Tampaknya media sosial dijadikan sarana oleh para penyanjung Ahok sampai melampaui batas. Bahkan batas-batas yang telah ditentukan Allah Ta’ala pun diterjang semaunya. Atau bahkan disalahgunakan semaunya, hanya demi menyanjung Ahok. Padahal, Ahok sendiri, bila para penyanjungnya itu menengok batas-batas dari Allah Ta’ala, pasti mereka tahu, bahwa dia adalah kafir kitabi.

Terhadap yang kafir itu, Umat Islam sudah dituntun oleh Allah Ta’ala dalam menyikapinya. Bila si kafir tidak macam-macam terhadap Umat Islam, maka petunjuk ayatnya ini:

لَّا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ لَمۡ يُقَٰتِلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَلَمۡ يُخۡرِجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ أَن تَبَرُّوهُمۡ وَتُقۡسِطُوٓاْ إِلَيۡهِمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلۡمُقۡسِطِينَ ٨ [سورة الـمـمـتـحنة,٨]

Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil [Al Mumtahanah8]

نيل المرام من تفسير آيات الأحكام (ص: 440)

 ومعنى الآية أن الله سبحانه لا ينهى عن بر أهل العهد من الكفار الذين عاهدوا المؤمنين على ترك القتال، وعلى أن لا يظاهروا الكفار عليهم، ولا ينهى عن معاملتهم.

Makna ayat itu bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak melarang untuk berbuat baik terhadap orang kafir yang punya perjanjian dengan mukminin (atas janji) tidak berperang dan tidak memenangkan ora-orang kafir atas mukminin, (maka boleh berbuat baik kpd mereka) dan tidak dilarang bergaul (jual beli dan sebagainya) dengan mereka. (Nailul Maram hlaman 440).

Meskipun demikian, Allah Ta’ala melarang kaum Muslimin menjadikan orang kafir sebagai teman kepercayaan ataupun pemimpin.

لَّا يَتَّخِذِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَوۡلِيَآءَ مِن دُونِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَۖ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ فَلَيۡسَ مِنَ ٱللَّهِ فِي شَيۡءٍ إِلَّآ أَن تَتَّقُواْ مِنۡهُمۡ تُقَىٰةٗۗ وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفۡسَهُۥۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلۡمَصِيرُ ٢٨ [سورة آل عمران,٢٨]

Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu) [Al ‘Imran28]

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُواْ بِطَانَةٗ مِّن دُونِكُمۡ لَا يَأۡلُونَكُمۡ خَبَالٗا وَدُّواْ مَا عَنِتُّمۡ قَدۡ بَدَتِ ٱلۡبَغۡضَآءُ مِنۡ أَفۡوَٰهِهِمۡ وَمَا تُخۡفِي صُدُورُهُمۡ أَكۡبَرُۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِۖ إِن كُنتُمۡ تَعۡقِلُونَ ١١٨ [سورة آل عمران,١١٨]

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya [Al ‘Imran118]

Oleh karena itu, siapapun orangnya, kalau dia muslim maka wajib mentaati aturan dari Allah Ta’ala tersebut. Bila melanggarnya, apalagi mengajak umat Islam untuk melanggarnya, berarti jelas-jelas menentang Allah Ta’ala.

Anehnya, gejala yang sangat menyakiti Umat Islam kini bermunculan. Menggunakan ajaran Islam untuk menyanjung orang kafir dan untuk memilihnya sebagai pemimpin.

Ini di antara contohnya.

***

Teman Ahok Hina Kesucian Ibadah Umat Islam, Samakan Ahok Dengan Air Wudhu

Redaksi – Kamis, 30 Ramadhan 1436 H / 16 Juli 2015 07:00 WIB

Teman Ahok0003

Eramuslim.com – Kicauan akun Teman Ahok, relawan pendukung Ahok, di media sosial twitter, telah menunjukan kedangkalan berfikir para relawan tersebut. Mereka telah melecehkan tata cara ibadah umat Islam yaitu wudhu.

Dalam kicauan tersebut, @temanahok menyamakan Ahok dengan air wudhu atau air suci yang dipakai untuk mensucikan diri. Mereka dengan kasar dan fanatik menanggap Ahok sebagai orang yang paling suci. Sungguh sebuah kefanatikan yang tidak baik, lantaran menganggap Ahok layaknya nabi atau orang suci.

Teman Ahok harusnya paham, bahwa air wudhu adalah tata cara peribadatan umat Islam. Sedangkan Ahok sendiri bukan orang Islam, sehingga tidak pantas dia dianalogikan dengan wudhu. Bahkan najis.

Saya menduga kicauan itu adalah upaya politisasi umat Islam di Jakarta, untuk menarik simpatik umat Muslim demi kepentingan Ahok maju di Pilkada DKI 2017.

Sungguh keterlaluan perilaku relawan Ahok tersebut. Demi kepentingan politik, ia tidak bisa menghormati rumah tangga umat muslim dengan segala aturan dan hukumnya.

Demi meraih simpatik politik ia merusak cara berfikir umat dan merendahkan hukum umat Islam.

Oleh, Aditya Iskandar, Aktivis Solidaritas Untuk Pergerakan Aktifis Indonesia (Suropati)[rz]
http://www.eramuslim.co/berita/nasional/teman-ahok-hina-kesucian-umat-islam-samakan-ahok-dengan-air-wudhu.htm

***

Seorang Nitizen Bongkar Kedok Wanita Jilbaber yang Mengkampanyekan “Saya Muslim Saya Dukung Ahok”

Posted by Anton Aruan

Date: March 13, 2016

Teman Ahok

Teman Ahok0002

Sumbar1.com-Seorang nitizen yang bernama Harris Callister telah membongkar kedok Teman Ahok yang mengatakan “Saya Muslim Saya dukung Ahok” saat melakukan kampanye untuk mengajak warga Jakarta untuk mendukung Ahok.

Dalam akun jejaring sosialnya Harris Callistermembongkar kedok salah satu perempuan jilbaber yang memakai sweter hitam dengan mengatakan bahwa perempuan tersebut bukanlah seorang muslim,tapi seorang Nasrani yang sedang menyamar menjadi seorang muslimah.

Berikut kicauan nitizen yang bernama Harris Callister…

Sorry Just info,, orang yang mengenakan sweter hitam sebelah kanan, saya kenal dengan orang tersebut karena masih satu lingkungan dengan saya,, Namanya Nirmala Tedor asal Maluku beragama Kristen,, pernah bertegur walau tidak akrab,, kok bisa bisanya ya orang kristen berjilbab hanya karena mendukung Ahok dengan cara licik dan busuk,, setelah saya cek FB nya sudah dihapus. Dan setelah saya kerumah dan saya info sama orang tua Nirmala,,, apa yang terjadi ibunya langsung kaget,,, setelah saya kasih bukti fotonya. Mohon umat Muslim hati2 dengan cara komunis dan misionaris ini… Jakarta memang target penguasaan Komunis.. waspada pribumie..

Itulah kicauan dari salah seorang nitizen yang memb ongkar seorang perempuan jilbaber yang ternyata bukan beragama Islam. Beragam tanggapan serta komentar juga datang dari para nitizen lainya.

Salah satu nitizen mengatakan para pendukung Ahok sering bilang jangan bawa- bawa agama dalam berpolitik namun anehnya mereka baru saja mengkampanyekan ‘Saya Muslim saya mendukung Ahok’

http://sumbar1.com/seorang-nitizen-bongkar-kedok-wanita-jilbaber-yang-mengkampanyekan-saya-muslim-saya-dukung-ahok/

***

Terlepas apakah mereka yang menyanjung orang kafir untuk dipilih oleh kaum Muslimin itu pelakunya Muslim atau bukan. Yang jelas, mereka telah menodai Islam sekaligus menyakiti Umat Islam, bahkan menjerumuskan agar menyepelekan aturan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Na’udzubillahi min dzalik!

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.580 kali, 1 untuk hari ini)