Satpam Tua Perkosa ABG sejak 2019, dengan Mengancam Akan Santet Itunya Korban

  • Nasib Tragis di Hari Qiyamat bagi Manula yang Berzina, Raja yang Suka Dusta, dan orang miskin yang sombong

Silakan simak ini.

***

Satpam Tua Perkosa ABG sejak 2019, dengan Mengancam Akan Santet Itunya Korban

 


VIVA – Seorang pria tua berinisial K (60 tahun) ditangkap oleh polisi gara-gara memerkosa wanita berusia 13 tahun. Ia merudapaksa korban sejak tahun 2019, saat tersangka bertugas sebagai satpam di sebuah lapangan futsal di Ngagel, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Ambuka Yudha menjelaskan, perbuatan tersangka terungkap setelah orang tua korban melapor ke Unit Perlindungan Perempuan Anak (PPA). Setelah menemukan alat bukti cukup, polisi menangkap K di rumahnya.

Korban adalah tetangga tersangka. Ia menggunakan kamar mandi di tempat dia bekerja sebagai satpam untuk menggauli korban. Di situ tersangka menyimpan alas untuk merudapaksa korban.

Tersangka mengakui perbuatannya saat diperiksa polisi di Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 27 Mei 2021.

Setiap kali menyetubuhi korban, tersangka memberikan duit Rp100 ribu. Tersangka juga menakut-nakuti korban akan disantet alat kelaminnya. Korban pun akhirnya takut dan pasrah tiap kali disetubuhi tersangka.

Dalam pemeriksaan juga diketahui bahwa tersangka berhasrat dengan anak di bawah umur. Namun secara psikologis tersangka tidak memiliki kelainan. Ia memerkosa secara sadar. “Saya ngasih Rp100-150 ribu. Hanya di situ (kamar mandi) yang memungkinkan [memperkosa],” kata K.

Tersangka K terjerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman penjara 15 tahun. Sedangkan korban mendapat pendampingan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) Surabaya.

Mohammad Arief Hidayat, Nur Faishal (Surabaya)

/id.berita.yahoo.com, Jum, 28 Mei 2021 9.36 AM·

***

Nasib Tragis di Hari Qiyamat bagi Manula yang Berzina, Raja yang Suka Dusta, dan orang miskin yang sombong

Raja yang Suka Berdusta Tidak Akan Diajak Bicara oleh Allah pada Hari Qiyamat


Posted on 15 Juli 2016

by Nahimunkar.org

 

صحيح مسلم (1/ 102)

172 – (107) وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، وَأَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ – قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ: وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ – وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ ”

__________

[شرح محمد فؤاد عبد الباقي]

 [ ش (وعائل) العائل هو الفقير]

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan Dia tidak akan mensucikan mereka… –Abu Mu’awiyah berkata, “Dan Tidak akan dilihat oleh Allah.”– Dan bagi mereka adzab yang pedih, yaitu orang (sudah) tua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR Muslim).

شرح السنة للبغوي (13/ 168)

عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلا يُزَكِّيهِمْ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُتَكَبِّرٌ «.

هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ، أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ، عَنْ وَكِيعٍ، وَأَبِي مُعَاوِيَةَ، وَزَادَ فِي رِوَايَةِ أَبِي مُعَاوِيَةَ» وَلا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ “.

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan Dia tidak akan mensucikan mereka: orang (sudah) tua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong.” Ini hadits shhih, dikeluarkan oleh Muslim dari AbiBakrah bin Syaibah, dari Waki’ dan Abi Mu’awiyah. Dan tambahan dalam riwayat Abi Mu’awiyah: , “Dan Tidak akan dilihat oleh Allah. Dan bagi mereka adzab yang pedih”. (Syarhus Sunnah oleh Al-Baghawi 13/168).

***

Hukum Bunuh Atas Tukang Sihir

/ Santet

Posted on 2 Maret 2014

by Nahimunkar.org


 
 

Dalam Islam, dukun santet alias tukang sihir pun hukumannya adalah hukum bunuh. Hukuman bagi tukang sihir adalah tergantung kepada kegiatan sihirnya. Jika pekerjaan atau ucapan yang berkaitan dengan sihirnya itu menyebabkan kekufuran, maka ia harus dibunuh. Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam bersabda: 

حَدُّ السَّاحِرِ ضَرْبَةٌ بِالسَّيْفِ

“Hukuman bagi tukang sihir adalah ditebas dengan pedang.” (HR. At-Tirmidzi dan Ad-Daruquthni, marfu’dan mauquf. Hadits yang mauquf shahih, sedangkan yang marfu’ dha’if. Tetapi hadits ini diamalkan, sejalan dengan pernyataan Imam Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad, dan sebagian besar ulama sebelum mereka, baik dari para sahabat maupun dari tabi’ in).
Jika perbuatan dan perkataan yang dikaitkan dengan sihirnya itu tidak mengakibatkan kekufuran, maka si dukun itu harus dita’zir (diberikan hukuman tertentu) dan diperintahkan untuk bertaubat. Jika ia bertaubat maka tidak dibunuh), tetapi jika menolak, maka ia harus dibunuh, karena sihir itu pada akhirnya tidak akan pernah sepi dari perbuatan atau perkataan yang akan menjerumuskan kepada kekafiran, karena keumuman (pengertian) firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“…Dan keduanya (Harut dan Marut) tidaklah mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, ‘Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir, Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada mereka dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka teiah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akherat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui.” (Al-Baqarah: 102)

(Dikutip dari buku Hartono Ahmad Jaiz, Aliran dan Paham Sesat di Indonesia”, Pustaka Al-Kautsar, Jkt, 2002, sampai kini masih berdar).

 (nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 389 kali, 1 untuk hari ini)