Ilustrasi foto/ ytb


Wartawan senior Edy A Effendi mengkritisi pernyataan KH Ma’ruf Amin bahwa Joko Widodo (Jokowi) seorang santri dan pernah mondok di Situbondo, Jawa Timur.

“Hoaks politikus Ma’ruf Amin bertambah. Ia bilang Jokowi santri Situbondo,” kata Edy di akun Twitter-nya @eae18.

Edy menyindir, meminta KH Ma’ruf mengatakan, Jokowi seorang ulama besar dan peminpin Bangsa Indonesia.

“Kenapa gak sekalian saja bilang Jokowi ulama besar sepanjang sejarah Indonesia, yang merangkap jadi presiden,” jelas Edy.

“Kalau sebar hoaks jangan tanggung-tanggung,” kata Edy.

Sebelumnya KH Ma’ruf Amin menegaskan Jokowi seorang santri dan pernah mondok di Situbondo.

“Jokowi itu ternyata santri dari Situbondo,” kata Kiai Ma’ruf Amin di hadapan ulama, kiai, santri dan masyarakat Kabupaten Lebak, Senin (12/11).

Seperti dilansir Antara, Kiai Ma’ruf juga baru mengetahui bahwa Jokowi salah satu santri saat melakukan pertemuan bersama kiai di Sukorejo (Situbondo). Dalam pertemuan itu para kiai menyebut bahwa Jokowi adalah santri di Situbondo dan belajar agama di Ponpes KH As’ad Samsul Arifin.

By Ibnu Maksum/suaranasional.com

***

Penjelasan Ma’ruf Amin pun Menggelikan

Simak ucapan Ma’ruf Amin ini, setelah ia menjuluki Jokowi itu santri dan pernah mondok ( di pesantren), langsung jadi ramai, maka Ma’ruf buru-buru berkata menjelaskan:

“Bukan mondok, bukan tapi ada hubungan keilmuan. Nah, biasa di dalam situasi jalur keilmuan ada semacam dianggap sebagai santri,” kata Ma’ruf di rumah Situbondo, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Ia mengaku mendengar Jokowi belajar agama dari seorang senior di Situbondo. Alasan itulah yang membuat Jokowi layak dianggap santri.

“Saya dapat cerita dari Situbondo, Beliau itu dianggap sebagai santri Situbondo karena ada hubungan keilmuan, yang mengajari agama Pak Jokowi itu alumni senior dari Situbondo,” tuturnya, dikutip Liputan6.com 13 Nov 2018, 15:21 WIB

***

Hanya dengar-dengar langsung bercuap?

Kalau hanya dengar-dengar dan belum pasti ya jangan diulangi hoax mobil esemka yang telah mencoreng nama Ma’ruf Amin atas perkataannya yang tidak terbukti itu.

Bagaimana tidak menggelikan, Jokowi yang tidak pernah mondok di pesantren untuk mengaji ilmu agama Islam, disebut oleh Ma’ruf Amin sebagai santri. Lha wong sekarang ini anak-anak yang sekolah di pesantren saja, ketika mereka pulang balik, tidak mondok di pesantren, ya tidak disebut santri. Yang santri ya hanya yang mondok di pesantren. Itupun ketika mondok itu untuk mengaji ilmu agama Islam. Tapi kalau  mondoknya untuk meningkatkan maqam dalam pemondokan tarekat, ya bukan santri pula namanya. Pengikut tarekat menjalani suluk, Namanya. Faham?

Jadi Ma’ruf Amin tidak usah menjunjung-junjung Jokowi sebegitunya lah. Biar tidak tambah-tambah lagi tampak ketidak mutuannya. Tapi ya terserah saja, itu urusan dia.

***

Gerindra: Jokowi Gak Cocok Disebut Santri Sebab Tak Pernah Mondok

Waketum Gerindra Ferry Juliantono (kumparan) 

Geosiar.com, Jakarta – Calon Wakil Presiden, Ma’ruf Amin menilai pasangannya atau Calon Presiden, Joko Widodo adalah santri. Tetapi, pernyataan Ma’ruf itu dipertanyakan oleh kubu Prabowo-Sandi. Sebab, Jokowi tidak pernah mondok di pesantren sehingga tidak cocok disebut sebagai santri.

“Mungkin dalam pengertian yang definitif kan santri itu mondok di pesantren. Ya enggak cocoklah,” ujar Wakil ketua umum Gerindra Ferry Juliantono, Selasa (13/11/2018).

Ferry mengatakan bahwa Jokowi tidak cocok disebut sebagai santri karena Jokowi tidak pernah menempuh pendidikan formal di pesantren. Ferry juga mempersilakan masyarakat untuk menilai Jokowi sebagai santri atau bukan.

“Ya masyarakat, mau dia (Ma’ruf) omong apa masyarakat bisa menilai,” terangnya.

Ferry mengaku, ungkapan Ma’ruf yang menyebut Jokowi sebagai santri hanya sebatas upaya untuk meraih dukungan. Sebab, Ferry mengatakan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf cenderung ke stagnan.

“ saya lihat elektabilitasnya mereka berdua stagnan. Jadi ya menggunakan strategi lain. Membuat pernyataan kontroversial,” tambah Ferry.

Menurut Ferry bahwa pernyataan Jokowi dan Ma’ruf belakangan semakin aneh. Menurut dia, ada unsur kesengajaan mengapa istilah-istilah ini dipakai oleh Jokowi-Ma’ruf untuk menutupi masalah kebangsaan.

“Makin aneh aneh saja pernyataan pak Joko widodo maupun pak Maruf Amin belakangan ini seperti sengaja di produksi utk menutupi masalah besar lainnya sepeti impor dan kasus Meikarta,” tutur Ferry.

Ma’ruf Amin sebelumnya menjelaskan bahwa Jokowi memang tidak pernah mondok di pesantren. Label santri diklaim ke Jokowi karena pernah berguru kepada salah satu alumni Ponpes yang diasuh oleh As’ad Syamsul Arifin atau Kiai Haji Raden, yang berlokasi di Desa Sukorejo, Asembagus, Sitobondo, Jatim. Pesantren itu dikunjungi Jokowi pada Februari 2018.

“Saya dapat cerita itu dari Situbondo, beliau itu dianggap sebagai santri Situbondo karena ada hubungan keilmuan, yang mengajari agama Pak Jokowi itu alumni senior dari Situbondo,” jelas Ma’ruf di Rumah Aspirasi, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).https://geosiar.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.672 kali, 2 untuk hari ini)