Foto: Presiden Yaman, Abduh Rabbah Manshur Hadi

Sanaa – Presiden Yaman Abdu Rabbu Mansour Hadi menyeru rakyat Yaman untuk bangkit melawan pemberontak Syiah Hutsi. Hadi menjadi presiden yang sah dan melarikan diri ke Arab Saudi ibu kota Sanaa diambil alih pemberontak pada 2014 silam.

“Saya berbelasungkawa untuk rakyat Yaman telah syahid dalam pemberontakan Sanaa, yang diawali dengan terbunuhnya mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, juga untuk semua pejuang dan anggota Partai Kongres yang terbunuh,” katanya pada malam hari setelah kabar kematian Saleh.

Hadi mengatakan bahwa Sanaa telah unggul dan akan menang. “Yaman melewati titik balik kritis dan penting, dan akan menunjukkan setiap sumber daya dan substansi yang solid. Orang-orang kita cukup menderita karena kelompok kriminal,” katanya.

“Saya bertaruh dan masih bertaruh pada rakyat dalam bias awal Republik dan revolusi dan nilai-nilainya untuk dialog nasional dan Yaman federal yang baru,” tambah Hadi seperti dikutip dari Islamion, Senin (04/12/2017).

Hadi kemudian mengimbau kepada seluruh anggota dan jajaran pemimpin Partai Kongres untuk bersatu di bawah kepemimpinan yang sah.

Diberitakan sebelumnya, pemberontak Hutsi mengonfirmasi kematian Ali Abdullah Saleh. Konvoi mantan presiden Yaman itu menjadi target rudal Hutsi ketika akan melarikan diri dari ibu kota Sanaa.

Foto-foto kematian Saleh banyak tersebar di situs jejaring sosial. Dia ditembak di kepala dari belakang dan dibawa oleh milisi Hutsi ke lokasi yang tidak diketahui.

Sumber: Islamion
Redaktur: Ibas Fuadi

Sumber: kiblat / islamsia.ga

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.062 kali, 1 untuk hari ini)