْتُمُ الطَّاعُونَ بِأَرْضٍ، فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأرْضٍ، وأنْتُمْ فِيهَا، فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا. متفق عَلَيْهِ

Apabila kalian mendengar wabah tha’un melanda suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Adapun apabila penyakit itu melanda suatu negeri sedang kalian ada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar dari negeri itu.” (Muttafaqun ‘alaihi)

https://www.nahimunkar.org/who-resmi-umumkan-virus-corona-sebagai-pandemi/

Berbeda dengan yang punya kesadaran, contohnya seorang professor Amerika, walau dia bukan Muslim, namun sangat menghargai petunjuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kasus wabah.

Corona Mewabah, Profesor Amerika Ini Kagumi Metode Karantina yang Diajarkan Nabi Muhammad


https://www.nahimunkar.org/corona-mewabah-profesor-amerika-ini-kagumi-metode-karantina-yang-diajarkan-nabi-muhammad/

 
 

(nahimunkar.org)