• FUI menyebut tindakan Densus 88 itu sebagai upaya yang mengarah pada terorisasi pengurus atau aktivis masjid dan pelaku ibadah serta bentuk teror kepada umat Islam.
  • “Ini menunjukkan cara kerja Densus yang mengandung unsur kesengajaan membuat citra buruk gerakan Islam dan mencoreng institusi Polri yang baru-baru ini diguncang isu korupsi besar-besaran setelah kasus Korlantas yang menyeret nama Irjen Pol Djoko Susilo.”

Jakarta (SI ONLINE) – Tindakan tim Detasemen Khusus 88 Mabes Polri menangkap Sunarto dianggap Forum Umat Islam (FUI) sebagai bentuk pelecahan terhadap pelaksanaan ibadah umat Islam. Pasalnya, Nanto -panggilan akrabnya- saat ditangkap Densus sedang membagikan daging kurban dalam rangka Idul Adha 1433 H.

“Kami menyesalkan penangkapan terhadap saudara Sunarto (Nanto), pengurus Masjid Baitul Karim yang sedang membagi daging kurban saat perayaan Idul Adha, Sabtu siang (27/10/2012) di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat,” kata Sekjen FUI KH Muhammad Al Khaththath dalam pernyataan sikapnya yang diterima Suara Islam Online, Ahad malam (28/10/2012).

Apalagi, setelah dilakukan penggeledahan, ternyata tidak ditemukan apa-apa baik di rumah milik orang tua Nanto di Kebon Kacang maupun di rumah kontrakannya di Palmerah, Jakarta Barat.

Karenanya FUI menyebut tindakan Densus 88 itu sebagai upaya yang mengarah pada terorisasi pengurus atau aktivis masjid dan pelaku ibadah serta bentuk teror kepada umat Islam. Ini karena Nanto yang dituduh sebagai teroris itu hanyalah seorang pengurus Masjid Baitul Karim, Tanah Abang.

“Ini menunjukkan cara kerja Densus yang mengandung unsur kesengajaan membuat citra buruk gerakan Islam dan mencoreng institusi Polri yang baru-baru ini diguncang isu korupsi besar-besaran setelah kasus Korlantas yang menyeret nama Irjen Pol Djoko Susilo,” lanjut Ustad Al Khaththath.

Sebagai sebuah institusi Islam, Sekjen FUI mengenal Nanto sebagai pengurus masjid biasa tidak termasuk anggota organisasi apapun yang melakukan atau dituduh melakukan tindakan terorisme.

“Bahkan yang bersangkutan adalah penderita penyakit asma yang rentan kambuh,” lanjutnya.

Karena kondisi kesehatan Nanto yang kurang baik, FUI meminta Kapolri untuk menjaga keselamatan dia dan meminta relawan MER-C supaya mendampingi Nanto dalam menjaga kesehatannya.

“Kami meminta Kapolri untuk menjaga keselamatan dan kesehatannya dan kami minta tim MER-C sebagai relawan kemanusiaan supaya mendampingi sdr Sunanto untuk menjaga kesehatannya,” tandasnya.

FUI tidak lupa menyerukan kepada segenap pimpinan ormas Islam, ulama, habaib dan seluruh pengurus DKM untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan serta merapatkan barisan dalam mengahadapi provokasi dan intimidasi dari unsur-unsur Islamophobia yang henak mengkriminalisasi dan menterorisasi umat Islam, khususnya para ulama, mubaligh, pengurus dan aktivis masjid.

“Wamakaruu wamakarallah wallahu khairul maakirin,” pungkasnya.

red: shodiq ramadhan Minggu, 28 Oktober 2012 | 23:37:09 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 733 kali, 1 untuk hari ini)