sharia.co.id – Ketua umum PBNU Said Agil melakukan klarifikasi kepada media melalui video singkat yang tersebar di media sosial (medsos). Pernyataan said aqil tersebut untuk mempertegas bahwa pendapatnya bukan karena Pilkada DKI Jakarta.

“Saya tegaskan kepada wartawan, tidak ada kait mengkait pernyataan saya dengan pencalonan Ahok di pilgub DKI Jakarta. Ahok tidak pernah berkunjung ke kantor PBNU, yang saya sampaikan adalah pendapat dari ibnu taimiyah”.

Menurut Said Agil mengutip pendapat ibnu Taimiyah persoalan manusia itu bisa baik dan tegak di dunia ini hanya dengan keadilan, yang boleh jadi pemerintah yang memimpin itu adalah non muslim. Itu lebih baik dari pemerintah muslim yang dhzolim.

Sesungguhnya Allah akan memperkuat negara yang adil walau pemimpinnya adalah non muslim. Dunia ini bisa tegak dengan keadilan dan kekufuran dan tidak akan langgeng dengan kedzholiman dan keislaman.

Namun tidak dijelaskan dalam kitab apa dari pendapat ibnu Taimiyah yang dikutip oleh Kiai Said Agil tersebut. Menurut Kiai Said Agil menjelaskan bahwa dosa kita semua jika sampai saat ini umat islam belum memiliki calon yang adil dan komitmen dengan ke Islamanannya.

Oleh karena itu jika pertarungan politik mengharuskan memilih calon pemimpin non muslim yang adil melawan pemimpin muslim yang dzholim maka dibolehkan memilih pemimpin non muslim.

Tidak jelas maksud Kyai ini dan juga ketua umum PBNU ini mengutip pendapat Ibnu Taimiyah disaat yang sensitive ini. Apakah sebagai jawaban atas keresahan tim Ahok yang diterpa isu agama pada pencalonan gubernur DKI kali ini atau bagian dari dakwah Kiai yang secara halus mengingatkan warga NU untuk memilih calon pemimpin tidak berdasarkan agamanya.

Kegarangan pak Kiyai dalam berdakwah ini memang tampak berbeda ketika yang dikritiknya adalah sesama muslim terutama dari PKS, Muhammadiyah dan Salafi. Sampai sampai masalah jenggot menjadi bahan “ejekan” kyai. Namun begitu lembut dakwah beliau ketika berhadapan dengan non muslim.

Pernyataannya tersebut secara politis justru terang benderang sangat menguntungkan kubu Ahok. Sedangkan disisi lain umat Islam melalui ulama dan segala kekuatan masanya sedang bersatu untuk mengajukan calon dari umat Islam. Nama beken dari mulai dai hingga politisi ikut memeriahkan bursa pencalonan Gubrnur DKI Jakarta. Mulai dari Ust Yusuf Mansyur hingga Yusril Ihza Mahendra.

Lalu apakah mereka tokoh umat Islam yang dicalonkan ini belum masuk kategori adil? dan Ahok dengan kasus Sumber Waras dan Reklamasinya sudah masuk dalam kategori pemiimpin “adil” menurut versi sang Kyai. Untuk mendengarkan utuh pendapat Kyai Said Agil bisa dilihat videonya pada link berikut ini: https://www.facebook.com/andika.gaul1/videos/989195017823507/

Editor: Abnei/sharia.co.id/May 02, 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 8.797 kali, 1 untuk hari ini)