Hasan Al-Jaizy

“Iya. Kami mendengar”, itu lafalnya di lisan. Tapi di batin: ‘dan kami akan membangkang’. Orang Yahudi kala itu banyak yang seperti itu. Diwanti-wanti agar begini dan jangan begitu. Mereka tidak peduli, sampai Allah menunjukkan kemurkaannya dengan memerintah para malaikat mencabut suatu gunung dan mengambangkannya di atas mereka. Jika mereka tetap tidak mau nurut, maka gunung tersebut siap dijatuhkan di atas mereka.

Akhirnya mereka menjawab, “Kami mendengar.” Sebagian ulama tafsir menerangkan bahwa lafal ‘ashaina’ (kami bermaksiat) itu diucapkan di hati. Jadi, seolah mereka sedang berusaha menipu Allah. Seolah Allah tidak mengetahui isi hati mereka. Begitulah rusaknya dan bodohnya pikiran orang Yahudi.

Akhirnya gunung tidak dijadikan menimpa mereka. Dan Allah Maha Tahu kelicikan hati mereka. Akhirnya Allah hukum hati-hati mereka dengan hukuman mencintai kesyirikan yaitu menyembah patung anak lembu.

Betapa banyak orang-orang yang keterlaluan bodohnya, karena dihukum oleh Allah akan kemaksiatan dan kebebalan mereka.
Selamat nyimak dengan tenang kajian Tafsir kami, at-Tafsir al-Muyassar, semoga bermanfaat:

AT-TAFSIR AL-MUYASSAR (36) – “Al-Baqarah 093-096”

AT-TAFSIR AL-MUYASSAR (36) – “Al-Baqarah 093-096” [Hasan al-Jaizy]

Kajian kitab At-Tafsir al-Muyassar bersama Hasan al-Jaizy

***

Hasan Al-Jaizy

Pembahasan Fiqh Madzhab perihal sunnah membaca basmalah sebelum berwudhu. Ngaji kitab klasik mari. Mudah dan semoga Allah mudahkan. Baarakallaahu fiikum.

KIFAYATUL AKHYAR (26) – “THAHARAH: Sunnah Wudhu: Tasmiyah”

KIFAYATUL AKHYAR (26) – “THAHARAH: Sunnah Wudhu: Tasmiyah” [Hasan al-Jaizy]

Kajian kitab Kifayatul Akhyar karya Taqiyyudiin al-Hishny bersama Hasan al-Jaizy @YOUTUBE.COM

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.908 kali, 1 untuk hari ini)