MUI, Inikah yang Dicari?

Firman Allah Ta’ala tentang Balasan kepada Orang-Orang yang Zalim

قَالَ ٱدۡخُلُواْ فِيٓ أُمَمٖ قَدۡ خَلَتۡ مِن قَبۡلِكُم مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ فِي ٱلنَّارِۖ كُلَّمَا دَخَلَتۡ أُمَّةٞ لَّعَنَتۡ أُخۡتَهَاۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُواْ فِيهَا جَمِيعٗا قَالَتۡ أُخۡرَىٰهُمۡ لِأُولَىٰهُمۡ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَ‍َٔاتِهِمۡ عَذَابٗا ضِعۡفٗا مِّنَ ٱلنَّارِۖ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ ٣٨ وَقَالَتۡ أُولَىٰهُمۡ لِأُخۡرَىٰهُمۡ فَمَا كَانَ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلٖ فَذُوقُواْ ٱلۡعَذَابَ بِمَا كُنتُمۡ تَكۡسِبُونَ ٣٩ إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمۡ أَبۡوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلۡجَمَلُ فِي سَمِّ ٱلۡخِيَاطِۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُجۡرِمِينَ ٤٠ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ ٤١ [سورة الأعراف,٣٨-٤١]

  1. Allah berfirman: “Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu: “Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka”. Allah berfirman: “Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui”
  2. Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian: “Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan”
  3. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan
  4. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim

[Al A’raf,38-41]

Ayat-ayat itu mengenai balasan kepada orang-orang yang zalim. Yang disebutkan dalam ayat-ayat itu adalah ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِ‍َٔايَٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡهَا orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya.

Termasuk dalam ayat itu tentu saja orang kafirin, musyrikin dan orang-orang yang menghujat Al-Qur’an.

Konghucu-001947

Ilustrasi sesajen/ foto liputan6

Di antara kafirin musyrikin yang jelas-jelas musyrik ada yang di dunia ini mereka bergembira ria karena agama kemusyrikannya diusulkan dan bahkan kemudian diresmikan orang yang mengaku Islam. Maka orang yang sengaja mengusulkan bahkan meresmikan agama kemusyrikan itu walau dia atau mereka mengaku Islam, namun dapat disebut sebagai kawan dari kaum musyrikin tersebut. Sedangkan ayatnya telah jelas mengancam dengan ungkapan:

كُلَّمَا دَخَلَتۡ أُمَّةٞ لَّعَنَتۡ أُخۡتَهَاۖ

Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya)… (QS Al-A’raf: 38).

Dalam hal mendustakan ayat-ayat Allah, kini pelakunya bukan hanya orang atau kelompok yang tidak mengaku Islam. Ahmadiyah mengaku Islam, namun mendustakan ayat-ayat Allah, hingga mengangkat Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi setelah Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam. Padahal Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam adalah nabi terakhir. (QS Al-Ahzab/33: 40).

مَّا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَآ أَحَدٖ مِّن رِّجَالِكُمۡ وَلَٰكِن رَّسُولَ ٱللَّهِ وَخَاتَمَ ٱلنَّبِيِّ‍ۧنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٗا ٤٠ [سورة الأحزاب,٤٠]

  1. Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu [Al Ahzab40]

Syiah mendustakan ayat-ayat Allah dengan menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi.

Telah terbukti, Tajul Muluk Pentolan Syiah Sampang divonis penjara 4 tahun karena menodai agama Islam (menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi), melanggar pasal 156A KUHP

Syiah jelas-jelas menodai agama (Islam) itu sudah tidak kurang data dan fakta. Di antaranya.

  1. Fatwa MUI Jawa Timur tentang sesatnya Syiah lihat di sini Fatwa MUI Jawa Timurtentang Kesesatan Ajaran Syi’ah
  2. MUI Pusat menilai fatwa MUI Jawa Timur itu sah. Lihat ini MUI Pusat mensahkan dan mendukung Fatwa MUI Jatimtentang kesesatan syiah
  3. Tajul Muluk pentolan syiah dari Sampang telah divonis 4 tahun penjara karena terbukti  melanggar pasal 156a tentang penodan agama, karena Tajul Muluk menganggap Al-Qur’an tidak murni lagi. Vonis Pengadilan itu sampai diketok palu oleh tiga jenis pengadilan yakni Pengadilan Negeri Sampang memvonis Tajul  Muluk hukuman penjara 2 tahun karena menodai agama, melanggar pasal 156a. Lalu Tajul Muluk naik banding ke pengadilan Tinggi Surabaya, divonis 4 tahun penjara karena terbukti menodai agama. Kemudian ia mengajukan kasasi dan putusannya, kasasi ditolak MA, maka tetap Tajul Muluk wajib menjalani hukuman 4 tahun penjara. Jadi jelas-jelas syiah telah terbukti sesat bahkan menodai agama (Islam).  Lihat ini https://www.nahimunkar.org/kejahatan-syiah-dari-mazdak-hingga-tajul-muluk-sampang
  4. Apabila masih ada yang berkilah bahwa itu hanya Tajul Muluk saja, sedang syiah yang lainnya di Indonesia ini tidak begitu, maka coba lihat bagaimana Jalaluddin Rakhmat dengan konco-konconya dari Ijabi bahkan didukung pula oleh penghalal homoseks Musdah Mulia membela syiah sampang dengan “menyerang” MUI dalam dialog di tv kompas Senin malam (16/9 2013). Hingga ada surat terbuka untuk presiden mengenai kasus itu.

Juga silakan  lihat link ini Kasasi Tajul Muluk Ditolak MA: Bukti Ajaran Syiah Menodai Agama.https://www.nahimunkar.org/syiah-terbukti-menodai-agama/

Dari referensi syiah pun telah terbukti kekufuran syiah terhadp Al-Qur’an.

Bukti Kekufuran Syi’ah terhadap Al-Qur’an

ali-imron-110

الشيعة والقرآن للشيخ: عثمان الخميس

Salah satu perbedaan yang tajam antara akidah Islam dan doktrin Syi’ah adalah cara pandang terhadap kitab suci Al-Qur’anul Karim.

Pandangan Islam Terhadap Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah kitab suci kaum muslimin dan rujukan pertama dalam memahami Islam. Keimanan kepada al-Qur’an merupakan salah satu rukun dari rukun iman yang enam. Ahlus Sunnah wal Jama’ah meyakini seyakin-yakinnya bahwa Al-Qur’an Al-Karim adalah Kalamullah yang terpelihara dari perubahan, penambahan atau pengurangan. Karena, Allah telah berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ [الحجر/9]

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” (Qs. Al-Hijr 9).

Ayat ini adalah jaminan dari Allah sendiri, bahwa kitab suci-Nya tidak akan mengalami pengurangan atau penambahan atau pun perubahan. Sebab, Allah  sendiri-lah yang akan langsung menjaganya. Allah  juga berfirman:

وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ (41) لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ [فصلت/41، 42]

“Dan Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang padanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji” (Qs. Fushshilat 41-42).

Allah telah menegaskan bahwa kitab suci-Nya Al-Qur’an ini diturunkan dengan persaksian dan keilmuan Allah.

….Syi’ah meyakini bahwa Al-Qur’an yang ada sekarang bukanlah Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi karena telah dirubah dan dikurangi….

Pandangan Syi’ah Terhadap Al-Qur’an

Syi’ah berkeyakinan bahwa tidak ada yang mengumpulkan Al-Qur’an dengan lengkap selain Ali bin Abi Thalib dan para imam sesudahnya. Mereka meyakini bahwa Al-Qur’an yang ada sekarang bukanlah Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi karena telah dirubah dan dikurangi. Mereka meyakini adanya mushaf (kitab suci) yang disebut mushaf Fathimah. Mushaf ini adalah Al-Qur’an yang asli (belum mengalami perubahan) Yang tiga kali lebih tebal daripada Al-Qur’an yang ada di tangan kaum muslimin saat ini, dan mushaf tersebut akan kembali hadir ke dunia dengan dibawa oleh Imam yang ke-12 yaitu Imam Mahdi.

Al-Kulaini, seorang ulama Syi’ah, meriwayatkan dalam Ushuul al-Kaafi bab al-Hujjah, dari Abu Bashir dari Abu Abdillah ia berkata:

وَ إِنَّ عِنْدَنَا لَمُصْحَفَ فَاطِمَةَ (عليها السلام) وَ مَا يُدْرِيهِمْ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ (عليها السلام) قَالَ: قُلْتُ: وَ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ (عليها السلام) قَالَ مُصْحَفٌ فِيهِ مِثْلُ قُرْآنِكُمْ هَذَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَ اللَّهِ مَا فِيهِ مِنْ قُرْآنِكُمْ حَرْفٌ وَاحِدٌ

“Sesungguhnya di sisi kami terdapat Mushaf Fathimah -‘alaihas salam-. Tahukah mereka apakah Mushaf Fathimah-‘alaihas salam- itu ?” Saya menjawab, “Apakah Mushaf Fathimah itu?” Dia berkata, “Di dalamnya terdapat seperti al-Qur’an kalian ini sebanyak tiga kalinya. Demi Allah, tidak ada di dalamnya satu huruf pun dari al-Qur’an kalian” (Ushuul al-Kaafi bab al-Hujjah).

Kekufuran Syi’ah Terhadap Al-Qur’an

Kaum muslimin sejak zaman Nabi hingga kini telah ber-ijma’ bahwa al-Qur’an yang ada di tengah-tengah umat ini adalah Al-Qur’an yang asli sebagaimana diturunkan Allah  kepada Rasul-Nya. Tidak mengalami penambahan, pengurangan, ataupun perubahan. Tidak ada yang menyelisihi ijma’ ini kecuali Syi’ah.

Allah telah berfirman:

لَكِنِ اللَّهُ يَشْهَدُ بِمَا أَنْزَلَ إِلَيْكَ أَنْزَلَهُ بِعِلْمِهِ وَالْمَلَائِكَةُ يَشْهَدُونَ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا [النساء/166]

“Akan tetapi Allah bersaksi atas apa yang Dia turunkan kepadamu (yakni Al-Qur’an). Allah telah menurunkannya dengan ilmu-Nya; dan para malaikat-pun menjadi saksi (pula). Dan cukuplah Allah sebagai saksi” (QS. An-Nisa’ 166).

Allah telah menegaskan bahwa kitab suci-Nya Al-Qur’an ini diturunkan dengan persaksian dan keilmuan Allah . Maka tidak mungkin jika al-Qur’an yang telah disaksikan oleh Allah akan kebenarannya itu ternyata mengalami perubahan meskipun sedikit.

….Barangsiapa yang meyakini adanya perubahan dalam Al-Qur’an sepeninggal Rasulullah, maka ia telah kafir…

Para ulama juga telah ber-ijma’ bahwa barangsiapa yang meyakini adanya perubahan dalam Al-Qur’an sepeninggal Rasulullah, maka ia telah kafir. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata dalam kitabnya, Ash-Sharimul Maslul: “Barangsiapa mengklaim bahwa Al-Qur’an telah dikurangi sebagian ayat-ayatnya, atau disembunyikan maka tidak ada perselisihan lagi tentang kekafirannya.”

[Sumber: Lajnah Ilmiah Hasmi, “Syiah Bukan Islam?” Bogor: Pustaka MIM].

Voaislam, Ahad, 05 Jun 2011/ (nahimunkar.com)

Sementara itu kaum liberal dengan aneka faham yang mereka usung di antaranya sepilis (sekulerisme, pluralisme agama, dan liberalisme), inklusivisme, multikulturalisme dan semacamnya yang kadang menjunjung pula apa yang mereka sebut muatan lokal; mereka mendustakan ayat-ayat Allah dengan hawa nafsunya dan akalnya yag telah terracuni faham kekafiran dari barat atau lainnya.

Inilah cara manusia menentang Al-Qur’an zaman sekarang

Para penentang al-Qur’an ini memaksa umat Islam untuk menjustifikasi isu Hak Azasi Manusia (HAM), gender, pluralisme, dan juga faham-faham humanisme. Oleh mereka, Islam ditafsirkan dari faham-faham Barat, bukan sebaliknya. Inilah yang melahirkan Islam Liberal, dimana mereka melihat Islam dari perangkat ilmu-ilmu manusia, lebih tepatnya ilmu dari dunia Barat. Tak heran pola pikirnya jadi salah dan kacau.

Penafsiran-penafsiran yang dilakukan oleh para penantang dan penentang al-Qur’an ini melahirkan hermeneutika, yakni membaca dan memahami kitab suci dengan cara mendudukkannya dalam ruang sejarah, bahasa, dan budaya yang terbatas. Ilmu ini dikembangkan oleh peradaban Barat sekuler, yang tidak sejalan dengan konsep tafsir atau takwil dalam khazanah Islam.

 Padahal setiap yang dibawa oleh peradaban Barat harus diseleksi, difilter, apakah konsep sosial di Barat sesuai dengan masyarakat Islam. Yang terjadi justru sebaliknya, orang Islam malah menyeleksi sesuai dengan standar Barat. Kalau sesuai, dipakai. Jadi Islam dijalankan dengan sesuai keinginan manusia. https://www.nahimunkar.org/inilah-cara-manusia-menentang-al-quran-zaman-sekarang-2/.

Di antara contohnya, mari kita simak sepak terjang tokoh-tokoh ini.

Said-Aqil-antek-syiah

Said Aqil Siradj pendukung fanatic aliran sesat syi’ah, pendukung pluralisme agama dengan bukti mendukung-dukung orang yang mau memasukkan metode heremneutik (metode penafsiran bible) ke pesantren-pesantren ketika Muktamar NU di Solo/ Boyolali Jawa Tengah yang lalu. Bahkan Said Aqil Siradj itu telah diisukan suka blusak-blusuk ke gereja, dan memang memberi kata pengantar buku pendeta Kristen, dengan menyamakan tauhid Ahlis Sunnah wal Jama’ah dengan keyakinan Kristen.

Dalam buku Menuju Dialog Teologis Kristen-Islam yang ditulis oleh Bambang Noorsena, Said Aqiel Siradj memberikan kata penutup yang sangat berbahaya dan menyesatkan:

“Dari ketiga macam tauhid di atas (tauhid al-rububiyyah, tauhid al-uluhiyyah dan tauhid asma’ wa shifat), maka tauhid Kanisah Ortodox Syria tidak memiliki perbedaan yang berarti dengan Islam. Secara al-rububiyyah, Kristen Ortodox Syria jelas mengakui bahwa Allah adalah Tuhan sekalian alam yang wajib disembah. Secara al-uluhiyyah, ia juga mengikrarkan Laa ilaaha illallah: “Tiada tuhan (ilah) selain Allah”, sebagai ungkapan ketauhidannya. Sementara dari sisi tauhid sifat dan asma Allah, secara substansial tidak jauh berbeda. Hanya ada perbedaan sedikit tentang sifat dan asma Allah tersebut.” (hal 165).

Pernyataan Said Aqiel Siradj itu sudah sangat dan terlalu jauh penyimpangannya dari akidah Islam.Dengan menyamakan tauhid Islam dan Kristen, (berarti sama dengan) secara langsung dia berfaham bahwa Islam dan Kristen itu sama-sama syirik kepada Allah SWT. Karena pada halaman 167 buku tersebut, dicantumkan dengan jelas Qanun Al Iman Al Muqaddas(Pengakuan atau syahadat Iman) Kristen Ortodoks Syria dalam bahasa Arab berdampingan dengan bahasa Aram:

“Qaanuun al-iimaan al-muqaddas: Nu’min birobbin waahidin ‘Iisaa al-Masiih ibnullaahil-waahidi, al-mauluudu minal aabi qabla kullid-duhuur, nuurun min nuurin, ilaahun haqq min ilaahin haqq, mauluudin ghoiru makhluuqin, waahidun ma’al-aabi fid-dzaati, alladzii bihi kaana kullu syai-in, haadzal-ladzii min ajlina nahnul-basyar, wamin ajli kholaashinaa, nazala minas-samaa’…wa min maryam al adzraa al bathuul, waalidatul ilah…”

(Dan kami beriman kepada satu-satunya Tuhan (Rabb) yaitu Isa al-Masih (Yesus Kristus) Putra Allah Yang Tunggal, yang dilahirkan dari Bapa sebelum segala abad, Terang dari sumber Terang, (firman) Allah yang keluar dari (Wujud) Allah, dilahirkan dan bukan diciptakan, yang satu dengan Allah dalam Dzat-Nya yang Esa, yang melalui-Nya segala sesuatu diciptakan. Untuk kita manusia dan demi keselamatan kita, telah nuzul dari surga… dan dari perawan Maryam yang suci, ibunya Tuhan (walidatul ilah).

Umat Kristen yang beriman bahwa satu-satunya rabb (tuhan) adalah Yesus Kristus, dikatakan masih sama tauhidnya dengan Islam?? Kemudian doktrin bahwa Maryam adalah ibunya Tuhan (walidatul ilah) dikatakan substansinya sama dengan Islam??Subhanallahi ‘amma yashifuun. Kami berlindung kepada Allah dari apa yang mereka sifatkan.

Dengan pemikiran seperti itu, maka sesungguhnya “teologi” KH Said Aqiel Siradj lebih Kristen daripada para pendeta dan teolog Kristiani. Jika masih merasa sebagai umat Islam, maka seharusnya dia bertobat kepada Allah saat ini juga, sebelum terlambat. Karena ucapan itu bisa menggugurkan keislamannya, dan sangat kontradiktif dengan ayat-ayat Ilahi berikut ini:

اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ(31).

Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. (QS At-Taubah: 31).

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا(36)

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (QS An-Nisaa’: 36).

(Majalah Bidik, Edisi Perdana, Th I, januari 2003, halaman 42, 43, dan 46).

Menyebarkan racun penyesatan

ahmad-syafii-maarif-_150204133415-976

Ahmad Syafii Maarif/ foto pekanews

Dalam hal menyebarkan racun penyesatan, yakni faham pluralisme agama yang teah diharamkan MUI 2005, Republika tidak kapok pula. Justru memuat tulisan yang sangat menjerumuskan.

Ahmad Syafii Maarif mantan ketua Muhammadiyah menulis di rubrik resonansi di Harian Republika berjudul Hamka tentang Ayat 62 Al-Baqarah dan Ayat 69 Al-Maidah. (Republika, Selasa 21 November 2006/ 29 Syawal 1427H, halaman 12). Isinya untuk mendukung faham pluralisme agama, menyamakan semua agama, masuk surga semua. Maka kelanjutan dari tulisannya itu lebih menegaskan lagi, “Mereka rakus surga dan melakukan kekerasan teologis, joke saya, mereka akan masuk sendiri dan kelelahan nyapu surga yang luasnya tak terbatas.”

Ucapan pedas mantan ketua umum Muhammadiyah itu ditujukan kepada kaum Muslimin yang mengikuti aqidah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa yang masuk surga itu hanya orang Muslim.

Tulisan Syafii Maarif itu menjadikan Hamka sebagai tameng. Padahal Hamka dalam Tafsirnya, Al-Azhar juz 6 halaman 325, Hamka menegaskan: “Yang iman itu yang terbuka hatinya menerima wahyu yang dibawa oleh sekalian Nabi, sampai kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Misalnya sampai Hamka pun berfaham model Syafii Maarif, –dan ternyata tidak–, tetap umat Islam harus merujuk kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Dan kenyataannya, dalam Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kalau seandainya Nabi Musa as hidup berjumpa dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tidak ada kelonggaran kecuali ikut Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Siapa yang ikut Nabi Musa ‘alaihis salam, dan meninggalkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam maka sesat.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لو نزل موسى فاتبعتُموهُ وتركتُموني لضلَلْتُمْ ، أنا حظُّكم منَ النبيينَ . و أنتم حظي منَ الأمَمِ

الراوي : عبدالله بن الحارث | المحدث : الألباني | المصدر : صحيح الجامع

الصفحة أو الرقم: 5308 | خلاصة حكم المحدث : حسن

Seandainya Musa turun lalu kamu sekalian mengikutinya dan kalian meninggalkanku pasti kamu sekalian sesat. Saya adalah bagian kamu seklian dari nabi-nabi, dan kamu sekalian adalah bagianku dari umat-umat. (Shahiul Jami’, hadits hasan menurut Al-Albani/ dorar.net).

Juga ada hadits shahih, selain orang muslim maka tidak masuk surga, tempatnya di neraka.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمأَنَّهُ قَالَ « وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لاَ يَسْمَعُ بِى أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ يَهُودِىٌّ وَلاَ نَصْرَانِىٌّ ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِى أُرْسِلْتُ بِهِ إِلاَّ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ ».

‘An Abii Hurairota ‘an Rasuulillahi shallallahu ‘alaihi wa sallam annahu qoola: “Walladzii nafsi Muhammadin biyadihi, laa yasma’u bii ahadun min haadzihil Ummati Yahuudiyyun walaa nashrooniyyun tsumma yamuutu walam yu’min billadzii ursiltu bihii illaa kaana min ash-haabin naari.” (Muslim).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, tidaklah seseorang dari Ummat ini yang mendengar (agama)ku, baik dia itu seorang Yahudi maupun Nasrani, kemudian dia mati dan belum beriman dengan apa yang aku diutus dengannya, kecuali dia termasuk penghuni neraka.” (Hadits Riwayat Muslim bab Wujubul Iimaan birisaalati nabiyyinaa shallallahu ‘alaihi wa sallam ilaa jamii’in naasi wa naskhul milal bimillatihi, wajibnya beriman kepada risalah nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seluruh manusia dan penghapusan agama-agama dengan agama beliau).

Terus dari mana Pak Ahmad Syafii Maarif mau berkilah bila berhadapan dengan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam kelak di akherat? Adakan mandat kepada Pak Ahmad Syafii Maarif untuk memasukkan surga orang-orang sekarang yang tak percaya kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tak mengikuti Islam yang beliau bawa? Padahal Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah sejelas itu dalam menggariskan surga dan neraka. Bagaimana mau menegakkan kepala di akherat kelak, ketika ingat di dunia telah moyoki Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang yang rakus surga dan akan kelelahan menyapu surga. Demikian pula umatnya yang mengikuti Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan baik, telah dipoyoki seperti itu. Lantas, apakah di akherat kelak akan dibagi surga oleh orang kafir yang telah Pak Ahmad Syafii Maarif iming-imingi masuk surga pula sebagaimana orang Muslim itu? Bukankah justru orang kafir akan menagih kepada Pak Syafii Maarif? Lantas dari mana mau membagi surga kepada mereka? Apakah ada mandat dari ayat maupun hadits sebagai counter ayat 6 surat Al-Bayyinah?

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ ٦ [سورة الـبينة,٦]

Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk [Al Bayyinah6]

Kasus membela kesesatan dengan cara vulgar

Ada kasus membela kesesatan dengan cara vulgar, di antaranya seperti memasukkan ke MUI orang-orang yang telah difatwakan sesatnya oleh MUI, atau direkomendasikan bahwa itu aliran sesat dan harus dibubarkan, namun justru manusianya diangkat ke MUI. Bila mereka tidak bertaubat, maka termasuk kemungkinan terkena ayat yang disebutkan di atas, di antaranya orang yang telah dicabut nyawanya namun posisinya dalam membela aliran atau faham sesat. Entah itu berkomplot denga mereka, atau menghalangi untuk difatwakan sesatya aliran sesat seperti syiah dsb, atau bahkan memasukkan manusia dari kelompok sesat ke lembaga yang dia berpengaruh di dalamnya.

Bila kesesatan mereka itu sampai memasukkan mereka ke dalam neraka, maka betapa dahsyatnya ancaman ayat ini:

كُلَّمَا دَخَلَتۡ أُمَّةٞ لَّعَنَتۡ أُخۡتَهَاۖ

Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (yang menyesatkannya)… (QS Al-A’raf: 38).

Oleh karena itu, siapa saja yang masih diberi umur, dan belum terlanjur dicabut nyawanya, maka hendaknya takut kepada ayat-ayat Allah Ta’ala itu. Dan jangan membiarkannya. Maka bagi siapa saja yang mampu untuk memberantas kesesatan, di antaranya yang harus dihadapi adalah pentingnya mengeluarkan orang-orang pendukung kesesatan dari jajaran MUI.

Inilah Orang Orang yang Selayaknya Dikeluarkan dari MUI

Posted on Okt 3rd, 2015/nahimunkar.com

MUI-1784

Azyumardi-Azra (1)

Azyumardi Azra pembela agama nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad (Ahmadiyah) dan pembela acara dari agama lain yang menjurus zina yaitu Valentine’s day. / foto kps

https://www.nahimunkar.org/azra-jawara-pembela-ahmadiyah-agama-nabi-palsu/

abdul-moqsith-_20150929_174235

Abdul Moqsith Ghazali pembela nabi palsu Ahmad Moshaddeq, dan pentolan JIL (Jaringan Islam Liberal)./ foto islmpstg

https://www.nahimunkar.org/moqsith-pembela-nabi-palsu-meraih-doktor/

Moqsith pembela nabi palsu Ahmad Moshaddeq berhadapan dengan MUI di TV

https://www.nahimunkar.org/ternyata-mui-angkat-dua-manusia-pembela-nabi-palsu-jadi-pengurus-mui/

Hasyim-Nasution

Hasyim Nasution dari aliran sesat LDII yang telah direkomendasikan MUI 2005 bahwa LDII aliran sesat disejajarkan dengan Ahmadiyah./ foto portalkbrcom

https://www.nahimunkar.org/rekomendasi-mui-untuk-pembubaran-ahmadiyah-ldii-dan-sebagainya-2/

muhyidin_junaedi_20140710_055946

Muhyiddin Junaidi pembela syiah yang mengamuk di Az-Zikra Sentul Bogor beberapa waktu lalu, bahkan orang itu menyalahkan A-Zikra. Juga dia bangga telah menandatangani kerjasama dengan lembaga syiah di Karbala Irak. / foto muiorid

https://www.nahimunkar.org/muhyiddin-junaidi-membela-aliran-sesat-syiah-kena-batunya/

Kiprah orang itu di antaranya dapat dibaca di artikel Syi’ah Memusuhi Islam Bersekongkol dengan Para Pengkhianat https://www.nahimunkar.org/syiah-memusuhi-islam-bersekongkol-dengan-para-pengkhianat/

Nasruddin-Umar

Nasaruddin Umar pemberi kata pengantar buku Anand Krishna ( Anand belakangan kena hukuman kasus pelecehan sex) yang sangat menyesatkan, karena orang kafir itu mengulas Al-Qur’an dengan kekafirannya untuk menggiring Umat kepada kekafiran. / foto islmpstg

Anand Kreshna mengacak-acak Al-Qur’an tapi dipuji Nasaruddin Umar.

Buku Anand Kreshna mengandung masalah yang merusak Islam itu berjudul Surah-Surah Terakhir Al-Quranul Karim bagi Orang Modern, sebuah apresiasi, dengan kata pengantar Dr Nasaruddin Umar MA pembantu rektor IV IAIN Jakarta (sekarang UIN –Universitas Islam Negeri), terbitan PT GramediaPustaka Utama, Jakarta.

https://www.nahimunkar.org/gus-dur-anand-kreshna-nasaruddin-umar-dan-ruu-peradilan-agama-tentang-perk

Kini orang-orang bermasalah secara Islam itu diangkat dalam jajaran kepengurusan MUI 2015-2020.

Bila dirujukkan kepada Hadits Nabi saw maka gejala buruk ini dikhawatirkan termasuk dalam hadits tentang ruwaibidhah dan lebih celakanya lagi keadaan ini dikhawatirkan termasuk pertanda imarah sufaha’.

حَدِيث أَنَس ” أَنَّ أَمَام الدَّجَّال سُنُونَ خَدَّاعَات يُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق وَيُصَدَّق فِيهَا الْكَاذِب وَيُخَوَّن فِيهَا الْأَمِين وَيُؤْتَمَن فِيهَا الْخَائِن وَيَتَكَلَّم فِيهَا الرُّوَيْبِضَة ” الْحَدِيث أَخْرَجَهُ أَحْمَد وَأَبُو يَعْلَى وَالْبَزَّار وَسَنَده جَيِّد , وَمِثْله لِابْنِ مَاجَهْ مِنْ حَدِيث أَبِي هُرَيْرَة وَفِيهِ ” قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَة ؟ قَالَ الرَّجُل التَّافِه يَتَكَلَّم فِي أَمْر الْعَامَّة “( فتح الباري).

Hadits Anas: Sesungguhnya di depan Dajjal ada tahun-tahun banyak tipuan –di mana saat itu– orang jujur didustakan, pembohong dibenarkan, orang yang amanah dianggap khianat, orang yang khianat dianggap amanah, dan di sana berbicaralah Ruwaibidhoh. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, apa itu Ruwaibidhoh? Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang bodoh (tetapi) berbicara mengenai urusan orang banyak/ umum. (Hadits dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Ya’la, dan Al-Bazzar, sanadnya jayyid/ bagus. Dan juga riwayat Ibnu Majah dari Abu Hurairah. Lihat Kitab Fathul Bari, juz 13 halaman 84 ).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إِنَّهَا سَتَأْتِي عَلَى النَّاسِ سِنُونَ خَدَّاعَةٌ يُصَدَّقُ فِيهَا الْكَاذِبُ وَيُكَذَّبُ فِيهَا الصَّادِقُ وَيُؤْتَمَنُ فِيهَا الْخَائِنُ وَيُخَوَّنُ فِيهَا الْأَمِينُ وَيَنْطِقُ فِيهَا الرُّوَيْبِضَةُ قِيلَ وَمَا الرُّوَيْبِضَةُ قَالَ السَّفِيهُ يَتَكَلَّمُ فِي أَمْرِ الْعَامَّةِ

“Sesungguhnya akan datang kepada manusia tahun-tahun penuh tipu daya. Para pendusta dipercaya sedangkan orang jujur dianggap berdusta. Penghianat diberi amanah sedangkan orang yang amanat dituduh khianat. Dan pada saat itu, para Ruwaibidhah mulai angkat bicara. Ada yang bertanya, ‘Siapa itu Ruwaibidhah?’ Beliau menjawab, ‘Orang dungu yang berbicara tentang urusan orang banyak (umat).” (HR. Ahmad, Syaikh Ahmad Syakir dalam ta’liqnya terhadap Musnad Ahmad menyatakan isnadnya hasan dan matannya shahih. Syaikh Al-Albani juga menshahihkannya dalam al-Shahihah no. 1887)

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ أَعَاذَكَ اللَّهُ مِنْ إِمَارَةِ السُّفَهَاءِ قَالَ وَمَا إِمَارَةُ السُّفَهَاءِ قَالَ أُمَرَاءُ يَكُونُونَ بَعْدِي لَا يَقْتَدُونَ بِهَدْيِي وَلَا يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِي فَمَنْ صَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ لَيْسُوا مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُمْ وَلَا يَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ فَأُولَئِكَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُمْ وَسَيَرِدُوا عَلَيَّ حَوْضِي

الراوي : جابر بن عبدالله المحدث : الألباني

المصدر : صحيح الترغيب الصفحة أو الرقم: 2242 خلاصة حكم المحدث : صحيح لغيره

/Dorar.net

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada Ka’b bin’ Ujroh, “Semoga Allah melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang bodoh”, (Ka’b bin ‘Ujroh Radliyallahu’anhu) bertanya, apa itu kepemerintahan orang bodoh? (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam) bersabda: “Yaitu para pemimpin negara sesudahku yang tidak mengikuti petunjukku dan tidak pula berjalan dengan sunnahku, barangsiapa yang membenarkan mereka dengan kebohongan mereka serta menolong mereka atas kedholiman mereka maka dia bukanlah golonganku, dan aku juga bukan termasuk golongannya, mereka tidak akan datang kepadaku di atas telagaku, barang siapa yang tidak membenarkan mereka atas kebohongan mereka, serta tidak menolong mereka atas kedholiman mereka maka mereka adalah golonganku dan aku juga golongan mereka serta mereka akan mendatangiku di atas telagaku. (Musnad Ahmad No.13919, shahih lighairihi menurut Al-Albani dalam Shahih at-Targhib).

Allahul Musta’an. Wa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘adhiim.

Bila orang-orang itu tidak dikeluarkan dari MUI, maka dikhawatirkan, MUI bagai pagar makan tanaman. Seharusnya menjaga Umat Islam di negeri ini, namun justru menjerumuskannya. Betapa nistanya, semoga saja tidak.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 8.766 kali, 1 untuk hari ini)