Saham di Prancis Terus Anjlok, 40 Perusahaan Rugi sampai Mengemis Bantuan Syaikh Al Azhar Hentikan Gelombang Boikot

40 Perusahan Rugi Akibat Pemboikotan karena Hina Nabi Muhammad SAW, Presiden Prancis Kelabakan

  • Duta Besar Prancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib untuk membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis.
  • Namun, pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi Mesir Al Alzhar menolaknya mentah-mentah. 

 


Foto Presiden Prancis Emmanuel Macron diinjak. * /Twitter @RealFarooqNyaze

Gelombang boikot terus berdatangan dari berbagai negara Islam yang mengecam Presiden Prancis Emmanuel Macron atas penghinaan Nabi Muhammad SAW.

Tindakan Presiden Prancis Emmanule Macron yang mendukung ulang pembuatan Karikatur Nabi Muhammad SAW memicu amarah muslim di seluruh dunia.

Buntut dari gelombang pemboikotan massal produk – produk Prancis, saham Prancis terus merosot.

Prancis yang awalnya tutup telinga atas kecaman dunia, kini mulai resah karena produk – produk Prancis diboikot seantero dunia.

Untuk menghentikan itu, Duta Besar Prancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib untuk membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis.

Namun, pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi Mesir Al Alzhar menolaknya mentah-mentah.

“Kami tidak menerima negoisasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Macron harus segera meminta maaf,” balas Syaikh Ahmad Thayib seperti dilansir azhar.eg dikutip Rabu 28 Oktober 2020.

Ahmad Taofik

bagikanberita.pikiran-rakyat.com- 29 Oktober 2020, 12:21 WIB

 

***

40 Perusahan Rugi Akibat Pemboikotan karena Hina Nabi Muhammad SAW, Presiden Prancis Kelabakan

Buntut dari gelombang pemboikotan massal produk – produk Prancis, saham Prancis terus merosot. Presiden Prancis pun mulai kelabakan meminta negara – negara Islam hentikan pemboikotan. 

Diketahui, saat ini umat muslim di seluruh dunia mengecam keras Presiden Prancis Emmanuel Macron yang mendukung penayangan ulang karikatur Nabi Muhammad SAW

Sejak September ketika majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad mengiringi sidang terhadap 14 orang yang dituduh terlibat dalam serangan teroris terhadap kantor penerbit pada tahun 2015 karena menerbitkan karikatur yang sama

Sebagai bentuk kecaman, aksi boikot produk Prancis tak terbendung. Akibatnya, saham-saham Prancis kembali ditutup lebih rendah pada perdagangan Rabu 28 Oktober 2020. 

Bursa saham global mencatat kerugian Prancis untuk hari ketiga berturut-turut, dengan indeks acuan CAC 40 di Bursa Efek Paris anjlok 3,37 persen atau 159,54 poin, menjadi menetap di 4.571,12 poin.

 Indeks CAC 40 jatuh 1,77 persen atau 85,46 poin menjadi 4.730,66 poin pada Selasa 27 Oktober 2020, setelah merosot 1,90 persen atau 93,52 poin menjadi 4.816,12 poin pada Senin 26 Oktober 2020, dan terangkat 1,20 persen atau 58,26 poin menjadi 4.909,64 poin pada Jumat 23 Oktober 2020.

Melansir Antara, dari 40 saham perusahaan-perusahaan besar pilihan yang tergabung dalam komponen indeks CAC 40, sebanyak 38 saham menderita kerugian, satu saham berhasil membukukan keuntungan, serta satu saham diperdagangkan tidak berubah.

Produsen mobil multinasional Prancis Renault mengalami kerugian terbesar (top loser) di antara saham-saham unggulan atau blue chips, dengan harga sahamnya terpuruk 7,96 persen.

Disusul oleh saham perusahaan konsultan dan layanan IT multinasional Eropa Atos yang kehilangan 7,57 persen, serta perusahaan real estat komersial Eropa Unibail-Rodamco-Westfield SE anjlok 6,53 persen.

Di sisi lain, perusahaan omnichannel Prancis Teleperformance SE naik tipis 0,51 persen, merupakan satu-satunya saham unggulan yang membukukan keuntungan.

Sementara itu, Untuk menghentikannya, Duta Besar Prancis memohon kepada Grand Syaikh Al-Azhar Syaikh Ahmad Thayib untuk membantunya untuk menghentikan gelombang boikot produk-produk Prancis.

Namun, pimpinan Lembaga Perguruan Tinggi Mesir Al Alzhar menolaknya mentah-mentah. 

“Kami tidak menerima negoisasi terkait kasus penghinaan terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan Macron harus segera meminta maaf,” balas Syaikh Ahmad Thayib seperti dilansir azhar.eg dikutip Rabu 28 Oktober 2020. 

Mantan Mufti Besar Mesir Ali Gomaa alias Ali Jum’ah pun mengeluarkan kecaman terkait kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

“Orang yang menggambar dan menistakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang dungu. Anaknya orang dungu dan orang tuanya telah gagal mendidiknya,” ujarnya sebagaimana diberitakan Galamedia News dalam artikel berjudul Dubes Prancis Mengemis Grand Syaikh Al-Azhar Untuk Hentikan Gelombang Pemboikotan. 

Perihal tersebut pun diungkapkan Ustadz Abdul Somad dalam akun twitternya, Rabu ini.

Bahkan Syeikh Ahmad Ath Thayyib memimpin pertemuan para ulama dan cendekiawan yang tergabung dalam Majelis Hukama Al Muslimin bertemu melalui telekonferensi untuk membentuk komite khusus yang berisi para pakar dalam hukum internasional.

Komite itu dibentuk dalam rangka menuntut media Prancis Charlie Hebdo, atas penghinaannya terhadap Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, dikutip dari alazhar.eg, Rabu.

Dalam pertemuan itu, Majelis Hukama Al Muslimin juga mengecam penghinaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan dalih kebebasan ekspresi.

Baca Juga: Saham di Prancis Terus Anjlok sampai Mengemis Bantuan Syaikh Al Azhar Hentikan Gelombang Boikot

Lembaga itu juga menegaskan bahwasanya kebebasan ekspresi harus berada di dalam bingkai tanggung jawab sosial yang menjaga hak-hak pihak lain serta tidak diperbolehkan memperdagangkan agama untuk politik atau pemilu.

Majelis Hukama Al Muslimin juga menyerukan kepada umat Islam di Barat agar memegang erat hubungan damai serta berkontribusi terhadap kemajuan serta melakukan interaksi positif namun tetap menjaga karakter mereka dalam  agama serta budaya.***

Ahmad Taofik

/bagikanberita.pikiran-rakyat.com- 29 Oktober 2020, 11:31 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 3.107 kali, 1 untuk hari ini)