Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya MIN Tinawas Nogosari Boyolali

Foto potongan dari video di ytb, 2017

 

MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) Tinawas Kecamatan Nogosari

Kabupaten Boyolali merupakan lembaga pendidikan yang ikut

berjuang mencerdaskan kehidupan bangsa demi suksesnya tujuan

pembangunan nasional Indonesia. Madrasah Ibtidaiyah Negeri

Tinawas tersebut merupakan lembaga

pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

MIN Tinawas merupakan madrasah yang berdiri pada 1

Oktober 1958 yang diprakarsai oleh tokoh-tokoh

masyarakat.Berdirinya MIN Tinawas dirintis dari penyelenggaraan

pendidikan non formal. Walaupun belum memiliki ruangan yang

khusus, karena dorongan yang kuat untuk mengembangkan Islam

dan membendung pengaruh idiologi komunis yang disebarkan PKI,

Tokoh agama Islam Tinawas, antara lain ; H. Kaelani, H. Alwan

Fadil, H. Siswo, H. Amir Fattah, H. Nasafi dan H. Nur Iskandar,

mendidik anak-anak bidang agama Islam (Diniyah) di rumah-rumah

penduduk. Pendidikan diselenggarakan pada sore hari.

Atas perjuangan tokoh Agama Islam tersebut perkembangan

pendidikan bidang agama Islam sangat pesat sehingga semakin banyak rumah penduduk yang digunakan untuk menampung anakanak belajar agama Islam. Bahkan di Dukuh Tinawas pernah

berdiri lembaga pendidikan dari TK sampai dengan MadrasahAliyah, bahkan pondok pesantren pernah juga berdiri di

Dukuh Tinawas. Julukan “Kota Santri” dan slogan “Hujan Al

Qur’an dan Gerimis Hadits” pernah disandang Dukuh

Tinawas.Melihat perkembangan pendidikan Islam yang demikian

ini, Koperasi Batik “BATARI” yang berkedudukan di Surakarta

mengucurkan bantuan dana untuk mendirikan bangunan

pendidikan. Atas bantuan dana dari Koperasi Batik “BATARI” dan

dukungan masyarakat Tinawas berupa material (kayu, genteng,

batu bata) dan tenaga maka didirikan gedung pendidikan di tanah

milik Bapak Kaelani yang diwakafkan untuk pendirian gedung

tersebut.

Pada tahun 1977 MIN Tinawas mendapatkan Inpres pembangunan

gedung yang terdiri 3 ruang belajar dan kantor. Pembangunan

gedung tidak ditempatkan di tanah wakaf Bapak Kaelani karena

kurang memenuhi luas yang dibutuhkan. Atas usaha tokoh

masyarakat, Desa Rembun Kecamatan Nogosasri melalui LKMD

menyediakan tanah desa untuk keperluan pembangunan gedung

tersebut dengan status tanah hak pakai.

Proses pendidikan diselenggarakan di dua lokasi setelah

pembangunan gedung selesai, yaitu di gedung bantuan Koperasi

BATARI di tanah wakaf Bapak Kaelani Dukuh Tinawas Desa

Rembun Kecamatan Nogosari dan di gedung Inpres di tanah desa

di Dukuh Ketitang Desa Rembun kecamatan Nogosari. Secara bertahap keseluruhan proses pendidikan dipindahkan ke lokasi

yang baru seiring dengan perkembangan pembangunan gedung

baru. Tahun pelajaran 1998/1999 seluruh proses pendidikan

diselenggaran di gedung lokasi baru yang terletak di dukuh

Ketitang Desa Rembun kecamatan Nogosari. Adapun gedung di

tanah wakaf Bapak Kaelani di Dukuh Tinawas tidak dimanfaatkan

kecuali untuk kegiatan pendidikan RA Perwanida Tinawas yang

mulai berdirinya menempati sebagian ruangan gedung di tanah

wakaf Bapak Kaelani. (Wawancara dengan Bapak Juwarno,

tanggal 22 September 2014).

[Dipetik seperlunya dari Tesis Yulianto Dwi Hartono, IAIN Surakarta, 2015]

 

(Dibaca 348 kali, 1 untuk hari ini)