Salah dan Sombong, Prof Mahfud MD Ingatkan ‘Ulama’ PDIP Pendukung Ahok 12/10/2016 in Politik tweet inShare Pernyataan Mahfud MD di Twitter (IST) Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Mahfud MD mengingatkan kesalahan dan kesombongan yang dilakukan politikus PDIP Prof Hamka Haq saat tampil di acara ILC tvOne, Selasa (11/10).

Hamka Haq merupakan Ketua sayap keagamaan Islam PDIP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) Mahfud MD menilai Hamka Haq salah dalam memberikan contoh kepemimpinan sebelum turunnya Surat Al Maidah. “Pnjlasan Hamka Haq itu bagus tp keliru dlm 2 hal: 1) Dia memberi contoh sejarah sblm turun Srt Almaidah,” ungkap Mahfud.

Selain itu, warga nahdliyin (NU) ini mengkritik sikap sombong yang ditunjukkan Hamka Haq. ” Kedua dia banggakan dirinya profesor,” papar Mahfud. Kata Mahfud, harusnya bisa memberikan contoh setelah hijrahnya Nabi Muhammad SAW.

“Di dlm hukum, Islam maupun umum, ada asas: Hukum yg berlaku adl hukum yg diundangkan terakhir. Sbnr-nya Hamka bs ambil contoh pasca Madinah.*/suaranasional.com – 12/10/2016

***

Hukum di Al-Maidah hukum terakhir karena turunnya surat itu paling akhir

Prof Hamka Haq saat tampil di acara ILC tvOne, Selasa (11/10) menyebut sejarah ketika Nabi Muhammad saw di Makkah 13 di sana dipimpin Abu Thalib.

Dikemukakannya itu disertai mengaitkannya dengan perkataan Ahok tentang Al Maidah 51.

Perlu diketahui dalam ilmu tafsir telah dijelaskan bahwa surat Al Maidah adalah surat yang terakhir turun.

Dalam kitab-kitab hadits diriwayatkan:

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ عَنْ أَبِي الزَّاهِرِيَّةِ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ
دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ فَقَالَتْ هَلْ تَقْرَأُ سُورَةَ الْمَائِدَةِ قَالَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَتْ فَإِنَّهَا آخِرُ سُورَةٍ نَزَلَتْ فَمَا وَجَدْتُمْ فِيهَا مِنْ حَلَالٍ فَاسْتَحِلُّوهُ وَمَا وَجَدْتُمْ فِيهَا مِنْ حَرَامٍ فَحَرِّمُوهُ وَسَأَلْتُهَا عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ الْقُرْآنُ

رواه أحمد  إسناده صحيح، رجاله ثقات رجال الصحيح

Telah menceritakan kepada kami Abdurrahaman bin Mahdi dia berkata; telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah dari Abu Azzahiriyyah dari Jubair bin Nufair berkata; saya pernah menemui Aisyah, dia berkata; “Apakah kamu membaca surat Al Ma’idah?” Dia berkata; saya menjawab; “Ya.” Ia berkata; “Sesungguhnya ia adalah surat yang terakhir turun.” Apa saja perkara halal yang kalian dapatkan darinya maka halalkanlah ia, dan apa saja perkara haram yang kalian dapatkan darinya maka hramkanlah ia.” Saya bertanya kepadanya tentang akhlaq Rasululloh shallallohu’alaihi wa sallam? dia menjwab; “Akhlak beliau adalah al Qur’an.” (HR Ahmad)

Dari situ, walau ada yang bergelar profesor, namun apabila bicaranya tidak sesuai dengan riwayat yang shahih tersebut maka terolak. Lebih buruk lagi bila hal itu untuk membela penghina Al-Qur’an.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 76.956 kali, 1 untuk hari ini)