.

Shoutussalam – Sumber-sumber keamanan Iraq mengungkapkan untuk meningkatnya jumlah kematian dari kalangan aparat keamanan Syiah Iraq dalam operasi menumpas gejolak revolusi Ahlus Sunnah di Provinsi al Anbar yang dimotori kabilah suku setempat bersama Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam.

Total sebanyak 4.500 polisi dan tentara Syiah terluka serta tewas sejak dua bulan yang lalu, yakni Desember 2013. Lansir Erem News, 27 Februari 2014. Allahu Akbar!

Sumber tersebut mengatakan lebih detil, bahwa pasukan keamanan Iraq telah kehilangan lebih dari 1.500 anggotanya dari kalangan tentara dan polisi sejak pertempuran dimulai. Semnetara 3000 lainnya luka-luka ringan dan berat.

Pejabat yang enggan menyebutkan namanya itu menambahkan bahwa data ini memperlihatkan kerugian terbesar bagi pasukan Iraq sejak tahun 2003. Dan jumlah kerugian akan meningkat secara signifikan selama beberapa hari ke depan, terutama oleh karena konfrontasi yang dilancarkan para pejuang Ahlus Sunnah semakin kuat.

Sumber tersebut menyatakan penyebab jatuhnya kerugian materiil dalam jumlah besar. Diantaranya jumlah Mujahidin yang besar, terdiri dari Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam yang telah mengalami hidup kerasnya di padang pasir, dan seluruh kabilah suku Ahlus Sunnah yang merasakan pahit getirnya hidup penuh diskriminasi di bawah rezim pemerintah Syiah.

Pun dengan kemampuan Mujahidin yang hebat dan cerdas untuk melawan pasukan Syiah Iraq yang disenjatai senjata berteknologi tinggi serta canggih.

Selain itu, Mujahidin menanam ratusan jebakan berupa bom dan ranjau di bangunan pemerintah, hingga jalan-jalan strategis yang akan dimasuki tentara rezim, membuat Provinsi al Anbar yang didominasi pengikut Ahlus Sunnah seakan seperti benteng besar,

Sumber keamanan Iraq juga mengakui, bahwa pasukannya memiliki perencanaan operasi militer dan koordinasi keamanan yang buruk, pun kurangnya perintah terpadu dari komando pertempuran. Ditambah dengan lemahnya Dinas Intelijen Pemerintah, yang tidak memberikan tentaranya dengan informasi yang bermanfaat untuk kemajuan mereka.[arkan/ eremnews]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.482 kali, 1 untuk hari ini)