Hasan Al-Jaizy Al-Jaizy

Di antara sebab seorang alim mendapatkan banyak ilmu adalah sebagaimana yang disebutkan seorang alim ahli hadits yang dikenal dengan sebutan asy-Sya’bi. Suatu kala, Ali al-Madini meriwayatkan bahwa ada seseorang terkagum dengan keilmuan asy-Sya’bi. Maka orang tersebut bertanya, “Dari mana Anda mendapatkan ilmu ini semuanya?”

Jawab asy-Sya’bi: “(Aku mendapatkannya) dengan cara…

[1] Menjuhkan diri dari sikap ketergantungan kepada orang lain,
[2] Melakukan safar ke pelosok negeri,
[3] Sabar seperti sabarnya benda mati, dan
[4] Datang pagi-pagi bagaikan burung gagak.”

Masya Allah. Kalau diringkas, intinya dua: sabar dan gigih (tekun). Lawannya adalah malas.

Seandainya ada seorang dai malas shalat berjama’ah saja, maka itu sudah cukup bukti bahwa dia tidak patut diambil fawaid darinya. Sebagai bahan pelajaran. Shalat berjama’ah memberikan faedah besar secara tarbiyah kejiwaan. Sesiapa yang malas berjama’ah, maka bisa dipastikan sedikit kasih sayangnya kepada umat. Dan dai-dai yang malas shalat berjama’ah, kasih sayangnya minus untuk umat. Maka wajar jika dai-dai semacam ini berdusta di depan umat dan mengintip dompet mad’u.

Ketika seorang penceramah kehilangan kasih sayangnya ke umat, ia akan minta dihargai dan tidak hendak menghargai. Semoga Allah sembuhkan apa-apa yang di dada.

 (nahimunkar.com)

(Dibaca 954 kali, 1 untuk hari ini)