Sumber Foto : mobilkamu.com


Banyak para pekerja di Jakarta sebenarnya tertekan. Namun karena mereka sudah terbiasa harian tertekan, maka mereka tak mengakuinya. Tekanan kemacetan dan finansial. Bayangkan, berangkat di hari masih belum terang betul, tetap ada peluh akibat kemacetan. Pulang di hari masih ada terang, terjebak macet lagi hingga baru bisa melihat senyuman istri di hari sudah gelap betul. Itu pun jika istri tak bekerja jauh.

Tidak bisa dihindari lagi. Kebutuhan ekonomi. Harus bekerja sepeluh itu. Letih di jalan lebih besar dari letih kerjanya. Semua itu dijalani oleh manusia Jakarta, walau tidak semua.

Mereka banyak yang berusaha mengalihkan keperihan jiwa dan tekanan dengan setel mp3 saat bermotor. Banyak sekali. Tapi rata-rata setel lagu. Tentu bukan setel mp3 lagu iklan Wadimor atau ringtone Sari Roti. Ya musik intinya.

Saya ada masukan. Coba setel satu mp3 al-Qur’an untuk satu halaman saja. Di player Android nya, setting repeat sehingga terus berulang tak habis. Misal satu perjalanan berangkat selama satu jam. Anda bisa dengar bacaan satu halaman itu lebih dari 25 kali.

Kalau bisa, ikuti. Nanti saat pulang juga begitu.

Setelah Shubuh sebelum berangkat, baca halaman tersebut. Lakukan hal itu pergi dan pulang. Takkan heran jika dalam sehari Anda akan hafal satu halaman al-Qur’an. Lalu esok jadikan hari muraja’ah. Yakni: tetap simak ulang sambil diikuti. Jadi mutqin.

Sahabatku yang tertekan, Anda akan senang dan puas ketika Anda tahu dalam 2 hari Anda bisa dengan dahsyatnya hafal satu halaman al-Qur’an.

Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy      

(nahimunkar.com)

(Dibaca 996 kali, 1 untuk hari ini)