Senin, 24/11/2014 18:12:01

Bogor (SI Online) – Setelah menjadi korban penipuan upaya pemurtadan berkedok kegiatan sosial yang menimpa warga Lebak Pasar Bogor (lihat di: www.suara-islam.com/read/index/12300/Waspada–Pemurtadan-Mengancam-Warga-Bogor) dan karyawisata pada warga Sentul Bogor beberapa waktu lalu (lihat di: www.suara-islam.com/read/index/12373/Datangi-Polres-Bogor–Sejumlah-Ulama-Laporkan-Upaya-Pemurtadan-Berkedok-Wisata-ke-Monas), warga Bogor diwilayah lainnya terus menjadi target upaya pemurtadan dari kalangan Nasrani.

Setiap Ahad sejak pagi hari di Pasar Bogor ada aktivis Kristen yang selalu membagikan buletin Alkitab kepada masyarakat umum. Hal tersebut diungkapkan Nuning, muslimah yang aktif di organisasi bernama Fos Armi (Forum Sillah Ukhuwah Antar Pemuda Muslim) yang kebetulan melihat aktivis Kristen itu saat belanja di pasar.

“Kebetulan saya tiap hari ke pasar, cuma pas hari Ahad (16/11/2014) lalu itu ada yang beda, ada laki-laki mirip cina pakai kalung bertuliskan ‘silahkan ambil gratis’ sambil memegang buletin berjudul ‘Sedarlah, kunci hidup bahagia’.” cerita Nuning kepada Suara Islam Online, Senin (24/11/2014).

Ahad sepekan kemudian, Nuning yang curiga dengan isi buletin itu bertemu kembali dengan orang tersebut, lalu ia mengambil buletin itu dengan judul yang berbeda yaitu ‘cara menjadi sahabat yang baik’. Isi dari buletin penuh dengan ayat-ayat Alkitab dan memiliki alamat website www.jw.org.

Informasi yang terdapat di website tersebut, kelompok ini menamakan diri sebagai saksi-saksi Yehuwa. Mereka berusaha sebisa-bisanya untuk mengikuti Yesus Kristus dan bangga disebut Kristen. Secara rutin mereka ‘membantu’ orang-orang untuk belajar Alkitab dan kerajaan Allah.

Media tersebut mereka sebarkan dengan dalih untuk menghibur orang dengan kabar baik dari kerajaan Allah dan membina iman akan Yesus Kristus. Dengan jargon Sedarlah!mereka mengaku mampu mengatasi problem dewasa ini dan membangun keyakinan akan janji pencipta tentang dunia baru yang aman dan damai.

Nuning menyayangkan pembagian buletin tersebut diwilayah mayoritas muslim. “Tidak masalah kalau mereka bagi-bagi buletin itu ke sesama mereka tapi mereka bagi-bagi buletin ke masyarakat muslim, itu yang jadi masalah,” tegasnya.

Ia berpesan, agar umat Islam waspada jika ada pihak-pihak yang membagikan buku atau barang semisal itu. “Dilihat dulu, kalau itu dari agama tertentu lebih baik kembalikan. Dan ingatkan mereka tentang peruntukkan buku itu. Kalau jelas-jelas isinya al kitab bilang ke mereka bagikan saja ke kalangan mereka sendiri, jangan ke umat Islam,” pungkas Nuning.

red: adhila

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.953 kali, 1 untuk hari ini)