Kecurangan Pilpres 2014 kini ramai kembali diperbincangkan di media sosial. Pasalnya, kasus pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang dilaporkan oleh Menteri ESDM Sudirman Said kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) menguak bukti baru strategi pemenangan pasangan Jokowi-JK pada Pilpres lalu.

Bukti tersebut berupa rekaman suara Ketua DPR Setya Novanto, Pengusaha Muhammad Riza Chalid, dan Presdir PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin. Disebutkan, keterlibatan Komjen Pol Budi Gunawan dalam mengatur pemenangan Jokowi.

Bahkan dalam rekaman itu menyebut pihak Kepolisian ikut terlibat dalam mencari dukungan bagi pasangan Jokowi-JK. Namun, kabar terkait kecurangan Pilpres sudah terendus beberapa waktu lalu, pasca Jokowi-JK ditetapkan sebagai pemenang dalam Pilpres.

Indikasi tersebut diungkap oleh kubu Prabowo-Hatta Rajasa. Berikut BataraNews berhasil menghimpun beberapa data yang tersebar diberbagai media terkait kecurangan Pilpres Jokowi-JK.

  1. SMS Akbar Faisal yang menyebut Luhut Binsar Pandjaitan memanipulasi data KPU dengan menggunakan teknologi IT.
  2. Beredarnya kabar ancaman Komjen Budi Gunawan yang akan membongkar kecurangan Pilpres bila dirinya tidak dilantik menjadi Kapolri.
  3. Ancaman Perdana Menteri Australia, akan membongkar kecurangan Pilpres dan menguak identitas Jokowi sebenarnya, bila Jokowi jadi mengeksekusi dua terpidana mati kasus Narkoba (Bali Nine).
  4. Beredar kabar tentang bocornya pembicaraaan telepon Denny JA yang menyatakan bahwa, pasangan Prabowo-Hatta sebagai pemenang Pilpres.
  5. Tertangkapnya 34 hacker situs KPU asal Tiongkok di Kecamatan Gajah Mungkur Semarang pada 19 Juli 2014.
  6. Kedatangan Bill Clinton dengan dalih membawa misi lingkungan hidup. Di tengah memanasnya konstelasi politik jelang penetapan pemenang pemilihan Presiden menimbulkan sejumlah tafsir dan kecurigaan di masyarakat. Terlebih, rentang waktu kedatangan Bill Clinton pada 16 Juli – 23 Juli 2014, bertepatan dengan masa krusial terkait jadwal pengumuman pemenang Pemilu oleh KPU.

Sumber: Biren Muhammad/BataraNews.com /Des 3, 2015

***

Ambisi Kekuasaan-Kepemimpinan

– Senang berkuasa dan memimpin, tanpa memperdulikan tanggung jawab dan bahayanya. Yang seperti inilah yang diperingatkan oleh Rasulullah –shalallahu alaihi wasalam– dengan sabdanya:

«إِنَّكُمْ سَتَحْرِصُونَ عَلَى الإِمَارَةِ، وَسَتَكُونُ نَدَامَةً يَوْمَ القِيَامَةِ، فَنِعْمَ المُرْضِعَةُ وَبِئْسَتِ الفَاطِمَةُ»   (رواه البخاري رقم 6729)

“Kalian akan tamak pada kekuasaan yang pada hari kiamat akan menjadi penyesalan. Nikmat permulaannya dan malapetaka pada akhirnya.

Maksud “nikmat permulaannya” karena perolehan harta, kehormatan dan kenikmatannya. Sedangkan “malapetaka pada akhirnya”karena terdapat pembunuhan, pelengseran, dan kepayahan pada hari kiamat.”[16]

Nabi –shalallahu alaihi wasalam– pun bersabda:

«إِنْ شِئْتُمْ أَنْبَأْتُكُمْ عَنِ الْإِمَارَةِ وَمَا هِيَ؟ أَوَّلُهَا مَلَامَةٌ، وَثَانِيهَا نَدَامَةٌ، وثَالِثُهَا عَذَابٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا مَنْ عَدَلَ» (رواه الطبراني في الكبير 18/72 وهو في صحيح الجامع 1420)

“Jika kalian ingin, aku dapat menjelaskan apa kekuasaan itu; permulaannya celaan, keduanya penyesalan, ketiganya siksa pada hari kiamat, kecuali bagi yang adil.”[17]

Jika perkaranya adalah menjalankan kewajiban dan tanggung jawab, di mana tidak ada orang yang lebih baik darinya, seraya bersungguh-sungguh, saling menasihati dan adil sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi Yusuf –alaihisalam-, kita katakan nikmat dan kemuliaan. Akan tetapi pada kebanyakannya adalah keinginan liar kekuasaan, ingin lebih, menindas para pemilik hak dan memonopoli perintah dan larangan.

—–

[16] HR. al-Bukhari no.6729.

[17] HR. at-Thabaroni dalam al-Kabir XVIII/72. Lihat Shahih al-Jami no.1420. (Fenomena Lemahnya Iman)

Oleh: Syaikh Muhammad Soleh Al-Munajjid

Terjemah : Syafar Abu Difa

Editor : Eko Haryanto Abu Ziyad )

Sumber: www.islamhouse.com

http://faisalchoir.blogspot.co.id/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.427 kali, 1 untuk hari ini)