SOLO (voa-islam.com)—Selain menyiksa terduga teroris di bawah umur, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri dikabarkan juga melakukan penyiksaan kepada terduga teroris lainnya Nur Prakoso alias Hamzah (38).

Penyiksaan ini diungkap The Islamic Study and Action Center (ISAC) berdasarkan bukti-bukti yang diperolehnya.

Sekretaris Jenderal ISAC, Endro Sudarsono mengungkapkan Hamzah ditangkap pada 29 Desember 2015 lalu di daerah Panularan Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Saat ditangkap Hamzah ditabrak mobil dari belakang hingga ia tersungkur ke aspal bersama sepeda motor yang dikendarainya. Pada saat mau berdiri muka ditendang sangat keras oleh anggota Densus 88 hingga sekitar matanya tampak menghitam.

Usai dimasukkan ke dalam mobil Hamzah kemudian dibawa ke suatu tempat yang setelah dilacak ternyata sebuah hotel yang berada tak jauh dari Bandara Adi Sumarmo.

Selama dua hari satu malam Hamzah berada didalam hotel tersebut. Hingga Rabu malam ia diterbangkan dengan pesawat menuju Jakarta.

“Didalam hotel itulah ia disiksa oleh Densus 88 mulai kakinya dipukul dengan balok kayu dikakinya hingga kepalanya dimasukkan ke dalam wc sampai susah bernafas,” ungkap Endro, Jumat, (8/1/2016).

Endro menambahkan, tak hanya itu kelaminnya juga dipukuli berkali-kali hingga mengeluarkan darah.

Sadisnya Densus 88 dalam menyiksa hingga membuat Hamzah terkencing-kencing karena dipukuli berkali-kali.

Hingga berita ini diturunkan Hamzah masih susah berdiri bahkan untuk melakukan gerakan takbir tangannya tampak susah dan merintih.* [PM/Syaf/voa-islam.com]

Sumber: voa-islam.com/Ahad, 30 Rabiul Awwal 1437 H / 10 Januari 2016

(nahimunkar.com)