Di tengah tunggang langgangnya membela gereja liar dan aliran sesat Syiah sampai berdusta atasnama ulama Ibnu Hazm, masih pula ada dagangan baru lagi bagi Said Aqil Siradj ketua umum NU (Nahdatul Ulama).

Walau mengaku tidak menyaingi MUI, tetapi dia malah seakan sesumbar, ada ribuan pengusaha Muslim cina yang akan lebih percaya pada label halal NU. “Di Cina ada lebih dari seribu merek dagang yang dikelola pengusaha muslim dan mereka lebih yakin jika NU yang memberikan label halal. Dari dalam negeri tentunya juga banyak,” tandasnya.

Tidak dijelaskan, apakah konsumen juga lebih yakin. Jangan-jangan justru yang percaya hanya produsen saja, sedang konsumen sudah tidak yakin karena sudah sering berdusta dan mencatut ulama Indonesia maupun internasional. Tetapi tentu saja kalimat ini tidak ada dalam rilisnya. Sedang yang dirilis adalah berita berikut ini.

***

Keluarkan Label Halal, PBNU Tidak Serobot Lahan MUI

Didi Syafirdi – detikNews

Selasa, 31/01/2012 00:02 WIB

Jakarta – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengeluarkan label halal dan jujur untuk produk makanan dan jasa. Dipastikan langkah ini bukan untuk menyerobot tugas yang selama ini dilakukan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengatakan, permintaan datang dari kelompok pengusaha yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) dan para konsumen. Saat ini PBNU masih mengkaji berbagai produk sebelum diberi label.

“Untuk gedung laboratorium kita sudah punya di Bogor. Kita juga akan libatkan (Lembaga) Bahtsul Masail untuk mengkaji halal haram suatu produk,” kata Kiai Said dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (30/1/2012).

Said menambahkan, keputusan menerbitkan label halal dan jujur tidak dimaksudkan untuk menyaingi MUI. NU hanya ingin menjalankan hal tersebut sesuai keinginan masyarakat, khususnya Nahdliyin, baik dari kalangan pengusaha atau konsumen pengguna produk makanan dan jasa.

“Kita tidak mengajak mereka bersaing. Tapi tidak tahu kalau ternyata mereka merasa tersaingi,” ujar Said.

Menurut Said, NU tidak takut disebut menyerobot lahan MUI. Hingga saat ini permintaan memang ada dan tinggal menunggu kesiapan NU untuk melaksanakannya.

“Di Cina ada lebih dari seribu merek dagang yang dikelola pengusaha muslim dan mereka lebih yakin jika NU yang memberikan label halal. Dari dalam negeri tentunya juga banyak,” tandasnya.

(did/did)

http://www.detiknews.com/read/2012/01/31/000232/1829883/10/?991104topnews

Foto oleh: nasional.vivanews.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.290 kali, 2 untuk hari ini)