Jaringan kereta api ini akan memiliki lima stasiun: Mekah, Jeddah, Raja Abdullah Economic City, Bandara Internasional King Abdulaziz, dan Madinah [Foto: Stephen Kalin / Reuters]


RIYADH (Arrahmah.com) – Arab Saudi telah meluncurkan kereta api berkecepatan tinggi yang menghubungkan dua kota suci dalam rangka mengurangi kemacetan lalu lintas bagi jutaan peziarah Muslim yang mengunjungi negara itu setiap tahunnya.

Raja Salman meluncurkan Sistem Kereta Berkecepatan Tinggi Haramain 450 km yang menghubungkan Mekah dan Madinah melalui kota Laut Merah Jeddah pada Selasa (25/9/2018).

Sistem kereta api ini mampu melakukan perjalanan dengan kecepatan 300 km per jam, memotong waktu perjalanan antara kota-kota suci dari lebih dari lima jam hingga dua jam.

“Perjalanan antara Haramain (dua masjid suci) sekarang lebih pendek dan lebih mudah daripada sebelumnya,” kata Menteri Transportasi Arab Saudi Nabil al-Amoudi kepada para pejabat yang berkumpul di stasiun Jeddah.

“Proyek ini menyoroti komitmen kerajaan untuk melayani Islam dan Muslim.” dia menambahkan.

Proyek kereta api yang digambarkan oleh pejabat setempat sebagai proyek transportasi terbesar di kawasan itu dan sempat mengalami beberapa penundaan, dibangun dengan biaya lebih dari $ 16 miliar, menurut media Saudi.

Jaringan transportasi ini akan memiliki lima stasiun: Mekah, Jeddah, Raja Abdullah Economic City, Bandara Internasional King Abdulaziz, dan Madinah. Kereta api akan mulai beroperasi secara komersial pada Senin pekan mendatang.

Para pejabat mengatakan akan ada delapan layanan sehari hingga akhir tahun ini.

Pada tahun 2011, Arab Saudi menandatangani kesepakatan bersama Spanyol untuk membangun jalur kereta api, memasok 35 kereta api berkecepatan tinggi dan menangani kontrak pemeliharaan selama 12 tahun.

Kerajaan Saudi meningkatkan belanja infrastrukturnya dan memperluas jaringan kereta api, termasuk dengan sistem metro senilai $ 22,5 miliar yang sedang dibangun di ibukota Riyadh. (Althaf/arrahmah.com)

(nahimunkar.org)

(Dibaca 250 kali, 1 untuk hari ini)