by Canny Watae

Satu persatu fakta kontra atas apa yang selama ini dicitrakan terhadap Ahok terungkap. Jujur, berani, bersih, akuntabel, dan berbagai tempelan citra baik lainnya runtuh satu persatu.

Dibilang jujur, ternyata di pengadilan terbukti menyangkali klaim yang dia sendiri gaungkan: tidak tanda tangan APBD (Perubahan) ternyata tanda tangan. (Link: Di Persidangan Kasus Korupsi UPS, Kebohongan Ahok Terbongkar)

Dibilang berani, ternyata datang ke acara ILC saja tidak berani. (Link: AHOK Tak Berani Hadir di ILC, Pendukungnya Malah Bully Karni Ilyas)

Dibilang bersih, ternyata ada temuan BPK atas transaksi APBD yang melanggar, dan parahnya ia sendiri terkait erat dengan transaksi tersebut (lahan Sumber Waras). (Link: BPK Indikasi Kerugian Daerah Rp 191,33 Miliar Pembelian Tanah RS Sumber Waras)

Dibilang akuntabel, tidak juga. Mengirim APBD untuk persetujuan Kemendagri tanpa sepengetahun DPRD mana bisa disebut akuntabel. (Link: Kemendagri: APBD Yang Diajukan Ahok Dikembalikan karena Tanpa Persetujuan Dewan)

Markas relawan dan kantor konsultan politik berada di aset Pemda, eh, ini masuk kategori kolusi, ya? (Link: Ahok Akui Sekretariat TemanAhok Milik Pemda)

Satu per satu terungkap, yang hanya bisa muncul sebagai pernyataan hanyalah “Ahok Akui, Ahok Akui, Ahok Akui”…

Dan ini yang dijadikan bahan pembelaan di medsos oleh akun akun pendukungnya.

Dikiranya hanya sekedar “mengakui” otomatis masalah selesai?

Be “Waras”, Please.

Sumber : portalpiyungan.com – Senin, 21 Maret 2016

(nahimunkar.com)

(Dibaca 14.721 kali, 1 untuk hari ini)