Ada santri sedang liburan, diajak oleh bapaknya ke rumah pakdenya. Santri yang masih kelas satu tsanawiyah itu ditanya.

Ada ga’ di pesantren tempatmu belajar, santri yang rajin belajar, menghafal, tekun sekali mengaji?

Ada, Pakde. Dia di masjid mengaji terus, sampai tengah malam, lalu tidur, kemudian bangun dini hari, mengaji lagi dan seterusnya. Tiap hari.

Nah, itu yang harus kamu tiru… Dulu ada anak santri yang pernah bertamu ke sini beberapa kali. Kalau di sini pun tetap masih menghafal hadits-hadits. Tahu-tahu, kemudian dia juara lomba hafalan hadits yang diadakan antar negara; Saudi Arabia dan Indonesia. Hingga mendapatkan penghargaan ini itu dan juga ibadah haji. Dan bahkan kemudian diterima sekolah di Arab Saudi. Ketekunan belajar seperti itu, di dunia saja sudah mendapatkan keni’matan dari Allah Ta’ala. Semoga di akherat pula, lebih baik lagi. Makanya, yang ditiru yang sperti itu ya…

Ya, Pakde, insya Allah.

Ya… itu penting. Kenapa? Karena sekarang ini, anak-anak seumurmu, apa yang mereka pegang sehari-hari?

HP, Pakde…

Ya, kebanyakan mereka pegang hp setiap hari. Mereka ingat masa tua, ingat mati, ingat akherat ga’?

Mungkin ga’ ingat, Pakde,…

Nah… mereka yang sejak kecil tidak peduli ingat masa tua, tak tahu ingat mati, tak tahu hidup ini harus menyiapkan bekal untuk akherat itu, nanti di kala kamu  sudah besar, sudah dewasa, sudah tua sama-sama dengan mereka, maka itu menjadi tugasmu untuk membimbing mereka. Agar mereka ingat mati, ingat akherat, harus mempersiapkan bekal agar tidak rugi di akherat kelak ya…

Ya, insya Allah, Pakde…

Ya, untuk membimbing mereka itu harus dengan ilmu. Harus faham ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an, faham hadits Nabi shallalahu ‘alaihi a sallam. Itu semua harus dipelajari dengan tekun seperti santri yang kamu lihat itu ya…

Ya, insya Allah, Pakde.

Nah, kalau sudah punya bekal ilmu, maka ilmu itu bisa untuk membimbing diri sendiri, keluarga, dan masyarakat orang banyak, agar semuanya selamat di dunia dan akherat ya…

Ya Pakde… Terimakasih atas nasihatnya, Pakde…

Ya… semoga Allah berkahi… jangan malas-malasan ya…

Ya, Pakde… insya Allah…  Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.898 kali, 1 untuk hari ini)