https://www.facebook.com/555638731129296/videos/1351818714844623/

Mereka pada protes “Kalian melarang ibadah selamatan kematian memangnya ada larangannya dalam hadis?”

Ya akhi, kalau masalah ibadah jangan antum tanya “larangannya ada atau tidak” tapi tanyakan “tuntunannya dari Nabi ada atau tidak”, jangan dibalik.

Contoh lain: sholat shubuh 3 rakaat
Jangan tanya “larangan shubuh 3 rakaat ada atau tidak dlm hadis”, antum cari hadisnya di seribu kitab pun nggak akan ketemu larangannya.

Sebaliknya, dalam masalah dunia baru antum tanyakan “larangannya ada atau tidak”, jangan tanyakan “tuntunannya dari Nabi ada atau tidak”. Seperti makan tahu tempe jangan antum tanyakan “ini makan tahu tempe ada nggak tuntunannya dalam hadis, Rosulullah pernah mencontohkan atau tidak?”. Ya jelas nggak ada lah. Makanya, sekali lagi, jangan dibalik.

Di sini lah berlaku kaidah yg ditetapkan para ulama:

الأصل في العبادة التحريم إلا ما دل الدليل علي تشريعه
الأصل في الأشياء الإباحة إلا ما دل الدليل على تحريمه

Hukum asal ibadah adalah haram, sampai ada dalil yang mensyariatkannya, hukum asal sesuatu (perkara dunia dsb) adalah boleh, sampai ada dalil yg mengharamkannya”

*Silahkan terapkan kaidah tsb pada ritual ritual ibadah lainnya, jika kaidahnya cocok maka mencontoh Rosulullah dlm beribadah adalah lebih baik dari pada membuat perkara baru.

Ustadz Ahmad Muliawan, Lc

Pesantren Islam Al-Irsyad Tengaran,Salatiga,Jawa Tengah

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.266 kali, 1 untuk hari ini)