Sekadar Anekdot: Darurat?

 

Ilutrasi. sumber: Facebook . Apa itu Cu Nyuk?

Di media sosial sedang heboh beredar foto penjual siomay ‘cu-nyuk’ katanya di kawasan pembelanjaan Mangga Dua dengan pelanggan yg menggunakan jilbab, awalnya saya pikir kunyuk (baca: monyet) hehehe tapi setelah baca-baca ternyata arti dari cu-nyuk itu adalah daging babi. Astaghfirullah./
chefbyaccident.com

 

Orang kelaparan bila ga’ makan maka akan mati, padahal tidak ada makanan apapun selain yang haram. Kalau tidak makan karena adanya hanya yang haram, maka akan mati. Itu keadaan darurat, maka dibolehkan makan yang haram itu (karena adanya hanya itu) agar tidak mati.

Suatu perumpamaan. Ada orang kelaparan, bila tidak makan maka akan mati. Dia bawa duit tapi tidak ada warung biasa, adanya hanya warung babi di tukang babi, dan sebelahnya lagi ada warung sate kambing di tukang kambing.

Tiba2 yang kelaparan itu diberi tahu oleh Mbah Modin, itu kamu kan kelaparan, jadi ke warung babi saja kamu makannya, kan kamu sudah kenal tukang babinya. Itu darurat, jadi boleh.

(Tapi Mbah Modin, lha di sebelah itu kan ada warung sate kambing dan halal, sanggah yang kelaparan dengan nada heran).

***

Ancaman bagi yang menunjukkan kesesatan/keburukan

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ اْلأَجْرِ مِثْلُ أُجُوْرِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُوْرِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa mengajak (manusia) kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa mengajak (manusia) kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun .

Hadits ini shahih. Diriwayatkan oleh Imam Muslim, no. 2674; Abu Dawud, no. 4611; At-Tirmidzi, no. 2674; Ibnu Mâjah, no. 206; Ahmad, II/397; Ad-Dârimi, I/130-131; Abu Ya’la, no. 6489) (649) tahqiq Husain Salim Asad; Ibnu Hibbân, no. 112-at-Ta’lîqâtul Hisân; Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah, no. 109

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa orang yang mengajak kepada petunjuk dengan dakwahnya, ia mendapat ganjaran seperti ganjaran orang yang mendapat petunjuk tersebut. Dan orang yang menyebabkan kesesatan dengan seruannya, ia akan mendapat dosa seperti dosa orang yang ia sesatkan tersebut. Karena orang yang pertama telah mencurahkan kemampuannya untuk memberikan petunjuk kepada manusia, dan orang kedua mencurahkan tenaganya untuk menyesatkan manusia. Maka masing-masing dari keduanya berkedudukan seperti orang yang melakukan perbuatan tersebut.

Ini adalah kaidah syari’at. Allâh Azza wa Jalla berfirman:


لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

Mereka pada hari kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu. [An-Nahl/16 :25]

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Dan mereka benar-benar akan memikul dosa-dosa mereka sendiri, dan dosa-dosa yang lain bersama dosa mereka dan pada hari Kiamat mereka pasti akan ditanya tentang kebohongan yang selalu mereka ada-adakan.” [ Al-‘Ankabût/29 :13]

 

Referensi: https://almanhaj.or.id/13239-wajib-berdakwah-mengajak-manusia-kepada-kebaikan-dan-haram-berdakwah-mengajak-kepada-kesesatan.html

(nahimunkar.org)


(Dibaca 404 kali, 1 untuk hari ini)