Segini Harga BBM di Arab Saudi

 

Oleh: Budi Marta Saudin (tinggal di Saudi)

 

Bensin di Saudi, untuk yang jenis Ron 91 harganya 2,18 riyal (setara sekitar Rp. 8.720). 

 

Sedangkan jenis Ron 95 harganya 2,33 riyal (setara sekitar Rp. 9.320).

 

Ron 91 = melebihi Pertalite (Ron 90)

Ron 95 = melebihi Pertamax (Ron 92)

 

Dua jenis bensin ini yang dijual di pom bensin di Saudi. Adapun solar, tidak setiap pom bensin menyediakannya. 

 

Untuk harga, ada sedikit perbedaan antara satu pom bensin dengan pom bensin lainnya. Selisih hanya nol koma sekian riyal. Biasanya pom bensin yang ada di daerah yang jauh dari penduduk, harganya sedikit tinggi. 

 

Pom bensin disini dikelola oleh peruhasaan yang berbeda-beda. Ada Naft, Aldress, Sasco, Gasoline, Orange, dan lain-lain.

 

Isi bensin di Saudi dilayani oleh petugas. Kebanyakan adalah orang Bangladesh. Saya pernah tanya “berapa gaji kerja jadi jadi karyawan pom bensin?”, dia jawab, “Sebulan seribu riyal.”

 

Para pelayan pom bensin di Saudi rata-rata gak pakai seragam. Pakai baju bebas aja. Semua pelayan adalah laki-laki. 

 

Saat mengisi bensin, gak ada himbauan mesin mobil harus dimatikan. Jadi boleh tetap nyala. Gak ada juga larangan menggunakan hp di area pom bensin.

 

Kadang, saat mobil sedang berjejer antri isi bensin, ada saja mobil yang datang berlawanan arah. Minta agar diisi duluan. Badui ini. Arab gunung.

 

1 Riyal Saudi = Rp 3.970 (kurs saat ini)

 

*fb (07/09/2022)

portal-islam.id, Rabu, 07 September 2022 CATATAN

***

 

Janji Sana Dusta Sini, Kebijakan Dasamuka Jokowi

Ilustrasi foto/beritakanid news

 
 

OLEH: FURQAN JURDI*

BEBERAPA bulan lalu tepatnya 13 Juli 2022 Presiden Joko Widodo menjamin harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, listrik, dan gas LPG tiga kilogram tidak akan naik hingga akhir tahun.

Rakyat Indonesia bersyukur mendengar jaminan bapak Presiden itu, dengan harapan rakyat bisa mengatur kembali kehidupan setelah dua tahun di hantam pandemi Covid-19. Tetapi kebiasaan berjanji, kemudian diingkari lagi, itu sudah menjadi kebiasaan pemerintah.

Belum genap sebulan rakyat merayakan kemerdekaan dengan segala euforianya, rakyat dihantam dengan kenaikan harga BBM.

Rakyat belum selesai menghadapi krisis akibat pandemi, diperberat lagi dengan melonjaknya harga barang akibat kenaikan harga BBM. Ibaratnya rakyat belum pulih dari luka, pemerintah hajar lagi.

Sekarang masih dalam suasana perayaan kemerdekaan, harusnya rakyat diberi hadiah yang memerdekakan mereka. Pemerintah justru memberikan kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Sebuah hadiah kemerdekaan yang menjijikkan.

Tidak berlebihan kalau Rezim Jokowi ini disebut Rezim spesialis nyusahkan rakyat. Sebab selama beberapa tahun terakhir rakyat dipersulit dengan berbagai kebijakan, mulai dari kebijakan penanganan Covid yang amburadul, hingga korupsi dan pembagian cuan dalam bisnis PCR dan Antigen.

Kemudian disusul lagi dengan kebijakan mengenai minyak goreng. Negara penghasil minyak sawit justru mati di ladang sawit akibat kebijakan pemerintah yang salah, hingga korupsi besar-besaran terjadi akibat permainan mafia minyak goreng.

Sulit bagi kita menemukan sisi keberhasilan Pemerintahan Jokowi dalam mengurus urusan negara dan rakyatnya. Dalam keadaan negara yang tidak baik-baik saja, justru pemerintah menetapkan pemindahan Ibukota Negara.

Kebijakan ini tidak tepat dengan pemborosan anggaran negara. Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang terus mangkrak hingga setiap tahun ada penambahan anggaran juga kebijakan yang tidak tepat bagi rakyat.

Semua yang tidak tepat sasaran diteruskan demi ambisi “Bapak Infrastruktur”. Namun kebijakan yang sasarannya untuk dapur dan kantong rakyat di perberat terus menerus, hingga rakyat benar-benar miskin, dimiskinkan oleh kebijakan pemerintah. Ini Rezim spesialis hantam rakyat.

Kenaikan harga BBM menurut Jokowi disebabkan karena subsidi tidak tepat sasaran. Kalau subsidi tidak tepat, seharusnya pemerintah memperbaiki penyaluran subsidi BBM nya supaya tepat.

Solusi dari subsidi tidak tepat ternyata menaikkan harga BBM. Padahal penyaluran subsidi yang tidak tepat tidak ada hubungannya dengan harga BBM.

Jadi kebiasaan mencari kambing hitam dalam kebijakan sudah biasa dilakukan oleh Rezim ini. Kegagalan demi kegagalan yang dilakukan selalu menyalahkan orang lain, entah itu rakyat atau siapa pun termasuk cuaca dan bencana alam disalahkan.

Mungkin pembaca tidak lupa, saat Covid-19 tiba di Indonesia, kita menghadapi krisis, rakyat menjerit, pemerintah berdalih semua karena covid. Padahal sebelum covid pun negara sudah mulai masuk jurang resesi.

Kenaikan harga BBM di tengah situasi sulit seperti ini justru akan menghasilkan lebih banyak kemiskinan. Dengan naiknya harga BBM maka harga-harga sembako dan harga barang, sandang dan pangan akan meningkat tajam.

Dengan demikian rakyat akan akan kewalahan menghadapi lonjakan harga. Akibatnya daya beli masyarakat menurun, dan kalau itu terjadi inflasi akan lebih tinggi lagi. Resesi bahkan depresi ekonomi bisa saja terjadi.

Kebijakan pemerintah dalam menaikkan harga BBM ini adalah kebijakan Dasamuka. Kebijakan yang dijalankan secara licik, penuh kebohongan, ingkar janji, berwajah sepuluh, disebut sebagai kebijakan dasamuka.

Kebijakan dasamuka hari-hari ini sudah menjadi praktik keseharian pemerintah. Disana mengumbar janji disini ingkar janji, hari ini berjanji besok dusta lagi. Dengan muka kebal malu, berpidato dari hari ke hari.

Apabila mengeluarkan kebijakan selalu bertentangan dengan janji, tidak sesuai dengan kata-kata. Lain yang dipidatokan lain yang diputuskan. Kebijakannya sering menyusahkan rakyat. Inilah gambaran kehidupan berbangsa dan bernegara hari-hari ini.

Kita hanya diberikan kata “sabar” oleh Jokowi. Namun sayang DPR kita seperti kuburan bagi politisi. Disana hanya kumpulan-kumpulan orang-orang, tidak ada suara bising, tidak ada interupsi dari DPR atas kebijakan pemerintah.

Jadi rakyat dilepaskan sendiri untuk berjuang. Apabila kita mengkritik pemerintah kita ditangkap. Apabila rakyat menyampaikan pendapat dimuka umum disebut melanggar UU ITE. Semua serba salah, dan dalam hal ini rakyatlah yang disalahkan.

Jadi kepada siapa rakyat mengadu? Kepada siapa rakyat mengharapkan keadilan dan kesejahteraan?

Apakah kita harus tetap diam, atau bangkit melawan? 

 
 

*(Penulis adalah Ketua Pemuda Madani)

Gelora Media

5 September 2022

***

Kau yang Berjanji Kau yang Mengingkari…

Posted on 4 September 2022

by Nahimunkar.org

Presiden Jamin Tak Ada Kenaikan Harga BBM Subsidi Hingga Akhir Tahun

Itu berita tanggal 13 Juli 2022

Jaminan dan janjinya sendiri diingkari sendiri pula.

Kau yang beranji kau yang mengingkari…

 
 

  
 

  
 


Luqman Hakim

  
 


@LuqmanBeeNKRI

  
 

Silahkan Relawan dan BuzzeRp nikmati harga pertalite dan solar yg sdh resmi naik. Yg sampai tadi pagi kalian anggap wacana, saat ini sdh resmi diputuskan Jokowi. Monggo diresapi pahitnya! Sore ini, saya akan jalan2 dg mobil ber-BBM Pertamax Turbo. Tadi sdh isi full di SPBU. 


 

3.46 PM · 3 Sep 2022·Twitter for iPhone

***

Nasib Raja yang Suka Dusta

Ilustrasi. Foto/ waklongman

Silakan simak ini.

***

    
 

Kajian Islam

Ancaman bagi Raja yang Suka Berdusta, Pemimpin Zalim, dan Pendukungnya

Raja yang Suka Berdusta Tidak Akan Diajak Bicara oleh Allah pada Hari Qiyamat

صحيح مسلم (1/ 102)

172 – (107) وَحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، وَأَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الْأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ – قَالَ أَبُو مُعَاوِيَةَ: وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ – وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ “

__________

[شرح محمد فؤاد عبد الباقي]

ش (وعائل) العائل هو الفقير]

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan Dia tidak akan mensucikan mereka… –Abu Mu’awiyah berkata, “Dan Tidak akan dilihat oleh Allah.”– Dan bagi mereka adzab yang pedih, yaitu orang tua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR Muslim).

شرح السنة للبغوي (13/ 168)

عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” ثَلاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَلا يُزَكِّيهِمْ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُتَكَبِّرٌ «.

هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ، أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ، عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ، عَنْ وَكِيعٍ، وَأَبِي مُعَاوِيَةَ، وَزَادَ فِي رِوَايَةِ أَبِي مُعَاوِيَةَ» وَلا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ “.

“Tiga orang yang tidak akan diajak bicara oleh Allah pada hari kiamat dan Dia tidak akan mensucikan mereka: orang tua yang berzina, raja yang suka berdusta, dan orang miskin yang sombong.” Ini hadits shhih, dikeluarkan oleh Muslim dari AbiBakrah bin Syaibah, dari Waki’ dan Abi Mu’awiyah. Dan tambahan dalam riwayat Abi Mu’awiyah: , “Dan Tidak akan dilihat oleh Allah. Dan bagi mereka adzab yang pedih”. (Syarhus Sunnah oleh Al-Baghawi 13/168).

Ada Hadits Ancaman bagi Pembela Umara’ yang Zalim

Ada kesan, kerasnya tuduhan terhadap siapa saja yang dianggap sangat bersalah karena mengkritik kezaliman pemimpin padahal kezalimannya itu terhadap Islam, sedang Islam itu ya’lu wala yu’la, tingginya melebihi kehormatan siapapun, maka semestinya Islam itulah yang dibela, namun sebagian manusia justru membela kehormatan manusia itu setinggi-tingginya hingga mengecam pengkritiknya setajam-tajamnya dikaitkan dengan Zulkhuwaisirah segala; maka dikhawatirkan perbuatan itu justru termasuk membela kezaliman. Itupun kezaliman terhadap Islam.

Oleh karena itu, seharusnya manusia ini menyadari, perbuatan yang sudah tegas-tegas ancamannya itulah yang mesti dihindari. Bukan malah dilakoni sambil mengecam sekeras-kerasnya terhadap siapapun yang belum tentu perbuatan mengkritiknya demi ketinggian Islam itu terkena ancaman nas.

Inilah di antara ancaman yang perlu disadari.

***

Hadits tentang Para Pemimpin yang Bohong lagi Zalim dan Para Pendukungnya

عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ ، قَالَ : خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَقَالَ : ” إِنَّهُ سَيَكُونُ عَلَيْكُمْ بَعْدِي أُمَرَاءٌ فَمَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهمْ وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهمْ ، فَلَيْسُ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ بِوَارِدٍ عَلَيَّ حَوْضِي ، وَمَنْ لَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهمْ وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ ” ، هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ ، أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ الْقَطَّانِ ، عَنْ سُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ ، فَوَقَعَ لَنَا بَدَلًا عَالِيًا ، وَأَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ ، عَنْ عَمْرِو بْنِ عَلِيٍّ ، عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ

سَتَكُونُ بَعْدِي أُمَرَاءُ ، مَنْ دَخَلَ عَلَيْهِمْ فَصَدَّقَهُمْ بِكَذِبِهِمْ ، وَأَعَانَهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَلَيْسَ مِنِّي وَلَسْتُ مِنْهُ ، وَلَيْسَ يَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ ، وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْ عَلَيْهِمْ ، وَلَمْ يُصَدِّقْهُمْ بِكَذِبِهِمْ ، وَلَمْ يُعِنْهُمْ عَلَى ظُلْمِهِمْ ، فَهُوَ مِنِّي وَأَنَا مِنْهُ ، وَسَيَرِدُ عَلَيَّ الْحَوْضَ.

(النسائى في كتاب الإمارة).

Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi wa Sallambersabda: “Akan ada setelah (wafat)ku (nanti) umaro’ –para amir/pemimpin—(yang bohong). Barangsiapa masuk pada mereka lalu membenarkan (menyetujui) kebohongan mereka dan membantu/mendukung kedhaliman mereka maka dia bukan dari golonganku dan aku bukan dari golongannya, dan dia tidak (punya bagian untuk) mendatangi telaga (di hari kiamat). Dan barangsiapa yang tidak masuk pada mereka (umaro’ bohong) itu, dan tidak membenarkan kebohongan mereka, dan (juga) tidak mendukung kedhaliman mereka, maka dia adalah dari golonganku, dan aku dari golongannya, dan ia akan mendatangi telaga (di hari kiamat). (Hadits Shahih riwayat Ahmad dan An-Nasaa’i dalam kitab Al-Imaroh).

(nahimunkar.org)