Tidak manfaat banget ya, masa’ tingkah homo yang jelas tidak normal dan sangat dosa besar justru Zuhairi sanjung. Sedang spanduk anti syiah yang justru mengingatkan bahaya perusak aqidah bagi umat Islam, malah Zuhairi kecam.

Kalau merujuk kepada ayat Al-Qur’an, orang yang menyuruh kemunkaran dan mencegah kebaikan seperti itu ada grupnya, yaitu kaum munafiq.

{الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُمْ مِنْ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُوا اللَّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ (67) وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا هِيَ حَسْبُهُمْ وَلَعَنَهُمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُقِيمٌ } [التوبة: 67، 68]

  1. Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan. sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma´ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik
  2. Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah melaknati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal [At Tawbah,67-68]

Inilah beritanya.

***

Polda Riau Pasang Spanduk Anti Syiah, Tokoh JIL dan Politisi PDIP Ini Sewot

Polda Riau memasang spanduk yang bertuliskan, “SYIAH BUKAN ISLAM, BAHAYA SYIAH MENGANCAM AQIDAH DAN STABILITAS BANGSA” yang gambarnya sudah banyak tersebar dimedia sosial pada Senin, 25 Januari 2016.

Inisiatif Polda Riau tersebut mendapat banyak apresiasi masyarakat, karena memberantas gerakan Syiah yang sesat adalah memang tugasnya polisi.

Rupanya, ada pihak yang merasa terganggu dengan spanduk yang sudah beredar luas dimedia sosial itu. Siapakah dia?

Adalah tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Zuhairi Misrawi protes kepada Kapolda Riau terkait spanduk yang dipasang.

Zuhairi yang juga dikenal sebagai politisi PDIP ini berpendapat, tidak sepatutnya Kapolda Riau memasang spanduk yang mengandung yang berisi penolakan terhadap Syiah. Zuhairi pun memberikan solusi agar spanduk dipasang di Arab Saudi.

“Ini spanduk layaknya ada di Saudi, bukan di Kapolda Riau :(( ” kicau Zuhairi via akun twitter @zuhairimisrawi, Senin (25/1/2016).

Diketahui, Zuhairi Misrawi adalah salah satu caleg dari PDIP yang gagal menuju senayan pada Pileg 2014 lalu. Hal ini menandakan bahwa, rakyat tidak begitu percaya kepada dirinya menjabat anggota DPR RI. Jika jadi caleg saja tak mamapu, bagaimana Zuhairi mau membela syiah?

***

Pernah Dijuluki Pelacur Intelektual, Kini Zuhairi Sanjung LGBT

by nahimunkar.com,  Jan 25th, 2016

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Zuhairi tampak bersaing dengan Ulil dalam Mendukung kaum Homo

Ada seorang liberal di partai tertentu, tadinya dijuluki pelacur intelektual oleh seorang penulis di suatu media. Tahu-tahu kini dia mengagungkan penyimpangan sex yang sering disebut dengan LGBT ( Lesbian Gay Bisexual Transgender) .

Melalui akun Twitter-nya @zuhairimisrawi mengatakan, LGBT makhluk yang diagungkan Tuhan.

“LGBT juga manusia, makhluk yang sangat diagung-agungkan Tuhan. Kenapa harus didiskriminasi?” ungkap Zuhairi.

Pernyataan Ulil di Twitter-nya berkaitan dengan perilaku LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual & Transgender) yang semakin marak di Indonesia, “Kalau memang benar kaum Luth di adzab, kenapa Allah tidak menurunkan Adzab yang sama di zaman sekarang?”

Dalam Islam, pelaku dan pasangan homo hukumannya bunuh

Pelaku homosex maka sudah ada hukumnya, yakni dibunuh.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : { مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ وَمَنْ وَجَدْتُمُوهُ وَقَعَ عَلَى بَهِيمَةٍ فَاقْتُلُوهُ وَاقْتُلُوا الْبَهِيمَةَ } .رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْأَرْبَعَةُ وَرِجَالُهُ مُوَثَّقُونَ إلَّا أَنَّ فِيهِ اخْتِلَافًا )

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi saw bersabda: “Siapa-siapa yang kamu dapati dia mengerjakan perbuatan kaum Luth (homoseksual, laki-laki bersetubuh dengan laki-laki), maka bunuhlah yang berbuat (homo) dan yang dibuati (pasangan berbuat itu); dan barangsiapa kamu dapati dia menyetubuhi binatang maka bunuhlah dia dan bunuhlah binatang itu.” (HR Ahmad dan Empat (imam perawi), dan para periwayatnya orang-orang yang terpercaya, tetapi ada perselisihan di dalamnya).

Dalam Kitab Subulus Salam dijelaskan, dalam hadis itu ada dua masalah. Pertama, mengenai orang yang mengerjakan (homoseks) pekerjaan kaum Luth, tidak diragukan lagi bahwa itu adalah perbuatan dosa besar. Tentang hukumnya ada beberapa pendapat: Pertama, bahwa ia dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan (dianalogikan) dengan zina karena sama-sama memasukkan barang haram ke kemaluan yang haram. Ini adalah pendapat Hadawiyah dan jama’ah dari kaum salaf dan khalaf, demikian pula Imam Syafi’i. Yang kedua, Pelaku homo dan yang dihomo itu dibunuh semua baik keduanya itu muhshon (sudah pernah nikah dan bersetubuh) atau ghoiru muhshon (belum pernah nikah) karena hadits tersebut. Itu menurut pendapat pendukung dan qaul qadim As-Syafi’i.

Masalah kedua tentang mendatangi/ menyetubuhi binatang, hadits itu menunjukkan haramnya, dan hukuman atas pelakunya adalah hukum bunuh. Demikianlah pendapat akhir dari dua pendapat Imam As-Syafi’i. Ia mengatakan, kalau hadits itu shahih, aku berpendapat padanya (demikian). Dan diriwayatkan dari Al-Qasim, dan As-Syafi’I berpendapat dalam satu pendapatnya bahwa pelaku yang menyetubuhi binatang itu wajib dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan dengan zina..(Subulus Salam, juz 4, hal 25).

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.348 kali, 1 untuk hari ini)