BEKASI (voa-islam.com)—Masyarakat di sejumlah daerah di Jawa Barat dikabarkan menolak Dedi Mulyadi, Bupati Purwakarta berkunjung ke daerah mereka.

Di Bogor, massa umat Islam dari berbagai elemen berkumpul di Gelanggang Olahraga (GOR) Jasinga untuk menolak kedatangan Bupati Dedi Mulyadi, Senin (21/12/2015).

Rencananya Dedi bakal menghadiri acara kebudayaan di kota hujan tersebut. Aksi penolakan ini berlangsung aman dan tertib.

“Sampai malam (Senin) ini kondisi aman, pihak kepolisian sudah kita minta untuk membatalkan acara ini dan mereka berjanji dengan alasan agar kondusif,” kata Ketua Wali Laskar Front Pembela Islam (FPI) Bogor Raya, Habib Iye Al-Jufri dalam keterangan pers yang diterima voa-islam, Senin (21/12/2015) malam.

Lebih lanjut, Habib Iye mengaku tidak mempersoalkan acara kebudayaan tersebut.

“Sikap kita silakan acara kebudayaannya berjalan, tidak ada masalah. Tetapi Dedi Mulyadinya yang kita tolak. Karena telah mengacak-acak akidah Islam. Dan untuk acara di Ciampea besok, polisi juga janji tidak akan mengeluarkan izin,” terang Habib Iye.

Sebelum di Bogor, penolakan terhadap Dedi Mulyadi juga terjadi di Ciamis.

Menurut rencana Dedi akan menghadiri acara Galuh Geulis di Aula Islamic Center Ciamis, Ahad (20/12) malam. Sebelum acara berlangsung, massa dari umat Islam Ciamis telah berkumpul melakukan aksi penolakan terhadap Dedi.

Umat Islam Ciamis bisa bernafas lega, karena Dedi dikabarkan memutuskan tidak hadir tiga hari sebelum acara berlangsung.

“Tiga minggu yang lalu H. Dedi Mulyadi memang menginginkan datang ke Kabupaten Ciamis. Tetapi tiga hari yang lalu setelah dikonfirmasi rencana kedatangan itu kami cancel. Karena kami tahu akan ada polemik di sebagian masyarakat,” ujar Andi Ali Fikri panitia Galuh Geulis seperti dikutip Warta Priangan.[Syaf/voa-islam.com]

Sumber: voa-islam.com/ Senin, 11 Rabiul Awwal 1437 H / 21 Desember 2015 23:46 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.407 kali, 1 untuk hari ini)