Solo – Bisnis prostitusi berkedok salon digrebek Ormas Islam di Solo, Jawa Tengah. Dalam penggrebegkan tersebut puluhan ormas islam berhasil menangkap basah seorang pelacur yang sedang melayani pria hidung belang di dalam kamar. Salon tersebut diketahui sudah menjalankan bisnis prostitusinya sejak lama, Bisinis prostitusi berkedok salon tersebut memiliki nama Salon D Amor, yang terletak di Kampung Badran, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Selain menangkap basah kedua pasangan tak resmi sedang bugil didalam kamar, Sejumlah alat kontrasepsi juga ditemukan sebagai salah satu pelengkap sarana bermesra ria sesaat dengan tarif diperkirakan Rp.300.000 rupiah. Salon D Amora yang terletak di tengah Kota Solo itu diketahui memiliki pekerja sex komersial sebanyak 7 orang.

Menurut keterangan, Ketua DPP LUIS (Laskar Umat Islam Surakarta) Edi Lukito menjelaskan, Dalam penggrebekan tersebut Laskar Islam berhasil menangkap basah pelacur yang sedang berzina dengan laki-laki hidung belang, serta ditemukan beberapa alat kontrasepsi yang sudah dipersiapkan. Disisi lain, Pihaknya berharap agar PSK–PSK yang dipekerjakan di salon tersebut untuk berhenti menjadi seorang pelacur. Dikatakannya, Menjadi pelacur adalah salah satu suatu perbuatan yang hina.

“Kami berharap agar kalian berhenti menjadi seorang pelacur. Ini kan suatu perbuatan yang hina. Dengan bertobat anda akan terangkat derajatnya dari pada menjadi seorang pelacur,” pungkasnya kepada awak media di sela–sela penggerebekan, Kamis (10/3).

Di tempat yang sama, Humas DPP Luis, Endro Sudarso mengungkapkan, di Kota Solo keberadaan tempat prostitusi sebenarnya banyak sekali dengan kedok salon yang menyediakan jasa pelacuran. Selain itu, Humas DPP Luis tersebut menyebutkan, Bahwa pemilik Salon D Amora adalah seorang oknum kesatuan Brimob dan istrinya. Salon tersebut menjadi salah satu tipe salon esek–esek kelas menengah keatas, terangnya. (dmtn)

Sumber: hallojateng.com/ Thursday, 10/3/2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.459 kali, 1 untuk hari ini)