Foto: wartakotalive.com, Presiden Hadiri Perayaan Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik di Manggarai, Flores/ POSTED BY ZONNADAMAI  20 OCTOBER 2012

A protest against The Satanic Verses in New York in 1989. Photograph: Ezio Petersen/Bettmann/CORBIS

  • Dengan menempuh jalan darat lima jam, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berada di Ruteng, Manggarai, sebuah kota di bagian barat Pulau Flores, NTT untuk menghadiri perayaan Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik Manggarai, Jumat, 19 Oktober 2012.  Sebegitu mementingkannya terhadap perayaan kaum kafir, dan ternyata belasan hari kemudian, Pesiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) akan diberi anugerah gelar Ksatria Salib Agung dari Ratu Elizabeth II dalam kunjungannya ke Inggeris 31 Oktober 2012-2 November 2012.
  • Namun kegigihan SBY dalam hal yang kemudian mendapatkan anugerah itu,  ternyata Salman Rushdie penghujat Islam dengan novelnya “Ayat-ayat Setan” yang menjadikan marahnya Ummat Islam sedunia telah lebih dulu mendapatkan anugerah gelar Ksatria dari Ratu Inggeris bertepatan dengan hari ulang tahun Ratu Elizabeth II bulan Juni tahun 2007.
  • Saat itu Menteri Luar Negeri Indonesia sempat mengecam pemberian gelar Ksatria terhadap penghujat Isam itu. Diberitakan: Di Indonesia, yang penduduknya mayoritas Islam, pemberian gelar Ksatria kepada Salman Rushdie juga menuai kecaman, termasuk dari Menlu Hassan Wirajuda. Menlu berpendapat, pemberian gelar oleh Ratu Inggris dapat mempengaruhi upaya perbaikan hubungan antarperadaban, budaya dan agama.
  • Dari segi waktu, saya katakan tidak tepat untuk menciptakan suasana kondusif dan saling pengertian yang lebih baik dari hubungan antar peradaban, budaya dan agama, kata Menlu.

    Dalam hubungan internasional yang di dalamnya termasuk komunitas Islam, Inggris seharusnya bisa memahami perasaan umat Islam setelah Ayat-ayat Setan itu mendapat kecaman kaum muslim. Tapi mengapa Salman malah mendapat kehormatan, kata salah seorang Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Ibnu Djarir.

    Sementara itu di Malaysia, sejumlah pendukung partai Islam menggelar aksi unjukrasa di luar Kedubes Inggris menolak pemberian gelar itu sambil meneriakkan slogan Hancurkan Salman Rushdie dan Hancurkan Inggris. ([Opini]Soal Salman Rusdhie, Inggris Menuai Kecaman — Oleh Askan Krisna, Antara, dikutip Pelita http://www.pelita.or.id/baca.php?id=32618

  • Giliran SBY yang memperoleh gelar Ksatria Salib Agung, ternyata Menlu RI yang sekarang ikut. Sebagaimana diberitakan: Presiden menegaskan dia membawa delegasi yang kuat dan lengkap mengingat pentingnya kunjungan kali ini.
  • Ikut dalam rombongan Presiden antara lain, Menlu Marty Natalegawa, Mensesneg Sudi Silalahi, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, Menhan Purnomo Yusgiantoro, Menperin MS Hidayat, Menteri ESDM Jero Wacik, Menteri Patiwisata dan Ekonomi Kreatif Mari E Pangestu, dan Ketua Komite Ekonomi Nasional Chairul Tanjung. Ada pula Ketua DPR RI Marzuki Alie dan Ketua DPD RI Irman Gusman. (SBY: Saya Membawa Rombongan Lengkap ke Inggris, Tribunnews.com – Selasa, 30 Oktober 2012 08:03 WIB)

Inilah berita tentang pemberian gelar Ksatria Salib Agung kepada SBY dan Salman Rushdie penghujat Islam.

 

***

Ratu Inggris Akan Berikan Gelar ke SBY

JAKARTA – Dalam kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke Inggris, Ratu Elizabeth II akan memberikan anugerah gelar kepada Presiden SBY. Penghargaan yang akan disematkan kepada Presiden SBY sebelumnya juga pernah diberikan kepada pemimpin negara lainnya, seperti Presiden Amerika Serikat Ronald Reagan, Presiden Perancis Jacques Chirac, dan Presiden Turki Abdullah Gul.

“Nama penghargaannya Knight Grand Cross in the Order of Bath,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, di Jakarta, Senin (29/10). Dia mengatakan penghargaan Knight Grand Cross tersebut merupakan kelas tertinggi dari Order of the Bath.

Sebelumnya, Presiden Soeharto pernah diberikan tanda jasa Knight Cross Of Order of The Bath (GCB) oleh Pemerintah Inggris pada 1974. Penghargaan tersebut pertama kali diberikan tahun 1725, yang merupakan penghargaan kepada prestasi menonjol anggota militer dan warga sipil.

Faizasyah menuturkan tidak ada upacara khusus yang akan dilakukan dalam pemberian penghargaan ini. “Hanya Ratu akan menunjukannya di ruang display ke Bapak Presiden seusai makan siang tanggal 31 Oktober,” kata dia. Selanjutnya, Presiden Yudhoyono beserta Ibu Negara akan melanjutkan perjalanan ke Vientiane, Laos, dalam rangka kunjungan kenegaraan dan menghadiri KTT Ke-9 Asia-Europe Meeting (ASEM). http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/104331 Selasa, 30 Oktober 2012 | 07:34:36 WIB

***

Menanggapi hal tersebut, sebuah situs yang menyuarakan aqidah mengutip seorang tokoh mengungkapkan bahwa gelar tersebut berarti Ksatria Salib Agung.

“Luar Biasa! SBY sebagai Presiden Muslim dari negeri Muslim terbesar di dunia dapat gelar ‘Knight Grand Cross’yang artinya ‘Ksatria Salib Agung!’ dari Ratu Inggris,” ujar tokoh yang dikutip itu dalam pesan singkatnya kepada voa-islam.com, Selasa (30/10/2012).

…Jangan kaget! Karena SBY berjasa besar dalam pembangunan gereja liar dan perlindungan Gerakan Kristenisasi serta pembelaan terhadap Ahmadiyah

Menurut tokoh itu, tak perlu kaget jika SBY menerima gelar tersebut dari Inggris, sebab selama ini SBY berjasa dalam pembangunan gereja liar, perlindungan gerakan Kristenisasi dan Ahmadiyah.

“Jangan kaget! Karena SBY berjasa besar dalam pembangunan gereja liar dan perlindungan Gerakan Kristenisasi serta pembelaan terhadap Ahmadiyah yang dipelihara Inggris,” jelasnya.

Hari ini Selasa (30/10/2012), dikabarkan Presiden SBY bersama istri, Kristiani Herawati Yudhoyono, telah bertolak ke London Inggris menggunakan pesawat khusus kepresidenan Airbus 330-300 milik Garuda yang lepas landas dari Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta, pukul 07.00 WIB.

Demikian tulis situs yang menyuarakan aqidah tersebut.

***

Tak Peduli Protes Umat Islam, Inggris Beri Gelar “Ksatria” Buat Salman Rusdhie

Kamis, 26 Jun 08 11:55 WIB

Ratu Inggris benar-benar tidak menunjukkan sensitivitasnya terhadap perasaan warga Muslim di negerinya. Sang ratu tak peduli dengan protes warga Muslim, ia tetap memberikan penghargaan “ksatria” pada Salman Rushdie, penulis buku Ayat-Ayat Setan yang isinya melecehkan dan menghina Islam dan Rasulullah saw.

Sejak kerajaan Inggris mengumumkan daftar nama yang akan menerima penghargaan “ksatria” bertepatan dengan hari ulang tahun Ratu Elizabeth II bulan Juni tahun 2007 lalu, dan terdapat nama Salman Rusdhie didalamnya, warga Muslim di seluruh dunia melontarkan kecaman dan protesnya pada Kerajaan Inggris.

Bagi Inggris, Rushdie dianggap berjasa dalam bidang kesusastraan, meski karyanya Ayat-Ayat Setan yang diterbitkan tahun 1988 memicu kemarahan umat Islam sedunia. Negara Iran, bahkan sampai mengeluarkan fatwa mati untuk penulis kelahiran India itu. Untuk menghindari fatwa mati dan ancaman terhadap dirinya, Salman berlindung di negara Inggris. (ln/iol)

http://islamiptek.forumotions.com/t293-tak-peduli-protes-umat-islam-inggris-beri-gelar-ksatria-buat-salman-rusdhie

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.429 kali, 1 untuk hari ini)