.

 

 — Bahkan ketika ditanya apakah ada efek buruk atas Senkom akibat video “Nasehat Adam Sekjen FRIH dan Tantangan Sumpah Mubahalah untuk LDII” yang dianggap mencemarkan nama baik Senkom tersebut, lagi-lagi saksi menjawab tidak tahu.

H. Lukman sebagai saksi pertama dari Senkom yang dimintai keterangan oleh majelis hakim sering memberi keterangan berbelit-belit. Ia kerap ditegur majelis hakim agar fokus menjawab pertanyaan. Walau menolak adanya hubungan antara LDII / Islam jamaah dengan Senkom, Lukman mengaku perusahaannya yang bergerak d ibidang telematik lah yang membuat dan mengurus situs web LDII.

Sementara saksi kedua, Suyono, dalam keterangannya lebih banyak menjawab tidak tahu. Bahkan Suyono tidak pernah melihat video “Nasehat Adam Sekjen FRIH dan Tantangan Sumpah Mubahalah untuk LDII” yang dianggap mencemarkan nama baik Senkom. Bahkan ketika ditanya apakah ada efek buruk atas Senkom akibat video tersebut, lagi-lagi saksi menjawab tidak tahu.

Menyikapi kesaksian dari pihak Senkom, Adam Amrullah selaku Sekjen FRIH menyatakan bahwa keterangan mereka adalah dusta. Menurutnya, sudah terlalu banyak fakta lapangan dan saksi hidup yang menyatakan bahwa ada kaitan kuat antara LDII/Islam jamaah dengan Senkom.

Inilah beritanya.

***

 

Saksi dari Senkom Beri Keterangan Berbelit, Sekjen FRIH: Senkom Terlalu Banyak Dusta

Selasa 28 Jamadilakhir 1435 / 29 April 2014 15:54

SIDANG kasus Adam Amrullah, Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) versus Sentra Komunikasi Mitra Polri (Senkom)/LDII berlanjut. Sidang ke 6 yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bekasi ini mengagendakan keterangan saksi dari pihak Senkom (28/04/2014).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan dua orang saksi. H. Lukman, fungsionaris Senkom menjabat Ketua Bagian Telematika dan Humas, serta Suyono, anggota Senkom.

H. Lukman sebagai saksi pertama yang dimintai keterangan oleh majelis hakim sering memberi keterangan berbelit-belit. Ia kerap ditegur majelis hakim agar fokus menjawab pertanyaan. Walau menolak adanya hubungan antara LDII / Islam jamaah dengan Senkom, Lukman mengaku perusahaannya yang bergerak d ibidang telematik lah yang membuat dan mengurus situs web LDII.

Sementara saksi kedua, Suyono, dalam keterangannya lebih banyak menjawab tidak tahu. Bahkan Suyono tidak pernah melihat video “Nasehat Adam Sekjen FRIH dan Tantangan Sumpah Mubahalah untuk LDII” yang dianggap mencemarkan nama baik Senkom. Bahkan ketika ditanya apakah ada efek buruk atas Senkom akibat video tersebut, lagi-lagi saksi menjawab tidak tahu.

Menyikapi kesaksian dari pihak Senkom, Adam Amrullah selaku Sekjen FRIH menyatakan bahwa keterangan mereka adalah dusta. Menurutnya, sudah terlalu banyak fakta lapangan dan saksi hidup yang menyatakan bahwa ada kaitan kuat antara LDII/Islam jamaah dengan Senkom.

“Berat untuk mendakwahi mereka karena kebiasaan dusta yang mengakar,” ujar Adam.

Adam Amrullah juga meminta agar umat Islam untuk terus waspada akan bahaya gerakan LDII / Islam jamaah. Sidang akan dilanjutkan pada hari Senin depan tanggal 5 Mei 2014. [eza/Islampos]

(nahimunkar.com)