Ponari yang dipopulerkan (terutama oleh media-media anti Islam) sebagai dukun cilik di Jombang Jawa Timur yang kondang dengan batu petir yang dianggap bertuah, ternyata untuk ujian SD (sekolah dasar) saja tidak lulus. Hingga akhirnya dia menempuh ujian paket A.

Dengan modal ijazah paket A itu kemudian Ponari dikabarkan sekolah di Madrasah Tsanawiyah.

Anehnya, dikabarkan bahwa anak-anak sekolah ketika mau menghadapi ujian, justru mereka ramai-ramai datang ke ponari (minta didukuni dengan batu petirnya itu) agar lulus ujian.

Lha wong Ponari sendiri ora godak (tidak becus) dalam ujian hingga tidak lulus dalam ujian SD, sampai-sampai dia kemudian menempuh paket A, lha kok malah anak-anak sekolah datang (minta didukuni) ke Ponari agar lulus ujian.

Sejak kecil, rupanya anak-anak sudah dibodohi dan disesatkan.

Sangat disayangkan, berlangsungnya perdukunan kemusyrikan yang dilakoni dukun cilik Ponari itu dulu diantarnya didukung/ dipertahankan oleh Hasyim Muzadi dan Emha Ainun Nadjib. Tidak percaya, buka saja link ini:

https://www.nahimunkar.org/kemusyrikan-terbentang-luas-dari-ponari-hingga-hasyim-muzadi/

Bahkan Emha Ainun Nadjib membela Ponari secara khusus.

Emha Ainun Nadjib Melogikakan Allah

by nahimunkar.com, Apr 23rd, 2009

Emha Ainun Nadjib Melogikakan Allah

Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Kasus dukun cilik Ponari dengan batu petirnya telah banyak dibahas. Namun masih menyisakan adanya pembelaan orang terhadap berlangsungnya perdukunan pakai batu petir itu dengan tulisan yang sampai mengqiyaskannya dengan tongkat Nabi Musa ‘alaihis salam, Hajar Aswad dan sebagainya.

Tulisan jungkir balik tidak keruan itu masih pula materinya adalah tentang musyrik tidaknya tingkah perdukunan. Semuanya ditulis dalam bentuk yang aneh, bahkan dia sendiri menyatakan: Aku tidak ngerti.

Selengkanya ada di link ini: https://www.nahimunkar.org/emha-ainun-nadjib-melogikakan-allah/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.059 kali, 1 untuk hari ini)