DPR mengkritik: “Perlu dipertanyakan mengapa ELT (electronic locator transmitter) tidak berfungsi dan tidak dapat dideteksi/terdengar oleh kantor pusat Basarnas. Mengapa hal ini (ELT tidak terdeteksi) terjadi berulang-ulang. Hal ini harus menjadi evaluasi pemerintah.”

Silakan baca berita ini.

***

12 Pegawai Pajak Jadi Korban Lion Air Jatuh

Tribunjabar- Berita Pesawat Lion Air Hilang

Suara.com – Direktur P2 Humas Ditjen Pajak, Hestu Yoga Saksama membenarkan 12 pegawai di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan ikut menjadi korban pesawat Lion Air JT 610 tujuan Jakarta-Pangkal Pinang yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin pagi (29/10/2018).

“Iya benar mba, informasi yang kami terima ada 12 pegawai pajak yang menjadi korban. Mereka itu bekerja di Bangka dan Pangkal Pinang. Pegawai kami memang bertugas disana,” ujar Yoga saat dihubungi Suara.com melalui Whatsapp, Senin (29/10/2018).

Yoga mengungkapkan, ke 12 pegawai DJP Kementerian Keuangan yang menjadi korban tersebut berasal dari Jakarta. 12 pegawai tersebut hendak menjalankan tugasnya usai mengunjungi keluarga mereka yang berada di Jakarta.

https://theworldnews.net

***

3 Hakim, 20 Pegawai Kemenkeu Ada Di Dalam pesawat Lion Air JT 610 Yang Jatuh

POS-KUPANG.COM –  Sebanyak 3 orang hakim, 20 pegawai Kemenkeu RI ada di dalam Pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh, ini nama 187 penumpang lain, Senin (29/10/2018).

Ketiga hakim itu adalah hakim tinggi PT Pangkalpinang, Kartika Ayuningtyas Upiek dan Asnahwati. Serta hakim PN Koba, Ikhsan Riyadi. Ikhsan berangkat beserta keluarga.

“Iya, Ibu Kartika dalam pesawat itu,” kata Wakil Ketua PT Pangkalpinang, Ridwan Mansyur, Senin (29/10/2018).

Selain 3 hakim itu, sebanyak 20 pegawai Kemenkeu RI juga tercatat namanya dalam manifes pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Kerawang, Senin (29/10/2018)./ pos-kupang.com

***

Tiga polisi berada di pesawat Lion Air yang jatuh

Elshinta.com – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan ada tiga polisi yang tercatat berada dalam data manifes penumpang pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat.

“Di dalam manifes, ada anggota Polri tiga orang. Sampai sekarang korban belum ditemukan,” kata Setyo saat dihubungi Antara, Senin (29/10).

Tiga polisi itu adalah AKBP Sekar Maulana, AKBP Mito dan Bripka Rangga Adi Prana.

Penulis : Fajar Nugraha

Editor : Administrator / elshinta.com

***

Ketinggalan Pesawat, 2 Anggota DPRD Babel Selamat dari Kecelakaan Lion Air

Liputan6.com, Bangka – Dua anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Junaidi dan Dolar terhindar dari kecelakaan jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta menuju Kota Pangkalpinang, karena dilaporkan ketinggalan pesawat.

“Dolar dan Junaidi awalnya dijadwalkan naik Lion Air, namun ketinggalan pesawat sehingga terhindar dari kecelakaan,” kata Gus, keluarga Junaidi melalui telepon seluler seperti dikutip dari Antara, Senin (29/10/2018)./ .liputan6.com

***

Beberapa nama anggota dewan

Wakil Ketua DPRD Babel, Toni Purnama kepada bangkapos.com, Senin (29/10/2018) mengatakan kaget mendengar kabar.

“Saya kaget dengar kabar jatuhnya pesawat Lion Air. Kami beda pesawat, saya naik Sriwijaya Air, beberapa lainnya naik Lion Air,” kata Toni.

Beberapa nama anggota dewan yang masuk dalam pesawat tersebut H Eling, Dollar, HK Djunaidi, Mugni, Murdiman, Muktar Rasyid. Namun hingga saat ini masih belum diketahui kabarnya.

“Kita belum tahu siapa saja. Ada beberapa kawan tadi disana. Kita masih tunggi kabarnya,” kata Toni Purnama.

Anggota DPRD Babel hari ini rencana akan menggelar rapat paripurna./  bangkapos.com

***

Kritik Pemerintah, Komisi V DPR Soroti 2 Misteri Jatuhnya Lion JT 610

Ilustrasi Lion Air JT 610 jatuh (Andhika Akbaryansyah/detikcom)

Ketua Komisi V DPR Fary Djemi Francis dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (29/10/2018), Politikus Partai Gerindra itu mengatakan pemerintah seharusnya mengambil keputusan cepat karena Lion Air JT 610 mengangkut banyak penumpang serta kecelakaan itu berpotensi menimbulkan korban jiwa. Fary lalu menyebut ada dua hal yang menurutnya perlu didalami atau ‘misteri’ dari kejadian ini.

“Perlu didalami pula mengapa arah pesawat menuju ke timur laut, sedangkan tujuan pesawat ke Pangkalpinang adalah arah utara,” sebut Fary.

“Perlu dipertanyakan mengapa ELT (electronic locator transmitter) tidak berfungsi dan tidak dapat dideteksi/terdengar oleh kantor pusat Basarnas. Mengapa hal ini (ELT tidak terdeteksi) terjadi berulang-ulang. Hal ini harus menjadi evaluasi pemerintah,” imbuh dia.

Sumber: news.detik.com / Gibran Maulana Ibrahim

 (nahimunkar.org)

(Dibaca 391 kali, 1 untuk hari ini)