Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Antara Foto/Sigid Kurniawan.

Pidato Presiden Jokowi yang dibacakan dalam sidang tahunan MPR RI 2019, Jum’at 16 Agustus 2019, dibuka dengan:

Bismillahirrahmanirrahim,

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat Pagi,

Salam Damai Sejahtera untuk kita semua,

Om Swastiastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan,

(Baca selengkapnya di artikel “Teks Lengkap Pidato Presiden Jokowi di Sidang Tahunan MPR 2019”, https://tirto.id/egnu )

***

Suatu keprihatinan

 

Ya Allah, meskipun tulisan yang mengingatkan (bahaya perusakan keimanan Umat Islam lewat menyebarkan salam Islam tapi disertai salam2 agama lain bermuatan kemusyrikan) ini disepelekan. (Tulisan yang dimaksud, berjudul Tiga Pidato 16 Agustus, Semoga Tidak Mencontohi Perusakan Iman Umat Islam dengan Ucapkan Salam Islam namun Disertai Salam Agama-Agama Lain
https://www.nahimunkar.org/tiga-pidato-16-agustus-semoga-tidak-mencontohi-perusakan-iman-umat-islam-dengan-ucapkan-salam-islam-namun-disertai-salam-agama-agama-lain/
).

Ya Allah, walaupun justru pidato Presiden Jokowi di sidang tahunan MPR Jum’at 16 Agustus itu sengaja-ngaja mengulangi (bahkan di pembukaan pidato dan penutupan pidatonya dengan) salam oplosan –salam Islam disertai salam-salam agama lain– yang menurut Islam sangat membahayakan keimanan, (padahal sudah dari awal pidatonya tahun 2014 yang mencampur aduk salam Islam dengan salam kemusyrikan itu sudah kami tulis bahayanya: (Arsip) Bisa Murtad dan Musyrik! Mengucapkan Salam Islam Disertai Salam Agama Lain
https://www.nahimunkar.org/arsip-murtad-dan-musyrik-mengucapkan-salam-islam-disertai-salam-agama-lain/
).

 

Ya Allah, walaupun bahkan imam besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengatakan berdoa atas nama Islam (dalam sidang tahunan MPR 2019 itu) tapi dia juga mengucapkan salam oplosan yang sangat merusak iman itu; namun semoga tulisan ini sebagai bukti bahwa kami telah mengingkari kemunkaran yang kemunkarannya dapat mengeluarkan dari Islam itu.


Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar Baca Doa dalam Sidang Tahunan MPR 2019, Jum’at (16/8)/ foto ytb

 

Ya Allah, janganlah kami dilaknat sebagaimana kaum terdahulu yang terlaknat karena membiarkan kemunkaran.

{ لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ (78) كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ (79) تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ } [المائدة: 78 –
80]

78. Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. [Al Ma”idah:78]

79. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. [Al Ma”idah:79]

80. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. [Al Ma”idah:80]

 

Ya Allah, janganlah ditimpakan musibah bencana azab yang merata kepada kami gara2 membiarkan kemunkaran dan tidak dicegah.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلاَ يُنْكِرُوهُ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّبَ اللهِ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ

Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus. (HR Ahmad).

 

Ya Allah, Engkaulah yang Maha Tahu, yang telah mengutus NabiMu yang sangat khawatir akan bahayanya pemimpin (aimmah) yang sesat lagi menyesatkan.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam brsabda:

« إِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِى الأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ ».

Sesungguhnya yang aku takuti (bahayanya) atas umatku hanyalah imam-imam/ pemimpin-pemimpin yang menyesatkan. (HR Ahmad, rijalnya tsiqot –terpercaya menurut Al-Haitsami, juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ad-Darimi, dan At-Tirmidzi, ia berkata: Hadits Shahih. Al-Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah berkata, isnadnya shahih atas syarat Muslim).

Ya Allah, NabiMu saja sangat mengkhawatirkannya, ya Allah, namun di sini tampaknya justru kebalikan, ya Allah, justru mereka bangga2kan. Sedang yang berstatus penggede ulamanya diam saja, atau bahkan tampaknya sangat mendukung-dukungnya.

Ya Allah, NabiMu, Ya’qub ‘alaihissalam hanya mengadukan kegundahan dan kesedihannya kepadaMu ya Allah… semoga ini juga…

Ya Allah, ketika aimmah itu mengucapkan salam Islam namun kemudian disertai salam yang bermuatan ketuhanan (lain) yang mengecam Ke-IlahianMu, Engkau dikecam sebagai pemecah belah karena Engku menjadikan ada golongan mukmin dan ada golongan kafir, (lihat artikel: Bisa Murtad dan Musyrik! Mengucapkan Salam Islam Disertai Salam Agama Lain
https://www.nahimunkar.org/arsip-murtad-dan-musyrik-mengucapkan-salam-islam-disertai-salam-agama-lain/
) bukankah itu sama dengan menghujat ayat-ayat suciMu, ya Allah. Sedangkan Engkau telah berfirman:

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ} [العنكبوت: 47]

Dan tiadalah yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang kafir. [Al ‘Ankabut:47]

 

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الظَّالِمُونَ} [العنكبوت: 49]

Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zalim. [Al ‘Ankabut:49]

 

{وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا كُلُّ خَتَّارٍ كَفُورٍ} [لقمان: 32]

Dan tidak ada yang mengingkari ayat-ayat Kami selain orang-orang yang tidak setia lagi ingkar. [Luqman:32]

 

{ذَلِكَ جَزَاءُ أَعْدَاءِ اللَّهِ النَّارُ لَهُمْ فِيهَا دَارُ الْخُلْدِ جَزَاءً بِمَا كَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ } [فصلت: 28]

28. Demikianlah balasan terhadap musuh-musuh Allah, (yaitu) neraka; mereka mendapat tempat tinggal yang kekal di dalamnya sebagai balasan atas keingkaran mereka terhadap ayat-ayat Kami. [Fussilat:28]

Ya Allah, masalah yang sangat besar bagi agamaMU ini di negeri kami sedang dianggap sebagai sesuatu yang tidak ada masalah, bahkan seakan sebagai “sunnah” yang diulang-ulang dalam pidato kenegaraan yang dianggap penting.

Ya Allah, selamatkanlah kami, selamatkanlah Umat Islam yang menjunjung Islam, kuatkanlah kami dari segala fitnah yang dilontarkan kaum mujrimin, fasiqin, zindiqin dan munafiqin, selamatkanlah kami dari syubhat-syubhat mereka yang merusak iman seperti tersebut dan sebagainya. Kabulkanlah doa kami, ya Allah, ya Tuhan Yang Maha Mengabulkan doa. Aamiin…

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.424 kali, 1 untuk hari ini)