Putri Presiden ke-4 RI Gus Dur, Yenny Wahid meminta orang-orang tak mudah memberi cap radikal pada santri yang menutup telinga saat mendengar musik. (CNN Indonesia/Andry Novelino)


Jakarta, — Putri dari Presiden keempat RI yang juga eks Ketum PB Nahdlatul Ulama (alm) Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid, meminta orang-orang tak seenaknya memberi stempel atau cap radikal kepada para santri yang menutup telinga saat mendengar musik.
Yenny mengungkap hal demikian merespons rekaman video viral yang menunjukkan para santri duduk menutup telinga saat alunan musik populer yang dimainkan live terdengar. Menurut Yenny, aksi para santri itu bukanlah indikator yang menunjukkan mereka terpapar radikalisme.

“Jadi kalau anak-anak ini oleh gurunya diprioritaskan untuk fokus pada penghafalan Alquran dan diminta untuk tidak mendengar musik, itu bukanlah indikator bahwa mereka radikal,” kata Yenny dalam akun Instagram resmi miliknya @Yennywahid yang sudah diizinkan untuk dikutip juru bicaranya, Imron Rosyadi, Rabu (15/9).

Yenny mengatakan narasi-narasi yang menyematkan label atau cap kepada orang lain dengan mudah itu justru malah makin memperuncing keterbelahan di tengah rakyat Indonesia yang plural. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk saling belajar dan mengerti satu sama lain.
CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 08:09 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 277 kali, 1 untuk hari ini)