Selain Cairan Tubuh, Lift dan Sarana Umum Bisa Jadi Perantara Penularan Virus Corona

Pastor AS Sebut Virus Corona Azab Tuhan untuk Pemerintah Komunis China


Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengklarifikasi media penularan virus Novel Corona (2019-nCoV) lewat gagang pintu, tinja, hingga barang-barang. /ilustrasi foto harianhaluan.com

  • Tak hanya lift, ruang publik lain seperti restoran, kantor hingga toilet umum juga mungkin menjadi perantara penularan virus corona antar manusia.
  • Jumlah kasus yang terinfeksi virus corona diperkirakan akan terus meningkat.
  • Zhong (ahli epidemiologi dan pulmonologi Tiongkok) juga menambahkan bahwa virus corona Wuhan lebih menular daripada SARS. Sebab, virus corona Wuhan telah bermutasi yang membuatnya lebih menular secara signifikan daripada MERS dan SARS.

 Penularan virus corona antar manusia tidak hanya melalui cairan tubuh yang mengenai orang lain, seperti batuk atau flu. Tetapi, benda-benda di ruang publik pun disebut bisa menjadi perantara penularan virus corona.

Zhong Nanshan, ahli epidemiologi dan pulmonologi Tiongkok yang menemukan virus corona SARS tahun 2003 telah memeringatkan semua orang bahwa lift merupakan salah satu fasilitas publik yang berisiko tinggi menularkan virus corona Wuhan antar manusia.

Tak hanya lift, ruang publik lain seperti restoran, kantor hingga toilet umum juga mungkin menjadi perantara penularan virus corona antar manusia.

Dalam wawancara sebelumnya, dilansir dari worldofbuzz.com, ia telah memeringatkan semua orang untuk selalu memakai masker saat berada di lift. Selain itu, ia juga menyarankan agar fasilitas publik seperti lift sering disemprot disinfektan.

Zhong Nanshan berpendapat apidemi virus corona akan memuncak sekitar seminggu hingga 10 hari. Bahkan, jumlah kasus yang terinfeksi virus corona diperkirakan akan terus meningkat.

Zhong juga menambahkan bahwa virus corona Wuhan lebih menular daripada SARS. Sebab, virus corona Wuhan telah bermutasi yang membuatnya lebih menular secara signifikan daripada MERS dan SARS.

Adapun sejumlah gejala yang mungkin dialami oleh orang terinfeksi virus corona Wuhan, seperti demam, kelelahan, batuk kering, pilek, hidung tersumbat, dan gejala gastrointestinal.

Karena penularan virus corona yang signifikan itulah, Zhong berpendapat kalau ruang publik paling berbahaya atas penyebarannya.

Ia pun menyarankan seseorang agar melepas maskernya pada menit terakhir sebelum makan dan menghindari makan sambil berhadapan dengan orang lain ketika berkunjung ke restoran.

Sementara itu, orang harus mengenakan masker dan menjaga jarak saat berbicara dengan orang lain ketika berada di kantor. Pastikan pula kantor memiliki ventilasi yang baik untuk sirkulasi udara.

Zhong juga menekankan bahwa penularan virus corona Wuhan melalui tetesan pernapasan dan tempat tertutup serta padat penduduk. Karena itu, orang harus rutin menyemprotkan disinfektan pada pegangan pintu, keyboard, mouse, komputer, alat tulis hingga meja.

Jangan lupa selalu mencuci tangan setelah menggunakan lift, pulang dari restoran atau memegang fasilitas publik apapun untuk mencegah penularan virus corona. (*)

Editor: Eko Fajri/ klikpositif
.com – Jumat, 07 Februari 2020 09:01 WIB

***

Pastor AS Sebut Virus Corona Azab Tuhan untuk Pemerintah Komunis China


Rick Wiles. (Foto: New York Post)

JAKARTA, Seorang pastor evangelis Amerika Serikat (AS) bernama Rick Wiles menyebut virus Corona jenis baru, 2019-nCoV, yang sudah membunuh ratusan orang di China dan menyebar di berbagai negara merupakan azab Tuhan. Wiles mengatakan “malaikat maut” sudah dikirim untuk membersihkan planet Bumi dari para pendosa.

“Penyakit itu menjadi ‘pandemi global’ yang bisa membunuh ratusan juta orang,” ujar Wiles kepada pemirsa di acara web TruNews seperti dikutip New York Post, Kamis (30/1/2020).

Wiles lantas menyampaikan sugesti bahwa virus itu dimulai di China karena “pemerintah Komunis yang tidak ber-Tuhan menganiaya orang-orang Kristen dan melakukan aborsi paksa.”

Dia juga mengatakan “malaikat maut” akan mengawasi Amerika Serikat. “Tuhan akan membersihkan banyak dosa dari planet ini,” tutur Wiles kepada pemirsanya. “Lihatlah Amerika Serikat, lihatlah pemberontakan rohani di negara ini, kebencian terhadap Tuhan, kebencian terhadap Alkitab, kebencian akan kebenaran,” lanjutnya.

Menurut Wiles ada orang-orang yang keji dan menjijikkan di negara ini yang menyesatkan. “Lihatlah pemerkosaan, dan amoralitas seksual, dan kekotoran di televisi dan film kita. Teman-teman, ‘malaikat maut’ mungkin bergerak sekarang di planet ini. Inilah saatnya untuk menjadi benar dengan Tuhan,” urainya./ hajinews.id – 6 days Lalu

***

Wanita Muslimah Uighur Diperkosa Ramai-ramai oleh Penjaga, ini Kengerian Kamp Konsentrasi China Komunis

Posted on 23 Oktober 2019

by Nahimunkar.org

 

Wanita Muslimah Uighur Diperkosa Ramai-ramai oleh Penjaga, ini Kengerian Kamp Konsentrasi China Komunis

 

Para pengungsi membagi kisah hidup mereka selama berada dalam pusat-pusat penahanan Xinjiang, dimana PBB mengatakan terdapat lebih dari 1.000.000 etnis Uighur ditahan disana. Sumber: Getty Image/metro.co.uk

— Sauytbay, yang dibawa untuk mengajar propaganda Tiongkok dan Komunis kepada tahanan lainnya, mengatakan dia menyaksikan kekejaman yang tidak manusiawi sebelum akhirnya ia keluar dan diberikan suaka oleh Swedia.

  • Selain menjadi sasaran kekerasan, para tahanan yang merupakan muslim itu juga dipaksa makan babi atau mengonsumsi hal yang dilarang dalam ajaran agama Islam

  • Berdasarkan penuturan Sauytbay, wanita itu dipaksa melepaskan seluruh pakaiannya dan ‘mengakui dosa-dosanya’ di hadapan sekitar 200 tahanan. Wanita itu kemudian diperkosa beramai-ramai oleh penjaga penjara.

  • Para tahanan wanita juga dipaksa melakukan aborsi, ironisnya kehamilan mereka disebabkan oleh pemerkosaan yang dilakukan para penjaga tahanan sendiri. Tak sedikit pula wanita yang diperkosa dan mengalami kehamilan secara berulang sehingga diaborsi paksa berulang kali pula.

Seorang wanita etnis Kazakh bernama Sayragul Sauytbay memberikan kesaksian mengenai kengerian di kamp konsentrasi China di Xinjiang, tempat jutaan etnis Uighur dan etnis lainnya ditahan.

 
 

Sebelum penahanannya, Sauytbay mengatakan ia beserta suami dan dua anaknya berusaha untuk menyelamatkan diri ke Kazakhstan, namun nasib sial menimpanya. Suami dan kedua anaknya berhasil, sementara dirinya dibawa ke kamp tersebut dan paspornya disita. Peristiwa itu terjadi tahun 2017 lalu.

 
 

Sauytbay, yang dibawa untuk mengajar propaganda Tiongkok dan Komunis kepada tahanan lainnya, mengatakan dia menyaksikan kekejaman yang tidak manusiawi sebelum akhirnya ia keluar dan diberikan suaka oleh Swedia.

 
 

Di kamp tersebut, menurut Sauytbay, para tahanan akan dihukum untuk segala hal yang mereka lakukan.

 
 

“Mereka (penjaga) akan menghukum narapidana untuk semua hal. Siapa pun yang tidak mengikuti aturan dihukum. Mereka yang tidak belajar bahasa China dengan baik atau yang tidak menyanyikan lagu-lagu juga dihukum,” katanya dalam sebuah wawancara, dilansir dari laman Bussiness Insider, Selasa (22/10).

 
 

Sauytbay memperkirakan ada sekitar 2.500 tahanan di kamp itu, yang berusia 13 hingga 84 tahun, dan dari berbagai latar belakang, semuanya menjadi korban kebrutalan negara Tiongkok.

 
 

Selain menjadi sasaran kekerasan, para tahanan yang merupakan muslim itu juga dipaksa makan babi atau mengonsumsi hal yang dilarang dalam ajaran agama Islam. Sauytbay juga mengungkapkan buruknya kondisi kamp tersebut, ketiadaan fasilitas kesehatan, dan kebersihan yang tidak terjaga.

 
 

Ia menceritakan saat dirinya dipaksa menyaksikan pemerkosaan bergilir seorang wanita muda oleh penjaga penjara di sana. Berdasarkan penuturan Sauytbay, wanita itu dipaksa melepaskan seluruh pakaiannya dan ‘mengakui dosa-dosanya’ di hadapan sekitar 200 tahanan. Wanita itu kemudian diperkosa beramai-ramai oleh penjaga penjara.

 
 

“Saat mereka memperkosanya, mereka juga memeriksa untuk melihat bagaimana kami bereaksi. Orang-orang yang memalingkan kepala atau menutup mata mereka, dan mereka yang tampak marah atau terkejut, dibawa pergi dan kami tidak pernah melihat mereka lagi,” tutur Sauytbay.

 
 

Ada juga eksperimen medis yang dilakukan terhadap para tahanan, mereka dipaksa minum pil dan diberi suntikan, tetapi tidak diberi tahu obat atau suntikan apa yang diberikan. Beberapa yang menjadi sasaran melaporkan mereka mengalami impotensi dan penurunan kognitif.

 
 

Para tahanan wanita juga dipaksa melakukan aborsi, ironisnya kehamilan mereka disebabkan oleh pemerkosaan yang dilakukan para penjaga tahanan sendiri. Tak sedikit pula wanita yang diperkosa dan mengalami kehamilan secara berulang sehingga diaborsi paksa berulang kali pula.

 
 

Pemerintah China, yang telah menahan lebih dari satu juta anggota etnis minoritas, kebanyakan Uighur, di kamp-kamp dalam beberapa tahun terakhir, mengatakan kepada media bahwa laporan kekejaman itu tidak benar, dan bahwa kamp penjara adalah pusat pendidikan dan kejuruan untuk membantu negara melawan terorisme.

 
 

Awal tahun ini, pejabat China mengatakan bahwa mayoritas tahanan di Xinjiang telah dibebaskan. Namun, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan Pentagon mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa klaim China tidak dapat dibuktikan. [ak]

@geloranews 
22 Oktober 2019

 
 

***

 
 

Jokowi Pernah Menolak Kedatangan Delegasi Muslim Uighur yang Dizalimi China

Posted on 3 April 2019

by Nahimunkar.com

 
 

Video

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan pic.twitter.com/5baUWkiiB1

— DEWO.PB (@putrabanten80) April 2, 2019

Inilah beritanya.

***

Ungkap Delegasi Uighur Ditolak Jokowi, Salim Said: Indonesia Merdeka Apa Dijajah China?

Eramuslim.com – Komitmen pemerintah Indonesia terhadap nasib muslim Uighur di Xinjiang China, diragukan oleh Pengamat pertahanan dan keamanan, Salim Said.

Dalam sebuah video wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta, Salim mengungkap fakta bahwa Presiden Joko Widodo pernah menolak kedatangan delegasi Uighur di Istana Kepresidenan.

 
 

“Delegasi muslim Uighur datang diantar oleh Din Syamsudin, sudah datang di depan Istana mau ketemu presiden, (tapi) ditolak presiden,” kata Salim Said dalam cuplikan video yang diunggah akun twitter @putrabanten80, Selasa (2/4).

Padahal, kata Salim, Jokowi bisa saja mendapat citra yang positif jika sudi menerima delegasi Uighur yang beberapa waktu belakangan menjadi sorotan dunia, termasuk perhatian dari Indonesia.

Namun yang cukup mencengangkan, Presiden Jokowi justru menolak delegasi dengan alasan yang dianggap tidak masuk akal.

“Orang ini (Uighur) datang bawa AlQuran tulisan tangan sebagai hadiah kepada presiden RI, presiden sebuah negara dengan penduduk Islam yang besar, itu kan bagus kalau diterima, tapi katanya ditolak,” jelasnya.

“Ini sumbernya Din Syamsudin, presiden tidak ingin menyakiti hati pemerintah China,” imbuhnya.

Mendengar alasan tersebut, Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan) ini menganggap bangsa Indonesia saat ini tak ubahnya seperti saat masih mengalami masa penjajahan.

“Ini kan aneh. Apa kita ini bangsa merdeka apa bangsa terjajah oleh Tiongkok?” tandasnya.

 
 

DEWO.PB@putrabanten80

TERKUAK…Apa Negara Kita Ini Negara Merdeka, Apa Negera Yg Sedang Terjajah Oleh Tiongkok?

Prof Salim Said : Presiden Menolak Delegasi Uighur Yg Didampingi Pak Dien Yg Akan Memberikan Al Qur’an, Krna Tdk ingin Membuat Tersinggung Pemerintah Tiongkok#TenggelamkanPDIPerjuangan

[rm]/eramuslim.com – Redaksi – Rabu, 26 Rajab 1440 H / 3 April 2019

***

Sebaliknya, para teroris pembakar Masjid Tolikara di Papua justru dijamu Jokowi di Istana Jakarta.

***

Teroris GIDI Pembakar Masjid Dijamu di Istana, Akankah Jokowi Juga Jamu Pembakar Gereja?

Posted on 17 Oktober 2015 – by Nahimunkar.com

 
 

Teroris gidi pembakar mesjid dijamu jokowi di istana/ foto posmetro

Aceh Singkil  di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam  rusuh, Selasa siang (13/10). Tepatnya di Desa Suka Makmur, Kecamatan Gunung Meriah. Kerusuhan bernuansa agama itu memakan korban nyawa dan gereja dibakar.

Terkait peristiwa ini, pemilik akun @JudasSaveYou di Twitter melontarkan pertanyaan yang menggelitik. “Gak diundang ke Istana sama Jokowi?” katanya.

Sebagaimana diketahui, sejumlah tokoh Gereja Injili di Indonesia (GIDI)—yang diduga berada di balik pembakaran masjid di Tolikara, Papua, ketika jamaahnya sedang melaksanakan solat Idul Fitri—malah diundang ke istana oleh Joko setelah peristiwa pembakaran tersebut. [pn]

Demikian berita yang diringkas dari posmetro.info, 14 Oktober 2015

***

Ancaman Allah Ta’ala terhadap yang setia kepada orang kafir

Setiap muslim diancam oleh Allah Ta’ala, bila setia alias loyal kepada orang kafir maka dinilai sebagai bagian dari mereka. Dan itu disebut oleh Allah Ta’ala sebagai

tingkah yang “Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka”.

Firman Allah Ta’ala yang menegaskan masalah itu cukup banyak. Di antaranya:

 تَرَى كَثِيرًا مِنْهُمْ يَتَوَلَّوْنَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمَتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ أَنْ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَفِي الْعَذَابِ هُمْ خَالِدُونَ (80) وَلَوْ كَانُوا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالنَّبِيِّ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مَا اتَّخَذُوهُمْ أَوْلِيَاءَ وَلَكِنَّ كَثِيرًا مِنْهُمْ فَاسِقُونَ [المائدة/80، 81]

(80) Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan. (81) Sekiranya mereka beriman kepada Allah, kepada Nabi (Musa) dan kepada apa yang diturunkan kepadanya (Nabi), niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musyrikin itu menjadi penolong-penolong, tapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik.  (QS Al-Maaidah: 80, 81)

 ] يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لاَ تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ[

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin sebagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang zhalim.” (Al-Maidah: 51)

وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

Barang siapa diantara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. (Al-Maidah: 51)

{ ومن يتولهم منكم } أي أيها المؤمنين { فإنه منهم } ، لأنه بحكم موالاتهم سيكون حرباً على الله ورسوله والمؤمنين وبذلك يصبح منهم قطعاً) أيسر التفاسير للجزائري – (ج 1 / ص 356)(

Karena konsekwensi kesetiaan kepada mereka (Yahudi dan Nasrani)  itu akan menjadikan perang terhadap Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang mukmin. Dengan demikian pasti akan menjadi bagian dari mereka. (Al-Jazaairi dalam tafsirnya, Aisarut tafaasiir juz 1 halaman 356).

https://www.nahimunkar.org/jokowi-pernah-menolak-kedatangan-delegasi-muslim-uighur-yang-dizalimi-china/

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 164 kali, 1 untuk hari ini)