Muhammad Yamin Mangkunegara. (Foto: Facebook/Muhammad Yamin)


Jakarta – Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Sekretrariat Nasional (Seknas) Jokowi, Muhammad Yamin Mangkunegara (53), meninggal dalam perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta.

Beriringan menggunakan lima mobil, Yamin mengeluhkan tidak enak badan saat melintasi kawasan Majalengka, Jawa Barat, Jumat (22/3) sore. Kawan-kawannya serombongan kemudian membawa Wakil Ditrektur Relawan TKN Jokowi-Ma’ruf Amin itu ke RSIA Mitra Plumbon.

“Wajahnya tampak pucat, berkeringat dingin, sehingga rombongan memutuskan membawanya ke rumah sakit terdekat, sekitar pukul 15.00 WIB,” kata serorang anggota Seknas Jokowi yang ikut dalam rombongan kepada Publicanews melalui pesan WhatsApp, sore ini.

Dokter sempat memberinya pertolongan dengan menggunakan alat kejut jantung. Namun Tuhan berkehendak lain. Pria kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, itu mengembuskan nafas terakhir sekitar pukul 16.00 WIB.

Menurut kabar, sore ini pula jenazah Yamin dibawa ke rumahnya di Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Padahal, kepergian Yamin ke Yogyakarta adalah untuk menghadiri Deklarasi Alumni Perguruan Tinggi se-Yogyakarta di Stadion Kridosono, Sabtu (23/3) besok. Calon petahana Joko Widodo akan hadir dalam acara tersebut.

Kawan-kawan terdekatnya menyatakan Yamin adalah orang yang selalu bersemangat untuk menyukseskan terpilihnya Jokowi periode kedua./publica-news.com 22 Maret 2019

***

Berita lawas berikut ini dapat disimak, betapa kentalnya M Yamin dalam membela Jokowi.

***

Seknas Jokowi: Fahri Sok Pintar dan Stres, Segera ke Psikiater

Ketum Seknas Jokowi, Muhammad Yamin. (Ari Saputra/detikcom)

Jakarta – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus belajar berpidato terkait arahan ke relawan agar berani jika diajak berantem. Relawan Jokowi, Seknas Jokowi, menuding Fahri tengah stres karena tak henti-hentinya menyerang calon petahana itu.

“Saya sarankan segera ke psikiater. Kan aneh ada orang yang hidupnya hanya untuk mencela, menghina, dan mengejek pemimpin bangsa,” ungkap Ketua Umum Seknas Jokowi, M Yamin, dalam keterangan tertulis, Senin (6/8/2018).

Dia punya prediksi mengapa Fahri kerap mengejek Jokowi. Yamin juga menilai Fahri makin kalap karena berbagai ‘serangannya’ itu tak pernah ditanggapi Jokowi.

“Fahri makin kalap dan stres. Dia pikir semakin mengejek dia akan hebat dan selevel dengan Presiden. Padahal dia itu politisi hanya sok pintar aja,” ucapnya.

Yamin menyebut Fahri tidak objektif saat mengkritik Jokowi. Sikap Fahri pun disebutnya telah membuat masyarakat tidak suka.

“Kita doakan Fahri kembali ke jalan yang benar. Jangan hidupnya terus-menerus dipenuhi kebencian,” sebut Yamin.

Sebelumnya, Fahri mengomentari soal arahan Jokowi ke relawan agar berani jika diajak berantem. Dia menyarankan Jokowi belajar berpidato.

“Pak Jokowi harus mulai pidato sebagai negarawan yang membuat kita semua terpukau. Kegagalan narasi pemerintahan ini dari awal itulah yang merusak bangsa Indonesia,” kata Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/8).

Fahri menyebut Jokowi tidak pernah menyampaikan pidato yang menarasikan persatuan. Ia mengatakan pidato Jokowi kerap mengandung pesan adu domba.

“Pidatonya dari awal ngadu domba rakyatnya sendiri. Pisahkan agama dengan politik, saya Pancasila, kamu bukan. Sampai begitu,” tuturnya. (elz/van)*/news.detik.com – Elza Astari Retaduari – Senin 06 Agustus 2018

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.329 kali, 1 untuk hari ini)