Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila, Jokowi Minta Masyarakat Taubat

 

  • sejak penanganan Covid-19 berada di bawah komando Luhut, angka positif Covid-19 per harinya bertambah hingga di angka empat ribu orang dan hampir mencapai lima ribu orang per harinya.
  • “Luhut bisa dinilai tidak mampu menangani corona. Karena corona bukan tambah reda, malah makin menggila. Jangan-jangan ini karena ketidakmampuan Luhut dalam mengatasi corona dengan baik dan benar,” ujar Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Ahad (27/9).
  • Dengan demikian, Saiful meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mengevaluasi Luhut karena dianggap tidak mampu mengatasi Covid-19.

 

Inilah beritanya.

 

***

 

 


Pengamat: Sejak Dipimpin Luhut, Corona Bukan Mereda Malah Menggila

 


 

Peningkatan angka kasus positif Covid-19 di Indonesia semakin tinggi sejak diatasi oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) per 15 September lalu.

 

Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam menilai Luhut tidak mampu menangani wabah ini. Setidaknya, sejak penanganan Covid-19 berada di bawah komando Luhut, angka positif Covid-19 per harinya bertambah hingga di angka empat ribu orang dan hampir mencapai lima ribu orang per harinya.

 

“Luhut bisa dinilai tidak mampu menangani corona. Karena corona bukan tambah reda, malah makin menggila. Jangan-jangan ini karena ketidakmampuan Luhut dalam mengatasi corona dengan baik dan benar,” ujar Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Ahad (27/9).

 

Apalagi, sambung Saiful, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa juga mendesak agar kebijakan Luhut soal kriteria meninggal dunia karena Covid-19 direvisi.

 

“Bisa jadi itu bagian dari skenario Luhut agar menekan angka kematian karena Covid-19,” duganya.

 

Dengan demikian, Saiful meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk segera mengevaluasi Luhut karena dianggap tidak mampu mengatasi Covid-19.

 

“Saya kira Jokowi jangan terlalu percaya kepada Luhut, yang lain saya kira juga bisa, justru apabila Luhut selalu dipakai akan menimbulkan kecemburuan antar satu dengan lainnya,” pungkas Saiful.[rmol]

Gelora News 
27 September 2020

***

Pandemi di RI Kian Menjadi-jadi, Jokowi Minta Masyarakat Taubat


 

Pandemi corona yang mewabah di Indonesia semakin menjadi-jadi. Kini, penambahan kasus positif hariannya sudah mencapai empat ribu lebih. Terkait hal itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta masyarakat lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

 

Jokowi juga mengingatkan, masyarakat yang hidupnya berkecukupan bisa membantu mereka yang nasibnya kurang beruntung. Sebab dengan begitu, beban atau kesulitan di tengah pandemi corona bisa sedikit teratasi.

 

“Kita juga tidak boleh melupakan istighfar, zikir, dan taubat kepada Allah SWT, lalu memperbanyak sedekah, karena banyak saudara kita yang perlu dibantu di tengah kesulitan (pandemi corona) yang sedang mereka hadapi,” ujar Jokowi saat membuka Muktamar IV PP Parmusi Tahun 2020 di Bogor, dikutip dari VIVA, Sabtu 26 September 2020.

 

Keberadaan pandemi corona di Indonesia mengubah rencana kerja pemerintah yang telah disiapkan sejak awal. Saat ini, ekonomi negara sedang berada di ambang resesi. Banyak perusahaan yang tutup dan merumahkan sejumlah pegawainya. Maka, Jokowi meminta masyarakat bisa saling bahu-membahu meringankan beban tersebut.

 

Mantan Wali Kota Solo itu sekali lagi memastikan, kendati ekonomi negara sedang terguncang, namun fokus utama pihaknya tetap pada penanganan kesehatan. Jokowi juga memohon kepada masyarakat untuk tetap mematuhi sejumlah protokol yang berlaku, seperti mengenakan masker dan sering-sering membasuh tangan dengan sabun.

 

“Sekali lagi saya ulang, penanganan masalah kesehatan adalah yang utama. Dan yang lebih utama lagi, adalah pencegahan penularan. Saya minta kepada semua pihak untuk disiplin melakukan protokol kesehatan agar penularan bisa ditekan dan kehidupan masyarakat bisa normal kembali,” tegasnya.

 

“Semoga Allah SWT segera mengangkat Covid-19 dari Indonesia. Semoga Allah selalu melindungi dan memberikan keselamatan kepada rakyat dan bangsa Indonesia,” kata dia. (*)

@geloranews

26 September 2020

(nahimunkar.org)

(Dibaca 475 kali, 1 untuk hari ini)