PALESTINA—Pakar perpetaan, Kholil Tafkaji mengatakan bahwa rezim Israel telah membangun 58 ribu unit permukiman Yahudi di Yerusalem (Al-Quds) selama kurang lebih 10 tahun. Akibatnya sebanyak 87% tanah di Al-Quds dikuasai untuk permukiman Yahudi.

Dalam pernyataan persnya, Senin (27/8/2018) Tafkaji mengatakan, fase pembangunan permukiman ini terdiri dari tiga tahap. Pertama iklan pembangunan apartemen, lalu persetujuan dan yang terakhir adalah usulan data yang sebelumnya dari tiga bulan sekarang sampai tiga tahun ke depan.

Tafkaji mengisyaratkan, keputusan Trump yang mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel telah mendorong Netanyahu untuk terus melanjutkan aksinya memperluas koloni permukiman. Selanjutnya untuk disetujui sebagai tempat permukiman Yahudi, baik di Al-Quds maupun di sejumlah tempat lainnya.

Menurut laporan, saat ini Israel tengah gencar merealisasikan proyek raksasanya yaitu proyek 2020 dan 2050. []

Sumber: PIC/islampos.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 140 kali, 1 untuk hari ini)