Satu tetes air mata, timbangannya bisa saja lebih berat dari dunia seisinya. Satu kalimat dzikir, timbangannya bisa saja lebih berat dari dunia seisinya. Perlu kita hentikan langkah sejenak, karena bisa jadi jika ilmu kita banyak, rupanya tak berarti, selain karena gagal niat mengamalkannya, rupa-rupanya kerap ditujukan untuk menggapai dunia semata. Telah ditegur oleh Ibnul Jauzy beberapa abad lalu. Beliau telah melakukan riset dan scanning di lapangan dakwah. Ternyata kebanyakan orang berilmu dan orang yang pura-pura zuhud dihukum seberat-berat hukuman berupa tidak merasa punya salah dalam bermanhaj (manhaj dalam artian mengamalkan ilmu dalam kehidupan dan tidak terfitnah oleh dunia).

Penyebab itu semua, kata beliau, hanya satu: thalab ar-ri’asah.

Apa itu? Ujung-ujungnya cari tempat di hati orang semata. Supaya dipuja, minta dikenang, supaya ditinggikan.

Setetes air mata taubat mengaku bersalah, bisa lebih baik daripada ribuan halaman kitab terbaca dan tingginya lengkingan qira’ah yang tiap selesai bacaan menyisakan teriakan “Allaaaah….Allaaah” lalu disambangi senyum ujub qari’.

Itulah…mengapa…kita tidak boleh meremehkan amalan-amalan yang dianggap kecil oleh banyak orang.

Via FB Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

(nahimunkar.com)

(Dibaca 695 kali, 1 untuk hari ini)