Selain Sembako, Sekolah Juga Bakal Dikenakan PPN

  • Lingkar Pembodohan dan Penyesatan Ummat Islam

 

Pemerintah akan mengenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada sejumlah barang atau jasa tertentu. Untuk kategori barang, pemerintah akan mengenakan PPN pada kelompok bahan kebutuhan pokok atau sembako dan hasil pertambangan, dari yang saat ini masih bebas pajak.

 

Sementara untuk kategori jasa, pemerintah akan mengenakan PPN pada 11 kelompok jasa yang saat ini masih bebas PPN. Salah satunya yaitu jasa pendidikan.

 

Adapun saat ini, jasa pendidikan yang bebas PPN di antaranya yaitu pendidikan sekolah seperti PAUD, SD-SMA, perguruan tinggi; dan pendidikan luar sekolah.

 

“Jenis jasa yang tidak dikenai PPN yakni jasa tertentu dan kelompok jasa sebagai berikut (g. Jasa Pendidikan) dihapus,” tulis Pasal 4A ayat 3 draf RUU KUP yang diterima kumparan, Rabu (9/6).

 

Selain pendidikan, ada juga kelompok jasa lainnya yang akan dikenakan PPN, yaitu jasa pelayanan kesehatan medis; jasa pelayanan sosial; jasa pengiriman surat dengan prangko; jasa keuangan; jasa asuransi.

 

Ada juga jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan; jasa angkutan umum di darat dan di air serta jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri; jasa tenaga kerja; jasa penyediaan telepon umum menggunakan uang logam; serta jasa pengiriman uang dengan wesel pos.

 

Sehingga, nantinya hanya ada enam kelompok jasa yang masih bebas PPN. Keenam kelompok jasa tersebut yaitu jasa keagamaan; jasa kesenian dan hiburan; jasa perhotelan; jasa yang disediakan oleh pemerintah dalam rangka menjalankan pemerintahan secara umum; jasa penyediaan tempat parkir; serta jasa boga atau katering.

 

Kelompok barang dan jasa yang bebas PPN tersebut di antaranya merupakan objek pajak daerah dan retribusi daerah. Hal ini sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pajak daerah dan retribusi daerah. []

@geloranews

10 Juni 2021

***

Pembodohan sudah sejak lama dilaksnakan. Namun yang secara sistemik nasional tampaknya akan diintensipakn kini di antaranya dengan memungut pajak ke sekolah2. Adapaun manusia2 yang melangsung pembodohan selama ini dapat di simak di buku berikut ini.

***

Lingkar Pembodohan dan Penyesatan Ummat Islam


Posted on 8 Maret 2011

by Nahimunkar.org

Lingkar Pembodohan dan Penyesatan Ummat Islam dengan aneka macam pelanggaran dari yang paling besar yakni pemusyrikan sampai yang dianggap sepele padahal berbahaya dimuat di buku ini.


Ini buku Karya Hartono Ahmad Jaiz dkk terbitan Pustaka Nahi Munkar Surabaya/ Jakarta yang hadir di Pameran Buku Islam (Islamic Book Fair –IBF) 2011/ 1432H, di Istora Senayan Jakarta, 4-13 Maret 2011, di Stand Nomor 74 Sukses Publishing.

Pembodohan dan penyesatan adalah kedhaliman. Sedang sasarannya adalah Ummat Islam. Buku ini mengharapkan, yang berbuat dhalim agar berhenti. Sedang Ummat yang dibodohkan dan disesatkan hendaknya menyadari, mereka dalam keadaan didhalimi, hingga menyelamatkan diri sebaik-baiknya.

Keterjerumusan dalam kebodohan, kesesatan, dan kemaksiatan masih dapat disadari bila memang wujudnya jelas-jelas maksiat yang diketahui secara pasti bahwa itu adalah dosa. Namun kadang maksiat itu justru “dinikmati” ketika sendirian, atau ketika dirasa tidak dilihat orang walau anak kecil sekalipun. Di saat itulah kadang manusia terlena, lalu menikmati kemaksiatan, tanpa canggung, tanpa gugup, karena merasa tidak ada yang melihatnya.

Di kala diam-diam seseorang bermaksiat, dan kini sarana canggih pun sudah banyak untuk itu, maka perlu tahu dan menyadari, bahwa perbuatan itu sangat berbahaya. Bahkan dalam hadits dikemukakan, akibat dari ketika di dunia diam-diam menikmati maksiat, merasa tidak ada yang melihatnya, sedang ketika di depan orang-orang tampaknya shalih, maka di akherat dia mengusung pahala sebesar gunung Tihamah, tetapi akhirnya musnah.

Betapa ruginya.

Jadi tidak cukup hanya terhindar dari aneka pelanggaran yang dibahas dengan aneka peristiwanya di buku ini, namun masih pula harus menghindari kemaksiatan yang diam-diam, tersembunyi, yang dihiasi dengan menampakkan diri sebagai orang baik-baik bahkan shalih. Maka kalau kita pernah melakukannya, hendaklah segera bertaubat, dan tidak mengulanginya lagi.

Di antara praktek pembodohan dan penyesatan adalah lewat apa yang disebut kuburan keramat.

Berikut ini buku Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara yang akan dibedah di IBF Senayan Jakarta.

Siapa Pembesar yang Jadi ‘Pasien’ Kuncen Kuburan?


Banyak hal diungkap di buku ini

Mau tahu siapa di antara para pembesar yang jadi ‘pasien’ kuncen (juru kunci) kuburan yang dianggap keramat?

Buku karya Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede berjudul Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara ini bisa disimak dan menyibaknya. Banyak hal yang diinformasikan dari buku setebal 326 halaman seharga Rp55.000,- ini.

Percaya atau tidak, yang mengerubungi kuburan-kuburan yang mereka anggap keramat di negeri ini dari tingkat jembel sampai pembesar.

Mau tahu berapa penghasilan tukang ojek di kuburan Sunan Muria yang “mangkal’ di pemberhentian mobil untuk antar jemput ke arah kuburan yang ada di Gunung Muria di Jawa Tengah bagian utara?

Tidak tanggung-tanggung. Sehari semalam ketika menjelang Bulan Ramadhan (Sya’ban 2007M/ 1428H), ada tukang ojek yang mengaku mampu meraup Rp3 juta. Berarti menunjukkan betapa berjubelnya orang yang datang hilir mudik ke kuburan itu.

Adakah masjid di negeri ini yang sampai seramai itu pengunjungnya?

Mau tahu tentang kuburan-kuburan keramat di Nusantara dengan aneka ceritanya?

Mau tahu pula tentang bagaimana asal mula manusia ini sampai mengadakan upacara peringatan orang meninggal, peringatan empat puluh hari misalnya?

Mau tahu pula tentang apa arti istilah sadranan atau nyadran yang setiap menjelang bulan Puasa banyak manusia ke kuburan-kuburan?

Apakah itu semua dari ajaran Islam?

Apa saja yang dilakukan oleh para juru kunci di berbagai kuburan yang dikeramatkan, dan bagaimana mereka sampai jadi juru kunci?

Juga mau tahu tentang metode meraup duit di kuburan-kuburan yang dianggap keramat?

Bagaimana pula ceritanya, orang ke kuburan tertentu justru disyaratkan untuk berzina?

Masih banyak lagi hal-hal aneka macam yang dibahas di buku yang baru saja diterbitkan oleh Pustaka Al-Kautsar Jakarta setebal 326 halaman ini. Buku ini karya Hartono Ahmad Jaiz dan Hamzah Tede, yang begitu terbit langsung akan dibedah di pameran besar bergengsi, Islamic Book Fair (IBF) 2011/ 1432H di Jakarta 4-13 Maret 2011.

Bedah Buku Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara

Acara bedah buku di Islamic Book Fair 2011 Istora Senayan Jakarta di antaranya menggelar:

Tema acara : Bedah Buku Kuburan-kuburan Keramat di Nusantara

Hari/tanggal : Kamis, 10 Maret 2011

Waktu : pukul 13.00 – 15.00

Tempat : Ruang Anggrek Lt. 2, Istora Gelora Bung Karno Senayan Jakarta

Nara sumber: Hartono Ahmad Jaiz (penulis) & KH Cholil Nafis, MA (MUI Pusat)

Moderator : Abduh Zulfidar Akaha, Lc.

Menurut panitia, acara ini untuk umum dan tidak dipungut biaya. (haji)

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 307 kali, 1 untuk hari ini)