KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Forum Study Sekte-Sekte Islam (FS3I) Ustadz Anung Al-Hamat menilai pernyataan bahwa umat Islam yang menolak keberadaan Syiah hanya dari kalangan yang dicap Wahabi merupakan kekeliruan dalam melihat fakta, karena penolakan terhadap ajaran Syiah adalah sikap semua kalangan Ahlus Sunnah wal jamaah.
“Penolakan kesesatan perayaan Asyura yang diadakan kalangan Syiah dilakukan oleh semua umat Islam. Jadi, tidak tepat jika hanya Wahabi yang dianggap menolak Asyura,” katanya kepada Kiblat.net di Jakarta, pada Sabtu (1/11), saat menyikapi ulah pengikut Syiah di jejaring media sosial yang menuduh Wahabi sebagai pihak yang menentang Syiah.
Menurutnya, hal ini bisa dibuktikan dengan penolakan ulama Madura dan Jawa Timur terhadap ajaran Syiah. Sementara, Ulama Madura dan Jawa Timur dikenal bukanlah kalangan Wahabi.
“Bukti lainnya bahwa Syiah ditolak umat Islam adalah MUI Sampang Madura dan Jatim fatwa sesat berkaitan dengan Syiah,” tegas Anung.
Seperti diketahui, puluhan aktivis Islam menggelar aksi simpatik di masjid Baiturrahman Simpang Lima, Semarang usai shalat Jumat, (31/10). Para aktivis yang menamakan dirinya Gerakan Islam Bela Ahlul Bait dan Sahabat (GIBAS) ini membagi-bagikan CD dan buletin kesesatan sekte Syiah.
Mereka juga menolak perayaan Asyura kaum Syiah di Semarang yang rencananya akan digelar pada Senin, 3 November 2014 di Kompleks PRPP (Jateng Fair) di Jalan Anjasmoro, Tawang Mas Semarang.
GIBAS juga memberikan pernyataan sikap terkait perayaan Asyura, mereka menolak jika kelompok Syiah diberikan izin untuk mengadakan acara yang berpotensi memecah belah persatuan umat Islam itu.
Sementara itu, sebuah akun facebook bernama Saleh Aljufri nampak memosting sebuah foto seseorang yang sedang merobek-robek selebaran artikel anti Syiah yang dibagikan oleh GIBAS. Dalam postingan tersebut, akun al Jufri menuliskan kalimat ‘Wahabi Tolol’

Reporter: Bilal
Editor: Fajar Shadiq

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.087 kali, 1 untuk hari ini)