Yang paling mencengangkan justru, bagaimana orang sesat seperti Said Agiel Siradj ini bisa menjadi Ketua Umum PB NU dan memimpin tujuh puluh juta muslimin dari kalangan Ahlussunnah wal-jamaah (ASWAJA) ?

 

Oleh: Yusuf Utsman Baisa

            Jika kita tonton youtube : Prof Dr KH Said Aqil Siradj ; Ketum PBNU ; Ceramah…. : http://youtu.be/KcLdtRujRig pada 8 menit terakhir, kita akan dapati dengan jelas dan terang bagaimana seorang Said Agiel Siradj meyakini kebenaran Siti Jenar yang divonis hukum gantung oleh Sunan Kudus karena kesesatan wihdatul-wujudnya.

            Pada saat itu Siti Jenar mengatakan : “Aku adalah Allah dan Allah adalah Aku”.

            Said Agiel Siradj dengan mantapnya mengatakan : “ Ini adalah benar, kalau saya hidup saat itu, saya siap jadi Pembela Siti Jenar….dia itu benar”. Kemudian berulang-ulang membenarkan keyakinan sesat ini dengan mantap dan memberi contoh berupa ungkapan-ungkapan yang semakin meyakinkan bahwa dirinya adalah tokoh kuat dalam mengusung aliran sesat “wihdatul-wujud”.

            Setiap orang yang berilmu tentang aqidah “Ahlussunnah wal-jamaah” mengerti bahwa keyakinan “wihdatul-wujud” itu adalah bid’ah yang tingkat kesesatan dan kesalahannya telah mencapai kepada “kufur”.

Sehingga para Ulama Ahlussunnah wal-jamaah menolak keyakinan ini dan mengeluarkan pemeluknya dari “Ahlussunnah wal-jamaah”.

            Setiap orang dari kalangan Ahlussunnah wal-jamaah mesti akan tercengang ketika melihat Said Agiel Siradj menerangkan dan memberi contoh bagaimana seseorang dari kalangan manusia bisa bersatu dengan Allah dan Allah bisa bersatu kedalam diri seseorang.

            Keyakinan “Ittihadul-wujud” seperti ini datangnya justru dari aliran-aliran syirik yang tumbuh berkembang di India, dan berikutnya mengalir ke negeri ini dan kemudian menguat menjadi “Aliran Kepercayaan” yang mengusung slogan : “Manunggaling Kawula Gusti”.

            Yang paling mencengangkan justru, bagaimana orang sesat seperti Said Agiel Siradj ini bisa menjadi Ketua Umum PB NU dan memimpin tujuh puluh juta muslimin dari kalangan Ahlussunnah wal-jamaah (ASWAJA) ?

            Kita berharap para anggota NU lebih waspada lagi, sehingga orang sesat seperti ini tidak terpilih lagi pada momentum pemilihan yang akan datang.

(nahimunkar.com)