• Sejumlah pasangan  mesum ABG di Indonesia tertangkap basah

Hari Valentine telah melanda pasangan-pasangan yang ingin bermaksiat dan mengumbar syahwat, hingga di negeri Muslim terkemuka. Kepedulian pemerintah masih ada hingga khawatir generasi muda rusak gara-gara adat kafir merasuk ke pemuda dan abg (anak baru gede).

Ditangkaplah sejumlah pasangan di Saudi Arabia karena merayakan Hari Valentine. Sementara itu pasangan mesum abg di Indonesia ditangkapi di berbagai kota ketika menjadikan budaya perusak moral dan agama itu diikuti untuk berzina dan menenggak narkoba.

Mau jadi apa mereka kalau dibiarkan. Maka ya perlu ditangkapi saja.

Inilah beritanya.

***

Kepolisian agama Arab Saudi menangkap 140 orang karena merayakan Hari Valentine.

Kepolisian agama lewat akun Twitternya mengatakan aparat telah menghukum mereka yang ditangkap dan penangkapan terus dilakukan.

Mereka juga menyita semua bunga mawar merah dari toko-toko karena bunga-bunga tersebut dianggap mendorong orang untuk merayakan Hari Valentine.

Di situsnya, kepolisian agama memuat berbagai dampak buruk perayaan Hari Valentine.

Kaum konservatif di berbagai negara, antara lain Indonesia, Malaysia dan Arab Saudi, melarang keras perayaan Hari Valentine karena dianggap sebagai budaya kemunduran Barat dan mendorong seks di luar nikah.

Di Indonesia, misalnya, Majelis Ulama Indonesia di sejumlah daerah dilaporkan melarang perayaan Hari Valentine karena dianggap dapat memicu pergaulan bebas di kalangan anak muda.

Di sebuah sekolah di Tegal, Jawa Tengah, guru bahkan melakukan pemeriksaan atas tas milik pelajar untuk mencegah siswa membawa kado Valentine.

Kepada BBC Indonesia, Kepala Sekolah SMP Al Irsyad, Untung Supriyadi, mengatakan pemeriksaan tas pada 14 Februari itu rutin dilakukan selama bertahun-tahun. bbc.co.uk/Indonesia, 14 Februari 2012 – 23:24 WIB

***

Aparat jaring puluhan pasangan ABG di malam Valentine

Althaf

Kamis, 16 Februari 2012 12:21:27

JAKARTA (Arrahmah.com) – Sinyalemen yang mengatakan perayaan Valentina (Valentine’s Day) menjadi ajang seks bebas rupanya tak terbantahkan. Hari Selasa (14/02/2012) malam,  puluhan Anak Baru Gede (ABG) di berbagai kota di Indonesia terjaring razia aparat keamanan.  Sebagian besar mereka dirazia di saat sedang berduaan di kamar hotel.

Di Jombang, Jawa Timur, bertepatan dengan malam Valentine, aparat kepolisian menggelar razia ke sejumlah hotel. Di tempat ini, polisi berhasil mengamankan sepuluh pasangan muda-mudi yang tengah merayakan hari kasih sayang itu di dalam kamar hotel. Bahkan saat diperiksa, salah seorang pemuda mencoba melarikan diri.

Polisi lalu melanjutkan penyisiran ke hotel lainnya yang beada di kota kelahiran Gus Dur itu. Petugas kembali menemukan pasangan mesum di dalam kamar hotel. Bahkan beberapa diantara mereka yang terjadi masih berstatus sebagai pelajar.

Dikutip detik.surabaya, ABG yang diduga menggelar seks bebas itu langsung digelandang ke Mapolres Jombang untuk mendapatkan pembinaan. Pasangan mesum juga diminta menulis surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Razia ini untuk memberika kenyamanan masyarakat dan membasmi kemaksiatan. Biasanya di malam valentine banyak mereka yang menyalahgunakan,” kata Kasubag Humas Polres Jombang AKP Sugeng Widodo.

Di Palembang, satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang dibantu personel dari Polresta Palembang dan Dandim mengadakan razia rutin di lokasi mesum dan kafe guna menanggulangi penyakit masyarakat yang kerap meresahkan warga, Senin (13/2) malam.

Aparat yang melakukan penyisiran di berbagai tempat  menemukan aneka macam minuman keras dan tuak. Termasuk minuman keras berbagai merk.

Selain itu, aparat juga menemukan tiga pasangan bukan suami-istri sedang berada dalam kamar.

“Malam ini kita berhasil mengamankan total 56 orang, enam orang merupakan pasangan mesum di dalam kamar hotel. Sisanya para pengunjung dan pegawai kafe serta karaoke yang kedapatan tidak memiliki atau membawa KTP. Selanjutnya, kita akan melakukan sidang sesuai kesalahan yang dilakukan,” ujar Kasat Pol PP Palembang Aris Saputra Aris dikutip media indonesia.

Sementara di Depok, Jawa Barat,  aparat mendapati delapan pasangan bukan suami-istri  asyik berbuat mesum di dalam kamar. Mereka digrebek polisi dari Hotel Genggong dan Hotel Anggrek yang berlokasi di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok.

Dari ke delapan pasangan tersebut, salah satunya MW merupakan sindikat pengedar narkoba jenis ganja dan shabu.

“Mereka kami gerbek saat malam Valentine’s Day dalam hotel itu. Operasi Pekat Jaya ini kami gelar untuk mengurangi tindakan kriminal dan penyebaran prostitusi di kawasan Cimanggis,” tegas Kapolsek Cimanggis, Kompol Firman Andreanto, Selasa (13/2) dikutip Okezone.

Menurut Firman, saat memperingati Valentine itu peredaran narkoba, miras dan kejahatan lainnya kerap dilakukan oleh warga. Oleh karenanya operasi tersebut dilakukan. “Memang sudah banyak pengaduan dan informasi dari warga sekitar adanya pesta seks dan narkoba. Dan hasilnya cukup memuaskan,” ujar Firman.

Dihakimi Massa

Sementara itu di Solo, Jawa Tengah, pasangan  ABG berinisial Rt dan Sd, 18, warga Kampung Ngawen dan Ngampel, Ponjong digerebek warga setempat, Senin (13/2) malam sekitar pukul 23.30 WIB di rumah makan padang pertigaan Kepek. Keduanya tertangkap mesum di malam menjelang Hari Valentine.

Sd bahkan nyaris dihakimi masa karena menantang pemuda kampung untuk menggeledah tempat tersebut. Warga pun balik mengancam akan menelanjangi Sd dan pasangannya jika ditemukan. Mendengar ancaman tersebut Rt langsung keluar dari tempat persembunyiannya di balik gerobak.

“Saya baru dua kali berhubungan Pak. Ini tadi belum. Baru nonton video di HP saja,” ujar Sd di hadapan warga, seperti dikutip Solo Pos.

Tentu saja, hanya sebagian kecil yang tertangkap media dan yang ditulis. Namun demikian, peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua, bahwa peringatan-peringatan seperti ini hanya sebagai kedok perbuatan maksiat. (hid/arrahmah.com)

– Ilustrasi oleh hasil pencarian di Google

(nahimunkar.com)

(Dibaca 681 kali, 1 untuk hari ini)