Video pidato Said Aqil Siradj Ketua Umum PBNU kembali viral. Kali ini ia membacakan ‘fatwa’nya bahwa upacara menjemput Dewi Sri (Mapag Dewi Sri) ketika menyambut panen dengan  Sholawatan dan istighosah hukumnya Tidak Apa-apa, atau tidak haram.

Apa itu Mapag Dewi Sri? Mapag Dewi Sri adalah salah satu adat masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya. Dalam Mitologi.Jawa dan Sunda ada keyakinan bahwa Dewi Sri lah yang mengatur panen tetumbuhan.

Karena itu acara ini biasanya dilakukan dengan mengarak simbol Dewi Sri mengelilingi kampung dengan diiringi berbagai atraksi kesenian, pergelaran Wayang Kulit Purwa, selamatan dan acara memperebutkan air yang berasal dari tujuh mata air.

Aliran kepercayaan kuno meyakini bahwa air yang berasal dari tujuh mata air dipercaya sebagai obat untuk segala macam penyakit dan tolak bala. Berikut video saat Said Aqil Siradj pidato :

 Said Aqil dalam pidatonya membawa qoul Imam Sufya  bin Uyainah, “Laa yanbaghil khuuruju minal.‘aadati illa fil haraam” (tidak boleh meninggalkan tradisi adat kecuali yang haram). Dengan kata lain Said Aqil menganggap ritual Mapag Dewi Sri bukanlah haram, kendati mengandung.keyakinan-keyakinan takhayul dan khurofat tentang Dewi Sri

Jika ditinjau dari aqidah Islam, tentu keyakinan ini termasuk kemusyrikan, sebab yang mengatur panen, curah hujan, memberi rizki, adalah Allah Subhanahu Wata’ala, bukan entitas lain. Sehingga sebuah ritual.(peribadatan) yang memiliki keyakinan itu adalah haram.

https://kaffah.net/viral-video-said-aqil-siraj-soal-membolehkan-tradisi-menjemput-dewi-sri/

___

Barangsiapa yang mengatakan kedua ritual ini boleh, kafir lah ia tanpa ada keraguan

​Dewi Sri adalah tokoh mitologi Hindu yang konon menjadi sumber asal tanaman padi. Karenanya lah kemudian masyarakat agraris tradisional (baca : kuno) Jawa-Bali memujanya sebagai lambang keberkahan dan kesuburan dengan segala ritualnya yang kental dengan nuansa animisme dan dinamisme.

Misal, Mapag Dewi Sri – yang katanya si Sri ini menjaga tanaman padi. Salah satu elemen penting dalam ritual ini adalah sesajen. Dengan mempersembahkan sesajen dalam perhelatan Mapag Dewi Sri tersebut diharapkan mendapatkan hasil panen yang memuaskan.

Upacara yang masih saudaraan dengan Mapag Sri adalah Nadran. Nadran sukuran laut dilakukan agar hasil tangkapan ikan para nelayan banyak/melimpah.

Untuk itu, disediakan sesajen berupa kepala kerbau, kembang tujuh rupa, buah-buahan, makanan khas, dan lain sebagainya yang dipersembahkan untuk penguasa laut.

Perbuatan Mapag Sri dan Nadran Laut ini jelas syirik akbar. Allah ta’ala berfirman:

ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺻَﻠَﺎﺗِﻲ ﻭَﻧُﺴُﻜِﻲ ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻱَ ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻲ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ

“Katakanlah sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah Rabb semesta alam” [QS Al-An’aam : 162].

ﻭَﻣَﻦْ ﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻜَﺄَﻧَّﻤَﺎ ﺧَﺮَّ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﺀِ ﻓَﺘَﺨْﻄَﻔُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻴْﺮُ ﺃَﻭْ ﺗَﻬْﻮِﻱﺑِﻪِ ﺍﻟﺮِّﻳﺢُ ﻓِﻲ ﻣَﻜَﺎﻥٍ ﺳَﺤِﻴﻖٍ

Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh” [QS. Al-Hajj : 31].

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻻ ﻳَﻐْﻔِﺮُ ﺃَﻥْ ﻳُﺸْﺮَﻙَ ﺑِﻪِ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮُ ﻣَﺎ ﺩُﻭﻥَ ﺫَﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻭَﻣَﻦْﻳُﺸْﺮِﻙْ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻘَﺪِ ﺍﻓْﺘَﺮَﻯ ﺇِﺛْﻤًﺎ ﻋَﻈِﻴﻤًﺎ

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka.sungguh ia telah berbuat dosa yang besar[QS. An-Nisaa’ : 48].

Tidak bisa menjadi ‘syar’iy’ ( ? ) hanya sekedar dikasih nyanyian shalawatan. Barangsiapa yang mengatakan kedua ritual ini boleh, kafir lah ia tanpa ada keraguan. Apalagi yang mengatakannya adalah orang yang tahu bahasa Arab, serta pernah belajar dan diajari tentang tauhid dan syirik beserta dalil-dalilnya; maka tidak ada udzur kejahilan baginya. Kecuali saat bicara yang bersangkutan sedang hilang akalnya (baca : gila).

Keterangan:Gambar 1 adalah patung Dewi Sri koleksi Museum Sonobudoyo.

Gambar 2 adalah kepala kerbau isi sesajen ritual Nadran.

Oleh : Dony Arif Wibowo / assunahsalafushshalih.wordpress.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.330 kali, 1 untuk hari ini)