Bismillaah.

Jika ada yang merasa sesak melihat ‘Ulama kita bersatu, maka mungkin memanglah akal sehat dan hatinya yang sakit. Lihat lah foto ini:

Ust Yusuf Harun (LIPIA)
Dr. Muinudinillah (DSKS)
Dr. Arifin Badri (STDI Imam Syafi’i Jember)
Dr. Zaitun Rasmin (Wahdah Islamiyah/GNPF-MUI)
Dr. Khalid Basalamah (Da’i Nasional)
Ust Ahmad Zawawi (Ihaya’utturats)
Ust Farid Oqbah (al-Islam, pakar anti Syi’ah)
Ust. Ahmad Rofi’i (Rabithah ‘Ulama dan Da’i Se Asia Tenggara)
Dr. Agus Hasan Bashori (Yayasan Bina Mujtama Malang)
Dr. Fahmi Salim (Muhammadiyah)
Dr. Ahmad Zain An-Najjah (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia)
Ust Budi Ashari (Pakar Sejarah)
Dr. Ar Razi (Nahdlatul ‘Ulama)
Ust. Fadlan Garamatan (MIUMI)
Ust Abu Jibril (Majelis Mujahidiin Indonesia)

Dan masih banyak lainnya, juga dari manca negara, pewaris 124.000 nabi dan rosuul sejak awal jaman.

Di kota Padang, Sumatra Barat, Ranah Minangkabau, tanah Imam Bonjol dan banyak kaum ‘ulama, kaum pahlawan nasional, kaum cerdik-pandai, Rabu, 25 Syawal 1438/19 Juli 2017.

#UmatanWahidah

#MultaqaDuat3Padang

لَا يُقَاتِلُوْنَكُمْ جَمِيْعًا اِلَّا فِيْ قُرًى مُّحَصَّنَةٍ اَوْ مِنْ وَّرَآءِ جُدُرٍ ۗ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيْدٌ ۗ تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعًا وَّقُلُوْبُهُمْ شَتّٰى ۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ

Mereka tidak akan memerangi kamu (secara) bersama-sama, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.” (QS. Al-Hasyr 59: Ayat 14)

وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا فِيْ كُلِّ قَرْيَةٍ اَكٰبِرَ مُجْرِمِيْهَا لِيَمْكُرُوْا فِيْهَا ۗ وَمَا يَمْكُرُوْنَ اِلَّا بِاَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ

“Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya.” (QS. Al-An’aam 6: Ayat 123)

وَلَنْ تَرْضٰى عَنْكَ الْيَهُوْدُ وَلَا النَّصٰرٰى حَتّٰى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ اِنَّ هُدَى اللّٰهِ هُوَ الْهُدٰى ۗ وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ اَهْوَآءَهُمْ بَعْدَ الَّذِيْ جَآءَكَ مِنَ الْعِلْمِ ۙ مَا لَـكَ مِنَ اللّٰهِ مِنْ وَّلِيٍّ وَّلَا نَصِيْرٍ

Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu sebelum engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah, Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya). Dan jika engkau mengikuti keinginan mereka setelah ilmu (kebenaran) sampai kepadamu, tidak akan ada bagimu pelindung dan penolong dari Allah.(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 120)

وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ اِلَّا بِاللّٰهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ

“Dan bersabarlah dan kesabaranmu itu semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan.” (QS. An-Nahl 16: Ayat 127)

وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُنْ فِيْ ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُوْنَ

“Dan janganlah engkau bersedih hati terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap upaya tipu daya mereka.(QS. An-Naml 27: Ayat 70)

وَمَكَرُوْا وَمَكَرَاللّٰهُ ۗ وَاللّٰهُ خَيْرُ الْمَاكِرِيْنَ

“Dan mereka (orang-orang kafir) membuat tipu daya, maka Allah pun membalas tipu daya. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Aali ‘Imraan 3: Ayat 54)

وَاعْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَاذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَانًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَاَنْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ

“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. ‘Aali ‘Imraan 3: Ayat 103)

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti.” (QS. Al-Hujuraat 49: Ayat 13)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى أَعْجَمِيٍّ وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ وَلَا لِأَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرَ إِلَّا بِالتَّقْوَى

“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Tuhan kalian adalah Satu dan bapak kalian juga satu (yaitu Adam). Ketahuilah, tidak ada kemuliaan orang Arab atas orang Ajam (non-Arab), dan tidak pula orang Ajam atas orang Arab. Begitu pula orang berkulit merah (tidaklah lebih mulia) atas yang berkulit hitam, dan tidak pula yang berkulit hitam atas orang yang berkulit merah, kecuali dengan takwa.”

(HR. Ahmad dan al-Bazzar)

Imam Ahmad ‘Ibnu Hanbal mengatakan, telah menceritakan kepada kami Al-Aswad ibnu Amir Syazan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar (yaitu Ibnu Ayyasy), dari Asim (yaitu Ibnu Abun Nujud), dari Abu Wail, dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a. yang mengatakan bahwa Rosululloh – shollollohu ‘alaihi wasallam – membuat sebuah garis dengan tangannya (di tanah), kemudian bersabda:

“Ini jalan Allah yang lurus.”

Lalu beliau – shollollohu ‘alaihi wasallam – membuat garis di sebelah kanan dan kirinya, kemudian bersabda:

“Ini jalan-jalan lain, tiada suatu jalan pun darinya melainkan terdapat setan yang menyerukan kepadanya.”

Kemudian Rosululloh – shollollohu ‘alaihi wasallam – membacakan firman-Nya:

وَاَنَّ هٰذَا صِرَاطِيْ مُسْتَقِيْمًا فَاتَّبِعُوْهُ ۚ وَلَا تَتَّبِعُوْا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۗ ذٰ لِكُمْ وَصّٰٮكُمْ بِهٖ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ

“Dan sungguh, inilah jalan-Ku yang lurus. Maka ikutilah! Jangan kamu ikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Demikianlah Beliau memerintahkan kepadamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 153)

Alhamdulillaah.

– Fb Fanpage Muslim dan Muallaf.

????

TAMBAHAN:

*DEKLARASI PADANG 1438 H/2017 M*

Moslemtodaycom : Pertemuan Ulama dan Da’i se-Asia Tenggara, Afrika dan Eropa yang diselenggarakan di Kota Padang, pada 11-20 Juli 2017 menghasilkan DEKLARASI PADANG 1438 H/2017 M sebagai komitmen bersama untuk mewujudkan persatuan ummat.

Selengkapnya di : http://www.moslemtoday.com/deklarasi-padang-1438-h2017-m/ via @moslemtodaycom

Via fb Muslim dan Muallaf

(nahimunkar.com)

(Dibaca 853 kali, 1 untuk hari ini)