Istri Ferdy Sambo Minta Perlindungan LPSK, Muslim Arbi: Makin Aneh, Katanya Penjahatnya Sudah Mati

Ferdy Sambo – Putri Candrawathi . Foto: tvone

 

Semakin aneh, istri Ferdy Sambo minta perlindungan LPSK. Kasus terbunuhnya Brigadir J atau Nopryansah Josua Hutabarat makin aneh setelah istri Irjen Ferdy Sambo minta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

“Berdasarkan keterangan polisi, Brigadir J yang sudah terbunuh itu dianggap penjahat karena melecehkan istri Kadiv Propam.

Namun Istri Irjen Ferdy Sambo minta perlindungan LPSK. Justru ini makin aneh.

Penjahatnya sudah meninggal minta perlindungan LPSK,” kata pengamat politik Muslim Arbikepada redaksi suaranasional.com, Senen (18/7/2022).

Kata Muslim, istri Ferdy Sambo minta perlindungan LPSK berarti ada penjahat yang masih hidup.

“Minta perlindungan LPSK, logikanya masih ada ancaman dari penjahat yang masih hidup,” papar Muslim.

Menurut Muslim, pasca terbunuhnya Brigadir J, istri Irjen Ferdy Sambo belum muncul ke publik. “Harusnya Istri Ferdy Sambo muncul ke publik memberikan keterangan,” jelasnya.

Belum munculnya istri Ferdy Sambo ke publik, kata Muslim membuat masyarakat makin curiga kasus terbunuhnya Brigadir J.

“Kasus ini ada yang ditutup-tutupi karena diduga melibatkan orang kuat di kalangan Polri,” papar Muslim.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyampaikan telah menerima permohonan istri Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo berinisial P untuk menjadi terlindung.

P berada di rumah dalam peristiwa yang berujung penembakan Brigadir J hingga tewas.

LPSK tengah melakukan asesmen sebelum memutuskan menyetujui permohonan P.  Permohonan perlindungan terhadap P bakal diputuskan lewat rapat pimpinan LPSK.

“Ya betul ada permohonan (dari P), LPSK saat ini mengkaji permohonan itu,” kata Wakil Ketua LPSK Maneger Nasution, Ahad (17/7/2022) dikutip dari Republika.

Maneger menyatakan lembaganya punya kapasitas yang memadai guna menjalankan fungsi perlindungan.

Apabila permohonan P disetujui maka langkah-langkah perlindungan bakal segera dijalankan. “LPSK siap memberikan perlindungan sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Maneger. (RKZ/sn)

KNews – 19/07/2022 5:30 AM

***

 

Ternyata Oh Ternyata Bharada E Juga Ajukan Perlindungan ke LPSK

 

Jakarta –

Terduga pelaku penembakan terhadap Nopryansah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, mengajukan perlindungan ke Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban atau LPSK.

 

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi mengatakan permohonan perlindungan Bharada E diajukan pada Rabu (13/7) lalu. Bharada E pun telah dimintai keterangan oleh LPSK pada Sabtu (16/7) lalu.

 

“(Kami menggali) rangkaian peristiwa,” kata Edwin saat dihubungi Suara.com, Senin (18/7/2022).

 

Sementara itu P, istri Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo belum diperiksa karena kondisinya yang masih tergoncang. Rencananya LPSK akan melakukan pemeriksaan ulang.

 

“Dalam waktu segera,” ujar Edwin.

 

Kekinian Bharada E dan P, istri Kadiv Propam Polri belum berstatus terlindung LPSK karena masih dalam proses pengumpulan informasi.

 

“Belum (berstatus terlindung). Masih proses penelaahan dan investigasi,” tuturnya.

 

Dugaan Pembunuhan Berencana

 

Sementara itu, keluarga Brigadir J resmi melapor ke kasus dugaan pembunuhan berencana ke Bareskrim Polri. Kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebut laporan mereka telah diterima dan terregistrasi dengan Nomor: STTL/251/VII/2022/Bareskrim Polri.

 

Dalam laporannya mereka mempersangkakan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana Juncto Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto Pasal 351 tentang Penganiayaan hingga Menghilangkan Nyawa Seseorang.

 

Baca Juga: Tokoh NU Sindir Telak Megawati: Akhir-Akhir Ini Ibu Makin Gak Punya Empati

 

“Kemudian barang bukti berikutnya itu adalah berupa foto. Jadi foto ini ketika polisi lengah dengan alasan mau menambah formalin maka tiba-tiba para wanita saksi-saksi yang pemberani mereka buru-buru membuka bajunya kemudian memfoto dan memvideokan,” kata Kamaruddin di Bareskrim Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (18/7).

 

Di hadapan awak media, Kamaruddin kemudian menunjukkan bukti-bukti foto luka pada tubuh jenazah Brigadir J. Di antaranya luka sayatan, luka tembak, luka memar, hingga tulang rahang patah alias bergeser.

 

“Kemudian ditemukan lagi luka yang sangat menganga dan masih mengeluarkan darah di bagian perut,” bebernya.

 

Lihat Sumber Artikel di Suara.com

Editor: Adrial Akbar

Warta Ekonomi, Senin, 18 Juli 2022, 22:05 WIB

(nahimunkar.org)