Inilah beritanya.

***

MUI Desak Tindakan Anarkis Massa Aliran Sesat LDII Diproses Secara Hukum

  • Tindakan massa LDII memukuli narasumber dan merusak masjid adalah tindak kesewenang-wenangan dan intoleransi. Aparat diminta mengusut kejadian tersebut hingga menjerat pelaku pengrusakan.


MAJELIS ulama Indonesia (MUI) mengecam tindakan anarkis massa Lembaga Dakwah Islam Indonesia terhadap kajian Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah di kampus Universitas Ibnu Khaldun Bogor. MUI mendesak agar pelaku diproses secara hukum.

“Itu harus diproses hukum dan dilaporkan ke polisi. Umat Islam patut bersatu menghadapinya,” tegas Ketua MUI Amidhan kepada wartawan, Ahad (16/6/2013).

Tindakan massa LDII memukuli narasumber dan merusak masjid adalah tindak kesewenang-wenangan dan intoleransi. Aparat diminta mengusut kejadian tersebut hingga menjerat pelaku pengrusakan.

“Apa gunanya Presiden SBY menerima award sebagai negarawan yang menjadikan Indonesia negara demokratis dan toleran?” tanyanya.

Sebelumnya, pada hari Sabtu lalu ratusan massa LDII memasuki Masjid Al Hijri kampus UIKA untuk membubarkan seminar dakwah mahasiswa IMM. Narasumber seminar tersebut, Adam, mengaku ikut mendapatkan pukulan meski sudah diamankan.

“Saya kena di sini (menunjuk kepala),” katanya kepada Islampos.com. (Pz/Islampos) By Pizaro on June 17, 2013

***

Minggu, 16 Juni 2013 , 11:48:00 WIB

Sekjen IMM Desak Aparat Hukum Usut Kekerasan Massa LDII terhadap Kader IMM

Laporan: Zulhidayat Siregar

kekerasan bogorRMOL. DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mengecam aksi kekerasan yang dilakukan sekelompok massa dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kemarin di masjid kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA), Bogor, Jawa Barat.

Saat itu, IMM Cabang UIKA Bogor menggelar seminar aqidah Islam dan pelatihan ruqyah. Tapi tiba-tiba, massa LDII datang dan meminta acara tersebut dibubarkan. Bahkan, mereka sempat memukul ketua panitia diskusi, Muhajir Abbasy.

“Semestinya pihak LDII melakukan komunikasi terlebih dahulu atau ikut berdiskusi secara ilmiah dan berdasarkan kajian yang bersumber pada Al Qur’an dan Al Hadits . Tidak semestinya dengan cara kekerasan,” ujar Sekjen DPP IMM Fahman Habibi (Minggu, 16/6).

Fahman menjelaskan, jika dinilai ada yang bertentangan dengan ajaran Islam yang dibahas dalam diskusi tersebut, juga tidak pada tempatnya melakukan aksi kekerasan. Apalagi hal itu digelar di masjid. “Apapun alasannya kami mengutuk tindak kekerasan dan pemukulan. Seharusnya bisa ditempuh dengan cara dialog,” ungkapnya.

Karena itu, DPP IMM berharap kejadian kemarin itu tidak meluas dan tidak dimanfaatkan oleh pihak lain yang tidak bertanggung jawab.

“Kami meminta kepada pihak aparat keamanan setempat untuk menyelesaikan  permasalahan ini sesuai  hukum yang berlaku. Bagi seluruh kader  IMM, agar tetap bertindak sesuai aturan yang berlaku,” demikian Pimen, panggilan akrabnya. [zul]

***

Din Syamsuddin sesalkan penyerangan massa LDII terhadap kajian IMM

KETUA Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyesalkan penyerangan massa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) kepada kajian mahasiswa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Menurutnya, hal itu tidak perlu dilakukan massa LDII.

“Hal tersebut kita sesalkan, janganlah ada serangan fisik,” katanya kepada wartawan, Ahad (16/6/2013) di Jakarta.

Din menegaskan sangat wajar jika mahasiswa ingin mengkaji LDII, karena sebagian umat Islam mempersoalkan ajaran LDII.

“Tidak ada salahnya mahasiswa mengkaji LDII,” ujarnya.

Din menghimbau agar LDII melakukan perdamaian dan minta maaf kepada IMM. Langkah hukum patut dijalankan jika upaya islah menemui hambatan.

“Siapa yang salah, maka mengaku salah. Tapi jika islah tidak bisa dilakukan, maka perlu dilakukan upaya hukum,” tutupnya. (Pz/Islampos) By Pizaro on June 17, 2013

***

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhudin Kutuk LDII yang Rusak Masjid Universitas Ibnu Khaldun

June 16, 2013 9:08 am |

Mantan rektor Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor Prof. Dr. KH. Didin Hafidhudin, Msi mengutuk keras atas tindakan anarkisme jamaah LDII yang merusak masjid Al Hijri UIKA Bogor pada Sabtu 16 Juni 2013. Pernyataan itu beliau sampaikan di sela-sela acara membahas kelompok Inkar Sunnah di Gedung Pascasarjana UIKA Bogor.

“Kita mengutuk keras terhadap siapapun juga yang menodai masjid, apalagi memakai sepatu ke masjid itu merupakan penghinaan, tetapi sekali lagi tetap kita jangan emosi, kita serahkan ke polisi untuk menyusut tuntas kasus ini,” tegasnya dilaporkan Suara Islam.

Kejadian tersebut terjadi ketika diselenggarakannya kajian yang di adakan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIKA pada Sabtu pagi (15/6/2013), tema acaranya sendiri akan mengungkap kedustaan paradigma baru LDII. Diskusi menghadirkan Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq (FRIH) Adam Amrullah yang juga mantan anggota LDII.

Kiyai Didin menjelaskan bahwa semalam sebelum acara sudah banyak oknum yang mengancam panitia akan menyerbu, dan esok harinya ternyata penyerangan itu benar terjadi.

“Atas penyerangan berencana itu sudah kita laporkan ke pihak berwenang, dan sedang di proses oleh kapolresta Bogor. Kita berharap supaya ini diusut dengan pasal penodaan agama juga. Kita punya videonya, mereka merusak mimbar masjid,  bahkan ada yang masuk masjid dengan memakai sepatu. Saya tidak menduga bisa terjadi seperti itu, sepertinya mereka punya beking sehingga berani melakukan hal tersebut”, ujar Kiyai Didin.

Direktur Pascasarjana UIKA ini juga berharap kasus penyerangan tersebut tidak menimbulkan konflik horizontal.

“Kalo secara emosional rasanya ingin melawan, kita ingin buktikan bahwa kita juga tidak bisa diperlakukan begitu saja. Tetapi kita tidak ingin nantinya ini dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga akan menimbulkan konflik horizontal. Kita percayakan kepolisian akan mengusut secara tuntas agar jangan sampai ini terjadi di tempat lain”, jelasnya.

Selain merusak masjid, jamaah LDII pun melakukan penganiyaan terhadap sejumlah panitia acara.“Ada sejumlah panitia dan pengurus masjid yang terluka, ini tidak bisa dibenarkan secara agama dan secara moral”, pungkasnya.

Redaktur: Shabra Syatila /http://news.fimadani.com

***

FUI Bogor Kutuk Keras Jamaah LDII yang Serbu Masjid Kampus di Bogor

BOGOR (voa-islam.com) – Tindakan anarkisme yang dilakukan Jamaah LDII di dalam Masjid Kampus UIKA Jl. K.H Soleh Iskandar Bogor, Sabtu (15/6) pagi, pukul 09.00 WIB menuai kecaman dari sejumlah ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) Bogor.

Dalam pernyataan sikapnya, FUI Bogor mengutuk keras sikap arogansi ormas LDII yang menteror panitia pelaksana kegiatan kajian ilmiah dan membuat insiden huru hara, dalam acara seminar yang diadakan oleh mahasiswa UIKA.

FUI Bogor juga mengutuk keras prilaku anarkis sekelompok masa LDII, atas penghentian acara secara paksa, penyerangan, pemukulan terhadap panitia dan pengrusakan mimbar masjid yang ada di dalam masjid.

Selanjutnya, FUI mengecam keras terhadap prilaku massa LDII yang melakukan pelecehan terhadap masjid sebagai rumah ibadah umat, dengan memasukinya tanpa membuka sepatu disaat mengikuti seminar, karena menganggap masjid di kampus UIKA tersebut adalah salah satu masjid najis milik orang kafir yang diluar kelompoknya.

FUI meminta Kepada aparat kepolisan agar menyeret anggota jamaah LDII pelaku anarkisme dan provokator oknum LDII yang menggerakkan massanya untuk melakukan pengancaman, teror, pelecehan dan perusakan rumah ibadah, serta penyerangan dan pemukulan terhadap panitia kegiatan.

FUI Bogor juga meminta kepada MUI Pusat untuk segera menerbitkan Fatwa Baru tentang Penyimpangan Akidah dan Kesesatan Ormas LDII yang menghalalkan perbuatan anarkis terhadap umat islam yang bukan anggota ormas LDII.

FUI meminta kepada kejaksaan agung RI untuk membekukan ormas LDII, karena LDII adalah baju baru Islam Jamaah yang telah dinyatakan sesat oleh  MUI sejak tahun 1971, dan mengajarkan kepada jamaahnya untuk berlaku anarkis terhadap umat islam yang bukan warga LDII.

Pernyataan sikap tersebut ditandatangani 250 umat islam Bogor, diantaranya oleh Ustadz Iyus Khaerunnas Malik (ketua) Ust Wilyudin A. Rasyid Dhani S.Pd (sekretaris), Prof. DR. KH. Didin Hafidhuddin M.Si,  KH. Khaerul Yunus (Penasehat), KH.M.Abbas Aula, Lc, MHI. [desastian] Ahad, 16 Jun 2013

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 650 kali, 1 untuk hari ini)