Previous Post
Tweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on Facebook
Read on Mobile

Sejumlah Pelawak Diundang Jokowi ke Pernikahan Kahiyang dan Bobby

Jakarta – Sejumlah pelawak Tanah Air diundang oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri pernikahan putrinya, Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution yang akan digelar pada tanggal 8 November mendatang di Solo, Jawa Tengah.

Tarzan saat mengambil undangan di Istana Kepresidenan

Hal itu diungkapkan oleh Toto Muryadi atau yang akrab disapa Tarzan yang diketahui mengambil langsung undangan pernikaan Kahiyang-Bobby ke protokol Istana.

“Saya datang ke protol Istana RI atas undangan protokol. Sebelumnya saya ditelepon, ‘Bapak mendapat undangan dari Pak Jokowi supaya hadir di acara pernikahan putrinya,’ “ kata Tarzan di depan gedung Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (03/11/2017).

Pelawak Srimulat ini mengatakan bahwa tak hanya dirinya yang mendapatkan undangan dari Presiden Jokowi, melainkan juga ada beberapa pelawak lain yang mendapatkan undangan. Bahkan para pelawak dan artis disediakan waktu khusus untuk datang, yaitu sekitar pukul 09.00-19.00 WIB.

“Ada Cak Lontong, Akbar, Jarwo Kwat, Sule, semuanya, termasuk Mas Indro Warkop,” jelasnya.

Ketika ditanya terkait persiapan khusus untuk menghadiri pernikahan putri Presiden Jokowi, Kahiyang-Bobby, Tarzan mengaku tidak ada persiapan khusus. Terlebih lagi ia dan pelawak yang diundang hanya diminta untuk datang, tidak diminta untuk tampil diatas panggung.

“Yang penting kami harus berpakaian rapi bebas,” tuturnya.

Tarzan menganggap bahwa Jokowi merupakan sosok pemimpin yang perhatian dengan pelawak dan juga seniman. Ia juga menilai bahwa Mantan Wali Kota Solo ini sebagai sosok yang lucu. Tarzan juga berharap Kahiyang dan Bobby kelak bisa menjadi keluarga yang Sakinah Mawadah Warahmah.

“Dan kalau besok benih kasih itu bersemi bisa mewarisi kharismanya Bapak Jokowi,” harapnya. (Muspri-harianindo.com)

http://www.harianindo.com

***

Celakalah Para Pelawak

sumber foto: kejawenwetan.blogspot.com/iustrasi


Oleh Hartono Ahmad Jaiz

Kenapa sekarang ini para pelawak dijadikan tontonan bahkan andalan? Padahal di dalam Islam, para pelawak itu adalah termasuk jenis orang yang dikecam oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan berkali-kali dinyatakan celakalah baginya, celakalah baginya…

عن بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ بِالْحَدِيثِ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ فَيَكْذِبُ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ (الترمذي وَفِي الْبَاب عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ)

Dari Bahz bin Hakim, bahwa bapaknya telah bercerita kepadanya dari kakeknya, ia berkata, aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Celakalah bagi orang yang berbicara dengan satu pembicaraan agar menjadikan tertawanya kaum, maka ia berdusta, celakalah baginya, celakalah baginya.” (HR At-Tirmidzi, hadits hasan).

Dalam Kitab Tuhfatul Ahwadzi syarah At-Tirmidzi dijelaskan, bercandanya Nabi hanyalah benar dan tidak menyakiti hati serta tak keterusan.  Sedangkan lawak, maka Syaikh Al-Mubarakafuri mengecamnya sebagai berikut:

فَإِنْ كُنْت أَيُّهَا السَّامِعُ تَقْتَصِرُ عَلَيْهِ أَحْيَانًا وَعَلَى النُّدُورِ فَلَا حَرَجَ عَلَيْك . وَلَكِنْ مِنْ الْغَلَطِ الْعَظِيمِ أَنْ يَتَّخِذَ الْإِنْسَانُ الْمِزَاحَ حِرْفَةً , وَيُوَاظِبَ عَلَيْهِ وَيُفْرِطَ فِيهِ ثُمَّ يَتَمَسَّكُ بِفِعْلِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ , فَهُوَ كَمَنْ يَدُورُ مَعَ الزُّنُوجِ أَبَدًا لِيَنْظُرَ إِلَى رَقْصِهِمْ , وَيَتَمَسَّكُ بِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَذِنَ لِعَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا فِي النَّظَرِ إِلَيْهِمْ وَهُمْ يَلْعَبُونَ ( وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ ) كَرَّرَهُ إِيذَانًا بِشِدَّةِ هَلَكَتِهِ , وَذَلِكَ لِأَنَّ الْكَذِبَ وَحْدَهُ رَأْسُ كُلِّ مَذْمُومٍ وَجِمَاعُ كُلِّ شَرٍّ .

 Maka apabila engkau wahai pendengar membatasi candaan sesuai dengan yang dialami Nabi saw dan hanya kadang-kadang secara jarang maka tidak apa-apa. Tetapi menjadi salah besar apabila seseorang menjadikan candaan/ lelucon itu sebagai profesi/ pekerjaan (seperti pelawak, pen), dan menekuninya dan keterusan dengannya, kemudian (berdalih) memegangi perbuatan Rasulullah saw, maka itu seperti orang yang mengitari Zunuj (satu masyarakat dari Sudan) terus-terusan untuk melihat jogetnya dengan berdalih bahwa Nabi saw mengizinkan Aisyah ra melihat mereka (zunuj) yang sedang bermain. Celakalah baginya, celakalah baginya; kata-kata ini diulang-ulang (oleh Nabi saw) menunjukkan sangat keras kerusakannya. Hal itu karena bohong itu sendiri adalah pangkal segala yang tercela dan pusat segala keburukan. (Al-Mubarakafuri, Tuhfatul Ahwadzi, Syarah Jami’ At-Tirmidzi, juz 6 halaman 498 المباركفوري). – (ج 6 / ص 498 ], الكتاب : تحفة الأحوذي بشرح جامع الترمذي)

Bahaya lawakan itupun sudah dikemukakan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan melarang kita untuk banyak tertawa, karena akan mematikan hati:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُكْثِرُوا الضَّحِكَ فَإِنَّ كَثْرَةَ الضَّحِكِ تُمِيتُ الْقَلْبَ (ابن ماجة إِسْنَاده صَحِيح رِجَاله ثِقَات)

Riwayat dari Abi Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Janganlah kamu sekalian banyak tertawa, karena banyak tertawa itu mematikan hati. (HR Ibnu Majah, sanadnya shahih, rijalnya kuat).

As-Sindi dalam Kitab Syarah Sunan Ibnu Majah menjelaskan, “mematikan hati” itu maksudnya menjadikannya keras, tidak terpengaruh oleh nasihat-nasihat sebagaimana mayit.

Imam Ibnu Hajar menjelaskan dalam Fathul Bari dalam bab tersenyum dan tertawa, bahwa yang tampak dari kumpulan hadits-hadits bahwa Nabi saw keadaannya yang paling banyak tidak lebih dari tersenyum, dan barangkali lebih dari itu adalah tertawa. Dan yang dibenci hanyalah banyaknya tertawa atau kelewatan dengannya, karena hal itu menghilangkan sopan santun.

Imam Bukhari dalam kitabnya Adabul Mufrad dan Ibnu Majah mengemukakan hadits Rasulullah saw dari Abu Hurairah: . Janganlah kamu sekalian banyak tertawa, karena banyak tertawa itu mematikan hati.

***

Revolusi Mental: Pelawak Diundang ke Istana, Tapi Honorer K2 ke Istana Ditolak Jokowi

Eramuslim.com – Ribuan guru honorer se-Indonesia mendatangi Istana Negara, Jakarta, hari Rabu (10/2/2016). Mereka menuntut Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk merealisasikan janji pengangkatan status sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Pengangkatan tenaga honorer K2 menjadi pegawai negeri sipil pernah dijanjikan oleh Presiden Jokowi ketika kampanye Pilpres sekitar bulan Juli 2014.

Tak hanya berunjuk rasa di depan istana, sembilan orang perwakilan guru honorer juga masuk ke Istana minta bertemu dengan Presiden Jokowi. Namun mereka ditolak.

Seperti dilansir Pos Kota, setelah lima jam menunggu di dalam Istana, sembilan orang perwakilan guru honorer yang masuk ke Istana ternyata ditolak Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kami nggak jadi bertemu Pak Jokowi, sudah menunggu berjam-jam di dalam Istana tapi nggak ketemu,” ujar Indra, perwakilan Guru Honorer yang masuk Istana. “Sama Menteri PAN-RB juga nggak ketemu, kami keluar, dianya baru datang,” lanjut Indra,Rabu (10/2/2016).

Menurut Sulistio selaku Ketua Umum PGRI, Jokowi menolak untuk bertemu sembilan orang perwakilan guru honorer. “Jokowi ada, tapi menolak untuk bertemu,” kata Sulisio. “Alasannya tidak ada jadwal untuk bertemu (sembilan orang perwakilan),” tambahnya.

Sementara itu…

[16 Desember 2015] 
Presiden Jokowi Ngakak Bersama Para Pelawak di Istana Negara 

Presiden Joko Widodo mengundang 15 pelawak tenar Tanah Air. Mereka membuat Jokowi terpingkal-pingkal.

[2 Februari 2016]
Jokowi Undang 30 Selebriti Medsos ke Istana. Mereka para pendukung utama Jokowi di sosial media.

Sungguh ironis! Guru ditolak oleh Jokowi, sementara para pelawak dan para relawan pegiat sosial media pendukung Jokowi diterima bahkan diundang khusus ke istana.(ts/portalpiyungan)

By: eramuslim.co/ Jumat, 12 Februari 2016 08:00 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.202 kali, 1 untuk hari ini)
Next Post

Related Post

Ancaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam terhadap Pemimpin Zalim dan Para Pendukungnya
Ilustrasi Revolusi Mental: Pelawak* Diundang ke Istana, Tapi Honorer K2 ke Istana Ditolak Jokowi/ foto

Related Post

Cuma Di Indonesia Pengajian Umum Dibilang Tempat Perekrutan Teroris
Joko Mulyono di Graha Oikoumene, Salemba, Senin (22/8) [Jahizu.com] Direktur Keamanan Negara, Baintelkam‎, Mabes Polri,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *