Ilustrasi: Menag Lukman Hakim Saifuddin/ foto ukkfapertaunsoed

Diberitakan, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta umat beragama khususnya umat Islam tidak terlalu serius dalam beragama.

“Kita jangan terlalui tegang dalam menganut paham Agama, jangan kita terlalu formalistis dalam menjalani kehidupan keagamaan atau terlalu serius, sehingga melupakan substansi agama, yakni saling mengasihi dan saling memperhatikan satu sama lain,” kata Lukman sambutan di acara khatamal Quran 7769 santri dari 101 santri TPQ yang ada di Kabupaten Mamuju, Sulbar, Selasa (25/7 2017).

Sumber: suaranasional.com

Saran aneh itu walau disampaikan Juli 2017, namun masih terngiang karena anehnya, sedang disampaikannya itu dalam acara khataman Al-Qur’an, maka sorotan ini masih rlevan lantaran kini bulan Ramadhan, bulan turunnya Al-Qur’an.

Mari kita bandingkan dengan penjelasan singkat mengenai adanya gejala sikap orang yang ingin mencoba mengambil jalan tengah antara iman dengan kufur. Petikan berikut ini diringkas dari ‘Kajian Al Baqoroh ayat 4 : Beriman kepada Al Qur’an’ di situs nasihathidup.

***

Kajian Al Baqoroh ayat 4 : Beriman kepada Al Qur’an

by Kabayan

وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.(QS. 2:4)

Ada 3 ciri orang bertaqwa menurut ayat ini : 1. beriman kepada Al qur’an, 2. beriman kepada kitab sebelum Al Qur’an dan 3. beriman kepada Akhirat.

Beriman kepada Kitab yang diturunkan kepada nabi Muhammad adalah meyakini kebenaran Al-Quran tanpa membedakan ayat yang satu dengan yang lainnya.

Kenyataannya ada orang yang ingin mencoba mengambil jalan tengah antara iman dengan kufur yaitu dengan beriman terhadap sebagian ayat dan ingkar terhadap sebagian lainnya.

{إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا (150) أُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ حَقًّا وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُهِينًا } [النساء: 150، 151]

  1. Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir)
  2. merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. (QS al-Nisa’ [4]: 150-151).

Allah SWT berfirman:

{أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ} [البقرة: 85]

Apakah kamu beriman kepada sebahagian al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian dari padamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat (TQS al-Baqarah [2]: 85).

Seorang Mukmin harus menolak sekularisme yang menyatakan bahwa  agama tidak boleh mengatur pemerintahan, ekonomi, pendidikan, pidana, dan urusan publik lainnya. Jika ideologi ini diyakini, maka ayat dan hadits yang menjelaskan urusan publik akan ditolak, bahkan diingkari. Jika ini terjadi, maka pelakunya akan jatuh kepada kekufuran.

https://nasihathidup.wordpress.com/2016/01/31/kajian-al-baqoroh-ayat-4-beriman-kepada-al-quran/

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.266 kali, 1 untuk hari ini)