Santri NU, Zabidi Said/ foto ytb


Permasalahan yang melanda Ansor maupun NU ada di puncak pimpinan. Dan untuk mengatasi dengan mengganti ketua umumnya.

 “Ketua Umum GP Ansor diganti juga Ketua Umum PBNU,” kata santri NU Zabidi Said dalam pernyataan yang tersebar di Youtube maupun media sosial lainya.

Kata Zabidi, ada pepatah arab sahabat itu mengendalikan. Jika sahabat kita karakter positif maka ikut positif.

“Jika karakter sahabat kita negatif maka ikut negatif. Ini skala persahabatan bisa dianologikan untuk kepemimpinan,” jelasnya.

Menurut Zabidi, tindakan nyeleneh Ansor dan Banser akan terus berlangsung jika tidak ada pergantian pimpina di ormas sayap kepemudaan NU itu.

 “Harus ada penerapan pasal pada mereka lewat kritikan, nasihat agar kembali pada posisi yang benar,” jelasnya.

Selain itu, dalam video lain, Zabidi menyoroti tindakan Banser yang membubarkan gerakan #2019GantiPresiden di Surabaya.

“Saya secara pribadi warga NU sangat menyayangkan yang dilakukan sahabat Banser apapun alasan, sahabat Banser menjaga kondusifitas Surabaya dan sekitarnya. Bagi saya tindakan Banser itu lebih politis karena tidak suka,” ungkapnya.

Kata Zabidi, sahabat Banser ini terprovokasi dan terdorong politisi tertentu untuk melalukan pendemoan dengan alasan menjaga kondusifitas surabaya dan sekitarnya.

 “Padahal yang didemo itu bukan gerakan teroris, radikal. Gerakan yang murni dari masyarakat gerakan sah legal terlegitimasi konstitusional,” ungkapnya.

Zabidi mengatakan, tindakan yang dilakukan Banser itu, mencabuti nilai-nilai ke NU an itu sendiri di mana tidak sesuai ketentuan NU yang diwariskan ulama-ulama.

“Ketentuan NU di antaranya kembali khitah 1926 di mana tidak melakukan politik praktis. Kejadian ini bukan satu kali, dua kali tapi sudah dilakukan beberapa kali sahabat Banser,” pungkasnya.

Zabidi Said (IST)

Sumber : suaranasional.com 10/09/2018By Ibnu Maksum

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.379 kali, 1 untuk hari ini)